“Full Day School”, Bentuk Generasi Emas atau Generasi Cemas?
GELI juga membaca berita tentang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang menggagas sistem "full day school" untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun...
Hari ini aku di kotamu
Tapi tidak untuk bertemu.
Langit abu-abu, mungkin karena sendu
Ceritakan padaku tentang mimpi-mimpi
Tentang bertemunya hati
Ungkapkan nanti, jangan hari ini
Maka datanglah pada bulan seratus, enam, tujuh, atau delapan
Kita bicarakan sejak kapan dan bagaimana
Kita begitu terbuka tapi begitu berbeda
Mungkin angka kita rahasia
(2020)
Jangan tinggalkan pekarangan
Ini bukan bulan mati
Simpanlah perasaanmu dalam hati
Esok hari adalah masamu menari
Kau bisa pergi kemanapun Sabtu nanti
Namun tidak malam ini
Basuhlah rambutmu lusa hari
Sebab wajahmu mungkin tak jadi milikmu
Atau iris sebatang daun pandan berduri
Lalu selipkan di antara pekat rambut
Maka hilang para penghuni sunyi
Jika pekarangan tak lagi dekat
Kembali pulang sebelum senja hari
Biarkan sunyi menyepi sendiri
Mari melangkah menjauhi tepi
Agar kau selamat sampai disini
Bilamana kesunyian kian mendekat mencari
Sembunyikan wajahmu pada bungbung
Sembari merapal doa di hati
Tetap menyepi menjauhi tepi
Agar tenang hati ibu kali ini
Aroma tubuhmu berembus menggores rindu
Tiada lagi rona merah pada matahari
Hari tak mau berganti
Aku mengenang dengan imajinasi gila
Kita pernah bersama
Menembang nada camar
Mengubur benih rasa dalam pasir
Berlayar mencapai teluk harapan
Dan pada akhirnya
Debur memisahkan kita.
Kubiarkan rinduku mengembara, menari bersama angin, entah hinggap di ranting,
melekat pada tanah, atau mungkin mengintip di balik jendelamu.
Rinduku adalah rindu yang tidak untuk disampaikan.
Rinduku adalah rindu yang dibiarkan menggenang, lalu luruh di mata
(2013)
Jenggala, Aku tak perlu pertemuan
karena berbagi kisah tak selalu dengan pertemuan
Akan kususun satu persatu serpihan bayangmu, yang kadang melukai
Sel-sel imajiku meng-ada-kanmu,
Walau tak me-nyata-kanmu
Tapi kita punya banyak cerita
Tentang wanginya kamboja, nada minor,
dan hijaunya rumput yang menari di jemarimu
Apakah kau ingat tentang pekat di balik jendela?
Kau lukis langit, kuwarnai dengan bintang
Kita juga menggil karena subuh
Jenggala,
Kita adalah fatamorgana
Penghubung kita hanyalah hujan
dan satu-satunya penghalang kita adalah kenyataan
(2013)
GELI juga membaca berita tentang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang menggagas sistem "full day school" untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun...
HAY, ges, Salam Sejahtera untuk ges ges semua di seantero jagad Indonesia tercinta. Semoga semua masih dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan selalu memegang teguh ideologi Panca...
RATUSAN anak mendadak berlarian dari sisi barat dan timur Taman Lumintang, Denpasar. Mereka menghambur begitu saja di tengah-tengah lapangan. Mereka menari, berlari, kejar-kejaran,...
Cerpen: Surya Gemilang PARA pengunjung Taman Palakosa dibuat menganga pada sore itu oleh kehadiran seorang pria bertubuh kekar yang wajahnya abnormal; ia bermata tiga—m...
RASANYA baru kemarin saya menjadi mahasiswa semester 6 dan kini sudah beranjak ke semester 7. Segala pahit getir hari-hari di semester 6 yang agak jahanam akhirnya bisa saya lalui...
“Dadi minum, sakewale abedik!” begitu pesan luhur dari Sembroli. Dan kalimat itu dikatakan berkali-kali. Setiap kali menyebut “pesan luhur”, ia selalu angkat gelas dan menenggak ar...
PAGI tadi aku duduk di sebuah kursi taman di belakang gedung kampusku yang baru. Sudah tiga hari aktivitas ini aku lakukan. Aku pun sebenarnya tidak betul-betul tahu untuk apa dan...
MEDIA Sosial tentunya memberikan banyak manfaat. Mulai dari sarana untuk mengekspresikan diri, bertukar informasi, mencari lebih banyak teman, bahkan untuk menjalankan sebuah bisni...
BELAJARLAH pencitraan dari kuliner khas Buleleng, terutama dari lawar getih. Karena pencitraan itu adalah pertunjukan tentang “rasa dan kesan” yang serupa antara apa yang dilihat m...
SINTHA Pramadewi terlihat serius melihat aksara demi aksara yang tertulis di atas selembar daun lontar. Dengan terbata-bata ia berusaha membaca aksara demi aksara, yang ukurannya t...