Topeng Tugek Carangsari – Memainkan Topeng Mengolah Karakter
KALANGAN Ayodya di Taman Budaya Bali, malam itu begitu riuh. Gelak tawa dan tepuk tangan terus berganti. Penonton berjejalan. Duduk berdesak-desakan. Banyak yang akhirnya duduk les...
Hari ini aku di kotamu
Tapi tidak untuk bertemu.
Langit abu-abu, mungkin karena sendu
Ceritakan padaku tentang mimpi-mimpi
Tentang bertemunya hati
Ungkapkan nanti, jangan hari ini
Maka datanglah pada bulan seratus, enam, tujuh, atau delapan
Kita bicarakan sejak kapan dan bagaimana
Kita begitu terbuka tapi begitu berbeda
Mungkin angka kita rahasia
(2020)
Jangan tinggalkan pekarangan
Ini bukan bulan mati
Simpanlah perasaanmu dalam hati
Esok hari adalah masamu menari
Kau bisa pergi kemanapun Sabtu nanti
Namun tidak malam ini
Basuhlah rambutmu lusa hari
Sebab wajahmu mungkin tak jadi milikmu
Atau iris sebatang daun pandan berduri
Lalu selipkan di antara pekat rambut
Maka hilang para penghuni sunyi
Jika pekarangan tak lagi dekat
Kembali pulang sebelum senja hari
Biarkan sunyi menyepi sendiri
Mari melangkah menjauhi tepi
Agar kau selamat sampai disini
Bilamana kesunyian kian mendekat mencari
Sembunyikan wajahmu pada bungbung
Sembari merapal doa di hati
Tetap menyepi menjauhi tepi
Agar tenang hati ibu kali ini
Aroma tubuhmu berembus menggores rindu
Tiada lagi rona merah pada matahari
Hari tak mau berganti
Aku mengenang dengan imajinasi gila
Kita pernah bersama
Menembang nada camar
Mengubur benih rasa dalam pasir
Berlayar mencapai teluk harapan
Dan pada akhirnya
Debur memisahkan kita.
Kubiarkan rinduku mengembara, menari bersama angin, entah hinggap di ranting,
melekat pada tanah, atau mungkin mengintip di balik jendelamu.
Rinduku adalah rindu yang tidak untuk disampaikan.
Rinduku adalah rindu yang dibiarkan menggenang, lalu luruh di mata
(2013)
Jenggala, Aku tak perlu pertemuan
karena berbagi kisah tak selalu dengan pertemuan
Akan kususun satu persatu serpihan bayangmu, yang kadang melukai
Sel-sel imajiku meng-ada-kanmu,
Walau tak me-nyata-kanmu
Tapi kita punya banyak cerita
Tentang wanginya kamboja, nada minor,
dan hijaunya rumput yang menari di jemarimu
Apakah kau ingat tentang pekat di balik jendela?
Kau lukis langit, kuwarnai dengan bintang
Kita juga menggil karena subuh
Jenggala,
Kita adalah fatamorgana
Penghubung kita hanyalah hujan
dan satu-satunya penghalang kita adalah kenyataan
(2013)
KALANGAN Ayodya di Taman Budaya Bali, malam itu begitu riuh. Gelak tawa dan tepuk tangan terus berganti. Penonton berjejalan. Duduk berdesak-desakan. Banyak yang akhirnya duduk les...
JIKA di atas meja belajar anda terdapat dua buah benda yaitu gadget dan buku, manakah yang akan anda pilih? Saya percaya, demi sinetron kesukaan ibu-ibu di tivi, kebanyakan dari a...
LAGU anak-anak itu kadang unik, terutama liriknya. Saat Taman Kanak-Kanak dulu kita tidak begitu hirau dan memang tak banyak mengerti arti dan maksud lagunya itu apa. Cuma nyanyi d...
BALI merupakan kepulauan seribu pura yang telah terkenal sejak zaman dahulu. Masyarakat Bali tak lepas dari Tri Hita Karana yang merupakan landasan kehidupan beragama dan beradat....
JIKA benar harga rokok setinggi langit biru, dan jika benar harga tinggi itu bisa menghentikan orang merokok, dan (siapa tahu) nanti benar-benar tak ada yang merokok, bagaimana nas...
PERNAH nyuluh jangkrik? Zaman saya kecil, di desa saya di Jembrana, nyuluh jangkrik (memburu jangrik malam hari) adalah kegemaran saya dan teman sebaya. Jauh-jauh sebelumnya, bapak...
Cerpen: Putri Handayani HAMPIR setiap hari Griya Siwa tidak pernah sepi dari orang-orang yang ngayah1. Mulai dari membuat sarana upakara sampai meracik tirta, semua dilakukan oleh ...
KELAHIRAN istilah 'simakrama' menarik untuk ditelusuri. Awalnya istilah ini yang lebih mengarah pada padanan kata 'silahturahmi', yang mencerminkan keinginan untuk berbicara dan sa...
ADA serombongan remaja sedang berebut peran. Mereka akan menjadi pelakon sandiwara dalam perayaan Agustusan tingkat RT. Peran konglomerat, menteri, dokter, mahasiswa, semua mereka...
GARIS berliku itu menyerupai sungai. Lebar di hulu kemudian menyempit di hilir. Warnanya hijau, biru, dan jingga. Garis berliku serupa sungai itu membelah lukisan menjadi dua bagia...