Seperti yang
diberitakan awak media virus covid alias virus corona telah menyebar ke seluruh
dunia. Kabar terbaru, Italia pecahkan rekor 427 orang meninggal dalam waktu 24
jam terakhir.
Begitu juga
di negara kita.
Per Kamis, 19/3/2020, ada 309 kasus diantaranya 25 orang meninggal. Kabar
baiknya ada yang sembuh sebanyak 15 orang. Di China sendiri Presiden Xi Jinping
menyatakan bahwa negaranya telah memenangkan pertarungan melawan Virus Corona
tersebut dan siap membantu negara-negara lain yang kini situasi sedang genting.
Tentu hal ini
merupakan sesuatu yang menggembirakan. Ada harapan untuk menyembuhkan para
pasien dan memulihkan kembali dunia dari segala sisi. Termasuk keberadaan kapal
pesiar yang kini masih terombang-ambing di tengah lautan. Seperti yang terjadi di kapal
pesiar tempat saya bekerja, 3
hari sudah berada di lautan. Entah kapan akan bersandar. Masih menunggu kabar
baik dari management.
Adanya virus
corona ini memunculkan permasalahan bagi crew member. Banyak negara asal para crew member yang sudah
me-lockdown negaranya sehingga mereka sulit dan mungkin tidak bisa pulang
hingga virus corona menurun dan negaranya siap membuka diri.
Di sisi lain tentu company juga tidak bisa menahan
atau mempertahankan crew member yang kontrak kerjanya akan berakhir sebab
company saat ini nihil benefit akibat tidak ada tamu. Pemerintah US telah
melarang warganya untuk bepergian menggunakan jasa kapal pesiar selama 30 hari.
Para pekerja di sebuah kapal pesiar {Foto: Alit Jouli]
Bersyukurnya
company tempat saya bekerja sangat peduli dengan crew membernya. Mereka
mengurusi segala hal urusan crewmember. Baik yang akan habis masa kontraknya
terutama mengurusi tiket kepulangan dan memastikan crewmember sampai di rumah
dengan selamat.
Dari segi
kesehatan, makanan maupun hiburan company juga sangat memperhatikan. Crewmember
diberi kebebasan menggunakan fasilitas tamu, menikmati waktu luang yang banyak
tersisa akibat tidak ada tamu. Sangat menyenangkan. Ditambah free wifi sehingga
crew member dapat berkabar setiap saat kepada keluarga masing-masing bahwa
mereka baik-baik saja.
Beberapa hari
yang lalu media online mengabarkan bahwa banyak crew member termasuk asal
Indonesia yang dipulangkan massal
oleh pihak company-nya. Menurut
saya, apapun keputusan company itulah yang terbaik. Karena company telah memikirkan betul tentang nasib
para karyawannya. Dan company telah melakukan yang terbaik untuk meproteksi
serta memastikan karyawannya dalam keadaan sehat dan selamat.
Hanya terima
kasih yang bisa saya ucapkan kepada para company khususnya company tempat saya
bekerja atas segala usaha yang telah dilakukan untuk keselamatan saya dan
crewmember lainnya.
Saya berharap
dan sepertinya menjadi harapan kita bersama, bencana yang melanda dunia ini
akan segera berakhir. Hingga semuanya pulih kembali. Perekonomian negara
bangkit, kesehatan semakin baik seiring kesadaran masyarakat yang meningkat
akibat adanya virus corona ini . Dan tentunya saya dan para pelaut lainnya bisa
bekerja dengan normal lagi dan mendapatkan rejeki untuk memenuhi kebutuhan
keluarga.
DERU puluhan sepeda motor bergema dari arah utara Kota Singaraja pada Senin, 29 Juni 2026. Satu per satu kendaraan itu bergerak perlahan melintasi Jalan Ngurah Rai menuju Gedung D...
Bali Kembali Diserang, Kali Ini Tanpa Ledakan
TANGGAL 12 Oktober 2002 menjadi salah satu hari paling kelam dalam sejarah Bali. Ledakan bom merenggut ratusan nyawa dan menggunca...
NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan usaha, hingga berbagai tr...
PEMBACA tak perlu mengukur jarak antara Plaju dan Hawkins, apalagi harus repot-repot mencari tahu apa yang hendak dihidangkan di sana, sebab keniscayaan yang akan pembaca dapati....
HAMPIR saja tim nasional sepak bola Republik Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 yang dihelat di tiga negara, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Iya, hampir saja. Itu berarti b...
Ketika anak-anak itu bermain riang, ruang Gedung Mario berubah menjadi area interaktif, sangat dinamis dan terkesan lebih hidup. Langit-langit tinggi dan tiang-tiang bangunan ikut...
KEMBALINYA seni Arja di Banjar Bukit Buwung, Kesiman, tidak dapat dipahami semata sebagai upaya revitalisasi kesenian tradisional, melainkan sebagai proses pemulihan roh kebudayaa...
IRONI terbesar abad ke-21 mungkin bukan ketika mesin mulai mampu berbicara. Ironinya justru ketika mesin mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah lama berhenti diajukan m...
PADA tahun 1999 sampai 2005 saya sempat membantu Bre Redana, mengkurasi karya-karya seni rupa yang berdialog dengan cerpen. Waktu itu, Bre Redaktur Kompas Minggu.
Bagi saya, it...