Kawan Tiba (Suatu) Senja
“Begitu inginkah kau mendengar penggalan cerita itu? Tidakkah keinginan itu terhapus oleh waktu yang telah bertahun-tahun berlalu sejak terakhir kau berkunjung? Saranku, sebaiknya...
____
Novel Gerbang Dialog Danur yang ditulis oleh Risa Saraswati menceritakan seorang anak yang mendapat anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Anugerah ini yaitu ia dapat melihat sesuatu yang tak kasat mata dan sering disebut hantu.
Jiwa-jiwa penasaran yang tak diketahui orang lain, ia sendiri bisa melihatnya. Bagi banyak orang, kelebihannya itu dapat dikatakan anugerah karena apa yang ia miliki itu tidak dimiliki orang lain. Namun baginya ini juga sebagai kutukan karena ia harus melihat wajah buruk rupa dari banyaknya kematian. Ia juga harus menghadapai perlakukan buruk, misalnya dikucilkan oleh temannya karena ia kerap berbicara sendiri.
Kesan pertama saya ketika membaca novel ini adalah dapat merasakan dan membayangkan apa yang terjadi pada Risa saat itu. Bagaimana seorang anak yang masih duduk di kelas 5 SD ini harus menjalankan kehidupan yang sangat sulit dan ia tidak dapat merasakan bahagianya dunia dengan teman sebayanya yang lain di kehidupan nyata.
Bagaimana tidak? Seorang anak kecil harus mengetahui sebuah kematian yang tragis dan tak lazim dengan mata kepalanya langsung .
Novel ini disajikan dengan bahasa yang sederhana, dan mudah untuk dimengerti oleh siapapun yang membacanya . Tidak hanya dalam bentuk novel , namun ia menyampaikan apa yang telah dialaminya ini dalam bentuk film dengan judul “Danur” dan disana kembali membuat semua orang yang menonton bisa ikut terhanyut seolah-olah kita berada dalam film itu, bagaimana kebahagiaan, kesedihan keputusasaan dan tragisnya cara teman-temannya itu mati.
Kini Risa Saraswati membuat channel youtube dengan nama “Jurnal Risa”, disana ia mengulas kematian teman-temannya dan mayat yang bergentayangan di tempat-tempat yang terkenal angker. Di sana Risa bukan untuk menakut-nakuti subscriber-nya atau orang yang melihat channel youtube-nya melainkan untuk membuka batin semua orang untuk selalu menghargai siapa dan dimana saja, baik yang berada dalam kehidupan nyata maupun dimensi lain. Karena itu merupakan satu kesatuan yang harus stabil adanya.
Novel ini dilengkapi dengan coretan atau gambar yang melukiskan teman-teman Risa yang tak kasat mata itu, Kita sebagai pembaca sangatlah menyadari gambar yang terselip pada bagian tertentu novel itu dapat membuat dan menambah gairah para pembaca agar semakin penasaran akan jalan cerita ini, karena melalui hal-hal yang sekecil ini sebenarnya dapat meningkatkan daya tarik pembaca di segala golongan baik yang muda hingga tua.
Genre novel ini adalah horor, dimana dari tahun ke tahun, horor merupakan salah satu incaran oleh masyarakat Indonesia, baik dalam bentuk tulisan maupun film. Karena rasa penasaran yang besar untuk mengetahui mereka yang tak terlihat dan hanya orang tertentulah yang dapat melihat mereka bahkan untuk berkomunikasi sekaligus.
Novel ini dapat membantu memuaskan rasa ingin tahu terhadap mereka yang tak kasat mata dan dapat membangunkan pertapaan mereka yang membaca untuk dapat menyadari dan menghormati mereka yang berada dalam dimensi lain.
Yang membedakan novel yang satu ini dengan yang lain yaitu novel ini bukan cerita fiksi biasa atau hanya sekedar sebuah karangan atau rekaan pengarang, melainkan novel ini adalah salah satu cara untuk melampiaskan atau berbagi pengalaman yang telah ia hadapi selama bertahun-tahun lamanya. Karena rasa lelah yang muncul ketika ia ingin bercerita apa yang telah ia alami selama ini harus dijadikan sebagai lelucon semata oleh teman-temannya di kehidupan nyata.
Terima kasih Risa atas kiriman tanda yang tidak mudah ditangkap dengan kasat mata. Novel ini benar-benar dapat membantu dan memotivasi mereka yang memiliki kelebihan atas anugerah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, dimana mereka semua harus tegar dan bersyukur atas apa yang dimiliki dan tidak boleh berputus asa. Hanya orang yang memiliki ketajaman intuisi dan rasa sajalah yang sanggup menembus batas pemikiran anda.
Teruslah berkarya, tidak hanya untuk sebuah popularitas, bukan pula untuk penyaluran keinginan, tetapi diatas semua itu. Upaya membangun kedigjayaan diri jauh lebih penting . Maafkan raga saya tidak hadir untuk meramaikan gelak perjuangan. Tapi percayalah guratan pikiran saya tentang karya anda melebihi kehadiran yang kasat mata. [T]
“Begitu inginkah kau mendengar penggalan cerita itu? Tidakkah keinginan itu terhapus oleh waktu yang telah bertahun-tahun berlalu sejak terakhir kau berkunjung? Saranku, sebaiknya...
PULUNG menatap sobekan koran di hadapannya. Entah koran tertanggal berapa. Entah dari mana Pulung mendapatkannya. Sepanjang hari selalu dia sempatkan untuk menatap sobekan koran it...
KEHADIRAN sekolah-sekolah berlabel internasional yang kini berganti status menjadi SPK (Satuan Penyelenggaraan Kerjasama) seakan menjadi primadona di kalangan orang tua. Di Bali se...
Warga desa Idamdehe Gamsungi Kecamatan Jailolo - Kabupaten Halmahera Barat, bersatu menghadirkan hampir seluruh kaum pria, berpartisipasi menyuarakan dengungan Musik Bambu Manuru....
SUATU ketika ada seseorang yang bertanya kepada saya, “Gimana kok bisa jadi PNS? Berapa nyuap? Siapa backing-nya?” Pertanyaan yang sering saya dengar, hingga kini, yang membuat say...
KAMIS malam, 22 November 2018, mendekati pukul 23.00 WITA, saat sedang nyaman berbaring di atas kasur, menutup diri dengan selimut bermotifkan sebuah club bola kesayangan, menghang...
SEMENJAK acara musik mulai ramai di layar kaca, ada anggapan bahwa suatu acara bisa dikatakan sukses apabila meriah, ramai, dan dipenuhi dengan sorak-sorak penonton yang memancarka...
HARI guru sudah lewat, namun ada satu cerita yang masih meninggalkaan bekas. Siang itu, aku sedang membeli rujak di warung langganan di depan lapangan sepak bola. Suasana di lapang...
BERDASARKAN kajian sejarah hari ini, Kamis 29 November 2018, adalah HUT ke-525 Kota Tabanan Bali. Hal itu dilandasi adanya peristiwa pemindahan Pusat Pemerintahan Kerajaaan (Puri)...
SAYA tiba di kota ini pada tahun 2004 saat melanjutkan jenjang Sekolah Menengah di SMANSA Singaraja. Waktu itu suasana jalan masih tampak lengang. Orang-orang jarang yang memilik...