Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
Ramadyaksa gentasamara, penasehat utama raja Tumapel, Tunggul Ametung. Ia punya ambisi besar merebut kekuasaan. Dengan perkataan lain, punya ambisi besar merebut tahta. Untuk mencapai yang sangat diinginkannya itu, dengan rapi jali ia mengatur siasat. Dirancang sematang mungkin, agar saat melakukan kudeta tak ada halangan menghadang. Alias mulus.
Yang pertama dilakukan, menempatkan orang-orang pilihannya pada posisi strategis. Ini dilakukan, setelah menjadikan Bajanara Demak Keling tumbal siasat yang dirancangnya. Tujuannya, jelas, agar bisa menggalang kekuatan. Kekuatan mana pada saat yang tepat dikerahkan untuk menggulung Tunggul Ametung.
Dibalik penempatan orang-orang pilihannya, tersembunyi niat lain di hati Ramadyaksa Gentasamara. Yakni, yang bersangkutan agar merasa berhutang budi. Dengan demikian mudah diatur. Mudah diatur, sebab yang bersangkutan akan punya rasa ewuh pakewuh untuk menolak apa yang ia titahkan. Sehingga dengan mudah menggiring sesuai dengan apa yang diinginkannya. Penggiringan ini dilakukan dengan cara yang diusahakan agar yang bersangkutan tidak merasa digiring.
Siasat berikutnya, memotong jalan pihak yang dianggap bisa mengganjal ambisinya. Memotong jalan ini, jelas Bukan Ramadyaksa Gentasemara yang melakukan. Tetapi orang lain. Orang lain itu, orang yang merasa berhutang budi kepadanya. Dengan catatan, aktor intelektual di belakang layar tetap Ramadyaksa Gentasemara.
Dari ceritera yang dialihwahanakan dari kitab Pararaton menjadi novel oleh Zhaenal Fahnani ini, diceriterakan Ramadyaksa Gentasemara ingin memotong jalan Ken Arok. Ingin mengakhiri karir keprajuritan Ken Arok. Instingnya mengatakan Ken Arok, di samping berbahaya, besar kemungkinan menjadi penghalang utama ambisinya.
Cerita di atas adalah bukti. Sejak dulu kekuasaan sangat mempesona. Karena kekuasaan memberi dengan berkelimpahan tahta dan harta serta keagungang. Tahta memberi kekuasaan mutlak memerintah dan memutuskan sekehendak hati. Memberi wewenang mutlak menjadi pemutus dan penentu.
Harta melimpahkan kebahagiaan yang melimpah ruah. Tidak sepanjang hari. Tidak sepanjang minggu. Tidak sepanjang bulan. Tidak sepanjang tahun. Tidak bertahun-tahun. Tetapi seumur hidup. Bergelimang harta berarti jauh dari duka, nestapa, lara, dan sengsara. Jauh dari tangis sedih karena kemiskinan dan kelaparan tak henti mendera jauh dari predikat manusia papa.
Harta memberi predikat insan terhormat kaya raya. Insan terhormat yang dipuja sebagai penguasa maha hartawan. Insan terhormat yang selalu tampil dengan busana yang menyilaukan. Membuat kagum siapapun memandang. Membuat berdecak siapapun menatap. Membuat banyak orang berdatang sembah dengan harapan mendapat uluran tangan. Uluran tangan yang menggenggam pemberian. Pemberian yang bernilai dan berharga. Pemberian yang membuat terbelalak mata.si terberi. Membuat senyum sumringah menggendewa di bibir si terberi.
Keagungan membuat diri menjadi sosok sangat terhormat. Sosok yang dipuja, disanjung karena dianggap agung. Sosok yang ditempatkan pada posisi paling atas dalam urutan kelas dan kasta manusia. Dalam urutan superioritas di atas yang paling superioritas.
Tiga hal ini, menyebabkan juga, sepanjang masa menjadi rebutan. Bisa dikatakan menjadi primadona abadi. Selalu diburu. Diburu dengan segala cara. Apakah cara terpuji atau cara tak terpuji. Apakah dengan cara kasat mata atau dengan cara terselubung serta sangat rahasia. Dilengkapi dengan taktik, siasat, strategi yang diracik dengan matang dan penuh perhitungan. Diracik pula cara menghindar dan lari dari kepungan dan kejaran.
Bila perlu dan harus menghadirkan tumbal, jalan ini mesti dilakoni. Tujuannya, untuk menutupi laku kudeta yang dilakukan. Sekaligus menutupi diri sebagai aktor intelektual sesungguhnya. Bila perlu saat terjepit, mengambil kesempatan dalam kesempitan. Mengambil kesempatan memunculkan diri sebagai pahlawan. Dan memperoleh sebutan pahlawan pembela negara.
Sampai kapan kekuasaan diperebutkan? Selama masih ada tampuk pemerintahan tempat bertahta, selama itu pula kekuasaan diperebutkan. Bukan diperebutkan oleh satu atau dua orang. Bahkan lebih dari itu. Berada di tampuk kekuasaan, berarti ada di kawasan sorga dunia. Walau tanpa diduga menjelma neraka yang melecutkan siksa! [T]
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...