Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
Di Mesir kuno, tak jarang heyna didokumentasikan, digemukan dan dimakan, dan pada gilirannya, manusia memiliki kesempatan untuk menjadi makanan bagi hyena. Namun, di benak seorang musikus, Dadang SH. Pranoto (a.k.a Pohon Tua), hyena bisa menjadi inspirasi tersendiri yang mengasilkan lagu.
Ya, Hyena si hewan pemburu yang terampil tetapi juga pemulung oportunistik yang bisa mengkonsumsi hewan, dari berbagai jenis dan ukuran, bangkai, tulang, dan kotoran hewan lain ini justru memancing Pohon Tua dan Ulan Sabit untuk membuat lirik lagu Hyena ini di mana musiknya digarap apik oleh Dialog Dini Hari.
Tentu imajinasi dari tafsir lagu tersebut akan lengkap sepenuh-seluruh dengan adanya visual, yang boleh jadi, justru mengembangkan imajinasi-imajinasi yang dibangun di benak sang pendengar. Erick EST, seorang sutradara yang telah menyabet piala pemenang di kancang film International ini pun digandeng oleh Pohon Tua untuk membuat konsep visual ini. Erick EST menyatakan menyambut gempita tawaran itu. “Karya ini akan dibuat surrealist, dengan teknik green screen sebagai media yang sengaja dibuat untuk berkolaborasi dengan cat lukis dan pelukisnya dan juga sekaligus musisinya,” ujar Erick EST.
Di dalam kesempatan shooting pada Senin 03 Februari 2020 ini pun Erick menuturkan bagaimana persiapan yang harus dilakukan untuk memenuhi semua konsep di kepalanya. “Perpaduan ini saya hanya akan lakukan dalam sekali pengambilan gambar saja, sehingga perpaduan hasil abstrak dan natural bisa didapatkan dengan kecepatan kamera persekian detik,” imbuhnya.
Pohon Tua, sebagai seniman utama dalam pembuatan film ini pun tak tanggung-tanggung menggaet Made Bayak, seorang pelukis ternama yang telah banyak mengharumkan nama Bali di kancah Internasional. Made Bayak akan bermain dengan warna catnya untuk membuat sebuah warna pada tubuh Pohon Tua yang melayang, hal ini bisa diasosiasikan dengan sifat dari Hyena dalam artian surrealist.
Tak sebatas itu, banyak hal yang menarik lagi dari shooting video klip ini. Pohon Tua, yang biasanya bernyanyi dengan vocal yang membuai, pada video klip ini, diharuskan untuk menari. “Seumur-umur saya tidak pernah menari seperti ini. Begitu sekali menari, langsung jadi video klip,” ujar Pohon Tua.
Semua keramaian dan sekaligus keheningan tercipta di studio yang terletak di daerah Seminyak itu. Ketiganya berkumpul, ketiganya bekerja, dan ketiga orang itu memainkan peran mereka masing-masing sebagai Hyena. [T][*][pranita]
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang memadukan unsur drama, tari, dan nyanyi...
LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia yang berangkat dengan keberanian, namun akhirn...
PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa kehadiran Presiden Prabowo Subianto sempat menimbu...
“Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama, dalam acara ‘NGERUMPI’: Ngobrol Se...
MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa. Apalagi ketika ia mulai berbicara dengan logat...
DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku diajari bahwa Barong adalah pelindung, bukan pemangsa....
Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang tua yang tak mau purnaMereka tak punya bat...
“Mari kawan bersama kita bekerja, bersihkan lingkungan….” ITU adalah penggalan tembang yang menjadi salah satu hal menarik dari pementasan kesenian janger tradisi d...