Baduy Luar, Etalase Pariwisata Banten
SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami pedesaan juga merasakan nafas kemajuan s...
Antida SoundGarden dan Bali Reggeaneration mempersembahkan gelaran acara Sunday Reggae Santay pada Minggu malam, 02 Februari 2020, di halaman rumah Antida SoundGarden. Acara ini dimeriahkan oleh sepuluh band-band Reggae Bali, yang selama ini telah konsisten menapakkan kakinya di ranah musik bergenre Reggae ini. Setelah sempat vacuum tiga tahun lamanya, kini Bali Reggaeneration kembali bangkit dan menunjukkan taringnya di panggung Antida SoundGarden.
Komunitas yang menamakan dirinya Bali Reggeaneration ini sangat semangat dalam menumbuh-kembangkan generasi-generasi berikutnya (regenerasi) di dalam musik reggae.
“Harapan ke depannya adalah memunculkan terus regenerasi musik Reggae di Bali, agar musik Reggae di Bali dapat menjaga eksistensinya,” ujar Made Mayun, selaku Ketua Bali Reggeaneration.
Di dalam perjalanannya, memang Bali Reggaeneration seringkali didukung oleh banyak pihak. “Semasih ada peluang dengan pihak manapun yang dapat diajak bekerjasama dengan Bali Reggaeneration yang saat ini memang masih dalam finansial nol, tentu membuat kami semangat. Hal ini tentu membuka ruang yang lebih besar dalam menjaring musisi-musisi reggae bali muda,” tambahnya.
Acara yang tepat dimulai pada pukul 17.00 ini menghadirkan sepuluh band Raggae Bali yang menghentak panggung dengan penampilan mereka masing-masing berdurasi tiga puluh menit. Kesepuluh band ini adalah Lubak Q_ul yang merupakan band pendatang baru Reggae ini; Sandi Lazuardi yang dikenal sebagai pemain saxophone dari band Double T, tetapi saat ini menampikan bandnya sendiri; Soullast yang terdiri dari orang-orang yang telah lama memakan garam panggung Reggae Bali; The Gunturs; band yang sudah tidak asing lagi di telinga para pendengar Reggae; Revelation, band Raggae yang pemainnya dasarnya bergenre rock; Rasta Flute, merupakan band yang mempunyai ciri khas tersendiri yaitu menggunakan instrument suling; Karniforasta, yang terdiri dari musisi-musisi muda yang sangat mencintai Reggae; Vermilion yang terdiri dari anak-anak muda yang bertalenta di music Raggae. Selain itu juga ada band yang bernama Upah Hidup.
Bukan hanya itu, acara ini menjadi semakin menarik, dan mengundang banyak penonton yang datang, juga dikarenakan ada “Mysteri Guest”. Tamu Misterius yang dimaksudkan adalah Small Axe dan Joni Agung. Tentu saja, ketika mendengar nama Joni Agung, anak-anak muda yang datang dengan mengenakan celana pendek dan kaos kaki tinggi sebetis ini ikut berjoget mengikuti irama Reggae. Melalui Joni Agung, mereka melihat kiblat musik Reggae Tanah Air, dan mungkin bukan hanya itu. Mungkin mereka percaya bahwa Reggae mempunyai filosofi, bukan sekadar hiburan, tetapi ada ide di baliknya, ada cara hidup di balik musiknya, yang tentu merupakan cara hidup positif dan progresif ke arah yang lebih baik. [T]
SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami pedesaan juga merasakan nafas kemajuan s...
DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah mengatakan “pilihan kata (diksi) meng...
SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Wantilan yang biasanya digunakan...
REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di bidang pertanahan. Selama puluh...
MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan, P...
DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus penjaga nilai-nilai keh...
Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata, India. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga terpelaj...
DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa...
BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang menyimak. Malam pertama Juni 2026, itul...
JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat itu adalah Buleleng. Tepat pada...