Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
Olahraga kini sudah menjadi kebiasaan masyarakat, di kota maupun di desa-desa. Banyak yang sudah menyadari pentingnya menjaga kesehatan dengan berolahraga. Berbagai jenis olahraga bisa menjadi pilihan, mulai dari joging, renang, bulu tangkis, tenis lapangan, aerobik, body language, yoga, bahkan zumba.
Olahraga kardio yang menyenangkan adalah zumba. Zumba tidak hanya menawarkan kegembiraan tapi juga mampu membakar hingga 300 kalori dalam waktu 30 menit saja. Bahkan, olahraga dengan musik berirama riang ini disinyalir dapat membantu melepaskan stres.
Zumba telah menjadi tren dan lifestyle. Fenomena ini menawarkan lebih dari sekadar berkeringat. Apalagi olahraga satu ini populer karena dilakukan dengan senang hati. Musik energik semacam latin, tango, salsa, merengue, reggaeton yang menghentak mengajak siapa saja ikut menari.
Olahraga yang berasal dari Amerika latin ini ternyata cocok untuk segala usia dan stylish. Tak heran pecinta zumba memperhatikan penampilan mereka ketika ber-zumba. Pilihan pakaian yang nyaman tentu menjadi salah satu faktor yang menjadikan olahraga semakin menyenangkan. Di samping itu, gaya dan trend menjadi faktor sampingannya.
Kelas-kelas zumba mulai menjamur di perkotaan. Mengikuti kelas zumba layaknya merasakan pesta dansa. Pesertanya selalu bersemangat dan berusaha hadir secara rutin merasakan kebebasan, kemeriahan teriakan-teriakan, meningkatkan percaya diri dan menjadikan diri lebih baik. Semuanya didukung dengan penampilan yang modis.
Rasa takut memasuki tempat olahraga atau gym karena takut kelelahan atau kurangnya rasa percaya diri karena tidak memiliki tubuh ideal dapat ditutupi dengan penampilan atau pakaian yang trendi. Pakaian seolah dapat menyamarkan semua kelemahan itu.
Pembicaraan kita berfokus pada pakaian zumba, selain gerakan pinggul dan hentakan kaki yang menggoda. Baju zumba juga mendapat perhatian para member-nya. Pilihan bahan yang nyaman sekaligus bergaya. Produk-produk di pasaran menawarkan model baju zumba yang kekinian dan dengan beraneka harga. Tentu saja harga menjamin kualitasnya.
Tak jarang kaos-kaos zumba berharga ratusan ribu identik bagi pelaku zumba. Belum lagi pecinta zumba memikirkan bawahan/celana berupa leging atau joger pants yang harganya juga tak main-main untuk suatu merek tertentu. Bergerak semakin ke bawah, kaki juga tak luput dari perhatian. Sepatu untuk melindungi gerakan kaki mesti diperhitungkan. Untuk sebuah kenyamanan dan merek khusus bisa menyentuh angka jutaan.
Terlepas dari semua atribut zumba yang dikatakan aduhai. Tak menutup kesempatan bagi pecinta zumba untuk tampil membahana dalam pusat-pusat kebugaran maupun party-party zumba yang diadakan. Pecinta zumba yang memiliki budget pas-pas-an dapat berkreasi dengan kaos-kaos zumba yang relatif murah. Berbekal gunting dan kreativitas bisa mewujudkan tampilan yang tak kalah trendi.
Jadi untuk para ladies yang menyukai zumba, jangan berkecil hati untuk urusan penampilan. Apapun yang kalian pakai tetaplah mencerminkan pribadi kalian. Bagaimanapun motivasi dan gayamu dalam berolahraga, jika sudah masuk ke tempat kebugaran pastikan untuk berpeluh. Salam olahraga! [T]
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang memadukan unsur drama, tari, dan nyanyi...
LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia yang berangkat dengan keberanian, namun akhirn...
PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa kehadiran Presiden Prabowo Subianto sempat menimbu...
“Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama, dalam acara ‘NGERUMPI’: Ngobrol Se...
MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa. Apalagi ketika ia mulai berbicara dengan logat...
DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku diajari bahwa Barong adalah pelindung, bukan pemangsa....
Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang tua yang tak mau purnaMereka tak punya bat...
“Mari kawan bersama kita bekerja, bersihkan lingkungan….” ITU adalah penggalan tembang yang menjadi salah satu hal menarik dari pementasan kesenian janger tradisi d...