Puisi-puisi Asep Syahmid Pangrango # Upacara Air Mata, Prosa Altar Suci

Asep Syahmid Pangrango
by Asep Syahmid Pangrango — Januari 18, 2020 in Puisi

Tatkala.co

PROSA  ALTAR SUCI


Dari balik jendela waktu

Terlihat bunga-bunga indah

Menghiasi sebuah pelaminan

Harum wangi parfum

Menapaki jejak jejak  upacara suci   


Rona mata

Sang Petualang ilmu

membias rasa bahagia

Kebahagian  paripurna orang tua

Melepas lajang sang anak


Upacara ini,

Bukan hanya sebuah harum bunga dan parade janur

Saat dua rasa cinta

Memasuki altar suci

Pernikahan

Dua jiwa

membawa  akar akar perjanjian 


Dari

balik jendela waktu

Sang Petualang Ilmu

menikmati tetes air matanya

merembas ke palung jiwa

menatap sang anak

Menaiki  jukung waktu

Berlayar ke samudera  harapan  

Melirihkan kidung kidung percintaan 

Yang tak pernah mengenal warna  


Inilah  sebuah kitab  cinta  

Dari Altar Suci

Mengikat

Sebuah prasasti  kesetiaan  yang kudus    


Tegar Beriman Cibinong, 15 Desember 2019 .


MERENUNG DI KAMPUNG PEMULUNG   (1)


Menatap wajah wajah lusuh

para pemintal  harapan

mereka tercabik

dari pergulatan hidup

yang mulai kehilangan

norma persaudaraan


 Wajah wajah lusuh

tergolek dalam kekardusan waktu

berharap mimpi keluar dari kutukan 

mereka terus

menyongsong cahaya masuk

dalam rongga zaman

yang kian memunculkan

rasa yang tak adil


katanya

negeri ini kaya akan rempah

tapi masih

ada yang makan nasi bekas


 katanya

negeri ini makmur

tapi masih

ada jiwa berumah di kardus


luka mereka

tawa para penguasa


luka mereka

tangis  ketidakberdayaan

dalam

mengarungi hidup

yang tak lagi punya warna


gelap yang mereka dapatkan

jadi potret air mata

dari  luka  para  jelata.   


 Bogor  (2019 )


MERENUNG DI KAMPUNG PEMULUNG (2)


Seorang ibu

menggendong anak balitanya

satu tangannya

menenteng tumpukan kardus

telah disusunya  dari siang hari

peluhnya jadi aroma anggur

dari sepotong hari

yang melukiskan kekuatan batu

dari kumpulan doa doa nya   


baginya

matahari  mungkin tak ramah

baginya

gerimis jadi perahu ibadah

bagi seorang ibu

yang setia

menterjemahkan nasibnya


seorang ibu

senantiasa bergumpul  dengan sampah

yang tidak dirindukan jadi sumpah

inilah fragmen

yang tak pernah ada endingnya


inilah fragmen

kekuatan  lenguh ibu

dalam memintal

cahaya terang

bagi esok dan lusa

dari sisa nafasnya

yang jadi sajadah perjuangan.


Bogor  (2019 )


 UPACARA AIR MATA


Mendung menghuyung di langit agung

air mengamuk menjalar ke tembok tembok rumah

membongkar tiang tiang listrik 

dan merabut cengkraman akar  dari batangnya

bongkahan tanah  membentang  amarah


Siapa yang berada dibalik gelendong awan

mengarak tarian hujan yang tumpah

mengirimkan luka dan air mata


Engkau yang maha kuasa

telah mengajarkan kami

soal etika

menjaga irama harmoni alam


kegelapan ini

bukan semata mata hanya sebuah peringatan

dari Mu yang maha kuasa


kegelapan ini

apakah ini azab dari  kealpaan  kita

yang tak ramah pada harmoni alam


Januari di awal bulan 2020

Kau kirimkan sejuta luka

Kau tuangkan air mata

dalam pesta yang baru saja usai


ribuan jiwa teronggok luka

ribuan nafas mengeja

hari  dengan puja dan doa

memintal kasih dari yang kuasa

meminta matahari kembali menyapa

hari hari yang gelap

hari hari yang didekap kabut duka .


Bogor, 1 Januari 2020  



Tag: Puisi
Avatar

Asep Syahmid Pangrango

Related Posts
Cerpen

Purnama Pasah

BY Kadek Desi Nurani Juli 23, 2016

Cerpen: Ni Kadek Desi Nurani Sari Purnama pasah, tiga anak bajang berjalan melenggang ke arah barat tempat di mana, rusuk seorang ibu tersesat jalan pulang. Mereka kembara, membawa...

Read More