Gabriela
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
Awal tahun 2020 juga dimanfaatkan sebagai momen baik untuk meluncurkan karya oleh solois asal Gianyar, I Made Juniartha alias Jun Bintang. Bukan Jun Bintang namanya jika tidak menampilkan sesuatu yang berbeda di setiap karya terbarunya.
Lagu berjudul “Merpati Ingkar janji” ini misalnya, ada banyak kejutan yang ia tampilkan dari hal terkecil semisal melibatkan talenta muda di bagian produksi video clip hingga hal terbesar yakni memadukan beberapa unsur musik (fushion) pada lagu itu.
Jun selama ini mungkin lebih dikenal sebagai solois dengan segudang karya yang mampu membuat baper, kini tampil lebih rock serta energik. Ia berdalih hal itu dilakukan sebagai upaya untuk me refresh diri dan adanya keinginan untuk mengumpulkan pendengar dari kaum adam, Ia beranggapan selama ini kaum hawa cukup mendominasi.
“Sebagai manusia pasti suatu ketika menemukan titik jenuh dan saya yakin semua individu mengalami hal itu. Jenuh saya di sini limpahkan ke hal positif di mana dalam lagu baru ini saya memunculkan idealisme sebagai seorang musisi,”katanya dalam sesi jumpa pers di Stel Peleng, Denpasar. Senin (13/1/2020).
Single yang akan dirilis resmi pada 15 Januari 2020 ini berkisah dari sudut pandang lelaki yang mengambil titik fokus tentang perselingkuhan. Sebenarnya, lanjut Jun Bintang, tidak semua wanita bisa menjaga janji. “Mencoba untuk menduakan cinta namun akhirnya gagal,”sambungnya.
Penyanyi yang hobi bermain motor besar (moge) ini memberikan alasan kenapa dirinya selalu melibatkan orang baru di setiap penggarapan karyanya. Banyaknya talenta di Bali, dukungan hingga apresiasi adalah jawaban kenapa dirinya melakukan itu. “Saya pernah berkata disetiap karya, saya akan mengajak talenta baru. Ini tujuannya untuk regenerasi dan mengangkat talenta yang ada di Bali,”pungkasnya.
Jun juga memberikan sebuah kode jika tahun ini dirinya akan merampungkan album solo pertamanya. Begitu juga band yang telah membesarkan namanya “Bintang”. Dua target besar itu akan dirampungkan setidaknya hingga tahun 2021. “Mohon doanya agar berjalan lancar,” tutupnya. [T]
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
TIGA RAMU MENGKUDU Daun; Petiklah aku Tiga kepik muda Ramu padu dengan segenggam garam Dan tiga biji beras genggam Hingga padu resep moyang Hingga...
BAGAIMANA harus melukiskannya, sebagian besar anak kos (mahasiswa) memang dikenal selalu mumet dengan hiruk pikuk perekonomian. Dari media sosial, hingga sosial media, tahu perekon...
Bayangkan sebuah hutan hujan tropis dengan vegetasi yang hanya terdiri dari satu jenis pohon, atau sebuah partitur musik yang notasinya hanya tersusun dari nada ‘do’. Menjemukan se...
Saya salah satu penikmat tari. Saya lahir dari darah seorang ibu, yang dikala mudanya pernah menjadi Penari Zapin Melayu, di salah satu sanggar yang boleh dikata cukup tua di Ponti...
BEBERAPA bulan lagi, tahun akan segera berpindah. Bali punya acara spesial di tahun 2017 & 2018. Suksesi pemegang otoritas pemerintahan provinsi dan beberapa kabupaten di Bali...
MENJADI kota niscaya menjadi modern. Premis ini berlaku pada cara pandang yang menempatkan dua kutub berbeda antara kota dan desa. Desa diasumsikan berbau tradisional, kota identik...
PARA penggiat sastra dan teater di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, bersorak ketika dua penulis dari kota itu, Joko Sucipto (puisi) dan Arung Wardana (drama), lolos untuk tampil dala...
Cerpen: Satia Guna Sebutlah aku wanita, mahluk yang menikmati penderitaan dengan berbagai macam rasa sakit. Sebutlah aku tanah, yang selalu diinjak tanpa menerima r...
KABAR DARI ZWOLLE Kenalkan aku pada wangi musim gugur Di tengah pesta roti dan remah-remahnya Yang terbang mengitari sungai Lalu singgah di beranda penuh cerita &n...