Toean2 dan njonja2, perlu
kiranya dikabarkan pada toean2 dan njonja2 semuanya bahwa sudah terbit sebuah
buku sastra Bali modern (yang tentunya menggunakan bahasa Bali) dengan judul Nyujuh Langit Duur Bukit. Jika dibahasa
Indonesiakan kurang lebih artinya Menggapai
Langit di Atas Bukit. Buku ini merupakan kumpulan cerpen yang pernah terbit
di majalah sastra Bali modern yang keren, beken, dan masa kini yang bernama
Suara Saking Bali, sebuah majalah online yang kini telah ber-ISSN (keren kan?)
serta menjadi kebanggaan masyarakat Bali sekala maupun niskala dan tentunya
selalu gratis. Waoooo…. gratissss!!!
Majalah ini terbit setiap
bulan, dan selalu ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya, karena Bali, pulau
surga yang dipersiapkan untuk para turis (kalau tak mau disebut dijual kepada
turis) atau Bali for tourism, tak akan lengkap tanpa kehadiran majalah ini,
hehehehe.
Oh ya, cerpen-cerpen yang
terangkum dalam buku ini, telah terbit di majalah Suara Saking Bali edisi I
(Oktober 2016) hingga edisi XXXII (Juni 2019). Dari ratusan cerpen yang dimuat
selama periode tersebut, diseleksi dengan super ketat, tanpa celah, tanpa
lubang, tanpa bocor, oleh penyeleksi-penyeleksi kawakan yang telah bergelut
dalam sastra Bali dan kemampuannya tak perlu diragukan lagi di jagat
persastraan Bali khususnya yang modern. Pokekne
ia ane ngisiang saduur tanah sabeten langit. Hingga akhirnya, setelah
pergulatan panjang yang melelahakn, menguras keringat, memeras otak dan
kantong, terpilihlah 22 cerpen terbaik dari ratusan cerpen yang baik dari 22
penulis yang sudah tak asing lagi di telinga toean2 dan njonja2.
Dan atas asung kertha
wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa, penguasa ketiga dunia, bhur, bwah, dan
swah, buku ini pun terbit dengan selamat sentosa. Oleh karena itu, mari kita
semua menundukkan kepala sejenak dan berdoa atas kelahiran buku ini. Doa akan
dipandu menurut Hindu, bagi umat lain dipersilahkan untuk menyesuaikan. Berdoa
menurut agama dan kepercayaan masing-masing, dimulai. Om Dewa Suksma Parama Acintya Ya Namah Swaha, Sarwa Karya Prasidhantam,
Om Santih, Santih, Santih, Om. Berdoa dapat diakhiri.
Karena cerpen-cerpen yang
ada dalam buku ini sudah pernah terbit dalam majalah keren di Bali, maka otomatis
isinya juga pasti keren. Sehingga dipandang perlulah dibuatkan semacam daftar
list yang disusun sedemikian rupa hingga runut dan terurut dengan
mempertimbangkan secara matang dan lengkap berbagai aspek dan poin-poin yang
digali dari berbagai macam sumber dan pandangan-pandangan lurus dan terarah
serta teruji dan sudah melalui berbagai macam studi kelayakan dan riset serta
dengan masukan-masukan para pembisik, handai tolan, kerabat dan semua yang
terlibat untuk disusun semacam panduan, tuntunan, atau sebuah pedoman tentang
betapa perlunya buku ini untuk dimiliki, dibaca serta ditelaah oleh semua
kalangan dari kalangan beradab hingga biadab, pebisnis hingga pesinis, kalangan
terpandang hingga tertendang sampai tumbang, kalangan atas hingga kaum tertindas,
begundal, pembual, maupun sundal, agar nantinya tak salah dan selalu ada di
jalan yang benar dan lurus tanpa penghalang, tantangan, maupun rintangan,
sehingga sampailah pada tujuan utama yang telah dicita-citakan sejak awal dan
menjadi pondasi dasar atau semacam pijakan dari terbitnya buku ini, sehingga
tepat guna, tepat manfaat, tepat sasaran, ramah lingkungan dan tidak membebani
para pembaca, para pecinta, maupun pecandu dan menjadikan semua riang, semua
senang, gembira, dan bahagia. Oleh karenanya, dari segala yang telah dituliskan
di atas, maka dibuatlah sebuah daftar yang berisikan 1.001 (seribu satu) alasan
kenapa buku Nyujuh Langit Duur Bukit ini harus dimiliki, dibaca, dan penting.
Bacalah dengan baik-baik
dan seksama, serta secermat-cermatnya alasan-alasan yang telah disusun di bawah
ini.
1.
Ada Kata Suara Saking Bali-nya
Kata Suara Saking Bali
menjadi semacam magnet yang mampu menarik setiap orang yang mendengar, maupun
membacanya. Jika saya bertanya sekarang: siapa yang tak mengenal dan tak tahu Suara
Saking Bali? Pasti sebagian besar masyarakat Bali tak tahu dan tak mengenalnya.
Justru itu, karena tak tahu dan tak mengenalnya, maka mereka akan mencarinya
dengan jalan googling, misalnya, sehingga meraka akan otomatis tahu apa itu
Suara Saking Bali yang sejatinya adalah sebuah majalah sastra Bali modern
dengan menggunakan bahasa Bali yang paling keren dan memiliki sebuah website
terpopuler di jagat niskala dan menjadi trending topik, paling hits dengan alamat
www.suarasakingbali.com.
Setelah mereka
mendapatkan informasi lengkap dan terpercaya serta akurat tentang Suara Saking
Bali, maka tahulah mereka bahwa Suara Saking Bali alias SSB sebuah singkatan
yang terdiri dari dua huruf S dan satu huruf B ini telah menerbitkan sebuah
buku kumpulan cerpen yang berjudul Nyujuh Langit Duur Bukit, sehingga
tercenganglah mereka dan terheran-heran lalu terkejut sambil mengelus dada
karena jantungnya berdetak semakin kencang seperti genderang mau perang. Dan
saking penasarannyalah mereka, maka akan berkata dan berbisiklah dalam hatinya
masing-masing: buku apa ni ci? Kle keren kali nok, aku harus baca ni.
2.
Mendukung Pergub Nomor 80 Tahun 2018
Berbicara tentang
regulasi tentang bahasa Bali, maka gubernur Bali kita tercinta, yang terhormat
Bapak Wayan Koster telah menerbitkan sebuah peraturan yang mengatur tentang
perlindungan dan penggunaan bahasa, aksara, dan sastra Bali yang kemudian disebutkannya
dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 80 Tahun 2018. Setelah melakukan
kajian dan penerawangan serta meminta saran atau nunas baos dengan beberapa sedaan dan balian dengan membawa sarana
pejati yang diisi sesari secukupnya,
maka dipandang perlulah lembaga nirbala eh nirlaba yang bernama Suara Saking
Bali ini untuk bertindak dan merespon sejeli-jelinya dan secermat-cermatnya
serta tepat sasaran dan tepat guna dengan menerbitkan sebuah buku yang
mendukung terciptanya penerapan yang sesuai dengan kaidah yang telah
ditentukan. Buku itulah kemudian diberi judul nyentrik rasa sastra yang
melegakan tenggorokan serta mata yakni Nyujuh Langit Duur Bukit.
Jika ditimbang-timbang
maka rasa-rasanya buku ini telah sejalan dengan visi misi pembangunan Bali lima
tahun ke depan yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Bahkan tak hanya lima tahun
tapi 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun, 25 tahun, 30 tahun, 35 tahun,… dst.
Dilihat dari kacamata
yang plus maupun minus serta silinder, apalagi kaca nako, buku ini adalah wujud
nyata, riil, pasti, pas dari penerapan Pergub 80 tahun 2018 ini. Pertama jika
berbicara tentang bahasa, tak perlu diragukan lagi karena bahasanya sudah
bahasa Bali. Kedua, tentang sastra, ya jelas ini sastra, namanya sastra Bali
modern dalam bentuk cerpen alias cerita pendek atau sot stori. Lalu aksaranya?
Gampang! Toean2 dan njonja2 pergilah ke toko buku tulis atau penjual rontal dan
belilah. Setelah itu, salin tulisan dalam buku ini ke dalam aksara Bali. Masuk
bukan?
3.
Bisa Mencetak Sarjana sampai Profesor
Percaya atau tidak, buku
ini bisa membuat seseorang menjadi sarjana atau bahkan doktor dan profesor
sekalipun. Walaupun dengan buku setebal 152 halaman, toean2 dan njonja2 bisa
menyandang gelar terhormat dari sebuah perguruan tinggi.
Dengan buku ini,
mahasiswa yang hampir DO pun bisa tamat dan bisa membahagiakan serta membuat
senyum orang tua yang sudah susah payah mengeluarkan duit untuk biaya kuliah
kembali mengembang.
Kajilah buku Nyujuh
Langit Duur Bukit ini, jadikan skripsi, teliti dan lahirkan tesis, kerjakan
hingga lahir desertasi, dalami dan lahirkan artikel yang berpeluang besar
terindeks scopus. Kaji dengan sebaik-baiknya, tambahi referensi yang mendukung
dan terpercaya, rajin-rajinlah bimbingan dengan dosen pembimbing, turuti
kata-katanya, jika disuruh merevisi kerjakan secepat-cepatnya dan
setepat-tepatnya, bila perlu saat bimbingan buatlah ia tersenyum dan bangga,
hingga hasil penelitian toean2 dan njonja2 ini diberi tulisan ACC untuk ujian.
Persiapkan ujian dengan
matang, pelajari apa yang telah dibuat, persiapkan jawaban-jawaban untuk
mematahkan pertanyaan dosen penguji, cermati celah-celah yang mungkin
menimbulkan pertanyaan, jangan sampai kebobolan, niscaya nilai skripsi, tesis
atau desertasi A di tangan.
Maka toean2 dan njonja2
akan jadi sarjana bahkan profesor hanya dengan bermodalkan buku ini.
Apakah toean2 dan njonja2
yang baca artikel ini ada yang sedang kuliah di Jurusan Bahasa Bali atau Sastra
Bali? Atau toean2 dan njonja2 sedang meneliti sastra Bali? Segera, sikat buku
ini jadi bahan penelitian dan tunjukkan kepada orang-orang tersayang, bahwa
toean2 dan njonja2 akan tamat dengan sempurna.
4.
Memiliki Sampul Unik
Tak perlu sampai membuka
isi buku, toean2 dan njonja2 akan mendapatkan sesuatu yang berharga dari sampul
buku ini, karena sampulnya memang unik penuh dengan nilai filosofi kehidupan.
Sekadar memperkenalkan, foto dalam sampul ini milik Phalayasa Sukmakarsa yang sudah
lama malang melintang dalam dunia perfotoan dan juga sampul-menyampul buku.
Sampulnya adalah sebuah
gambar persawahan dan ada anak lelaki perempuan yang sedang bermain-main.
Sementara di kejauhan tampak pepohonan hijau dan berbatasan langsung dengan gumpalan
awan berwarna putih dan pada bagian atasnya langit cerah berwarna biru.
Sawah adalah lambang
kemakmuran, Dewi Sri, dewi padi, dewi kemakmuran. Isi sawah membuat manusia
hidup. Tak hanya itu, sawah diolah oleh petani-petani yang kuat pantang menyerah
dan sesungguhnyalah, petani-petani di sawah adalah gambaran masyarakat yang
sesungguhnya.
Anak lelaki perempuan. Di
dunia ini ada hitam ada putih, ada rwa bhineda, baik jahat, purusa pradana,
laki perempuan, dan itulah yang dihadirkan dalam cover buku ini, semua bertolak
belakang. Selain itu, anak lelaki perempuan juga melambangkan lingga yoni dan
dari lelaki dan perempuan ini nantinya akan lahir sebuah benih yang menjadi
penerus kehidupan yang mendatangkan kebahagiaan dalam sebuah keluarga. Anak
kecil juga menjadi refleksi kanak-kanak seseorang yang dalam hidupnya, mau tak
mau, suka tak suka harus melewatinya. Bagi yang sudah dewasa, dengan melihat
gambar dua anak kecil ini akan langsung terkenang masa-masa kecil itu, dan jika
memaknainya dengan mendalam, niscaya akan membuat mata berkaca-kaca.
Masih ada banyak lagi
hal-hal yang bisa toean2 dan njonja2 dapatkan hanya dari sampulnya. Jika
dibahas, maka dari sampulnya saja akan bisa melahirkan buku yang baru. Itu pun
pembahasannya baru secara kasat mata, belum lagi dihubungkan dengan fenomena
saat ini, belum lagi jika dihubungkan dengan hal-hal yang bersifat spiritual
ataupun spirikual, dan belum lagi dilakukan pengkajian dengan menggunakan
sumber-sumber semacam lontar dan sejenisnya.
5.
Sukla
Ya,
buku ini masih sukla walaupun tak ditempeli stiker sukla. Karena buku ini
memang tak dihaturkan di pura ataupun merajan sehingga tak menjadi surudan.
Sehingga sampai detik ini, sampai artikel ini diselesaikan buku ini masih dalam
keadaan sukla.
6.
Silahkan Toean2 dan Njonja2 Tulis Sendiri
Ada banyak alasan kenapa
toean2 dan njonja2 harus membaca buku ini. Enam alasan yang saya sebutkan ini
hanyalah sebagian kecil dan baru dipermukaan saja. Silahkanlah tulis sendiri
alasan ketujuh hingga alasan ke-1.001 kenapa buku ini begitu penting.
Dan sekali lagi, jika
toean2 dan njonja2 cermat dalam menggali alasan-alannya, maka bukan tidak
mungkin akan lahir sebuah buku baru lagi dengan hanya menyebutkan kenapa buku
ini begitu penting.
Menimbang begitu banyaknya
kelebihan dan keunggulan dari buku ini, maka sudah sepatutnyalah toean2 dan
njonja2 melakukan sebuah analisa dan pertimbangan yang cermat serta tepat
dengan menggunakan pikiran jernih dan terukur serta menggunakan berbagai macam
perspektif yang digali dari nilai-nilai yang diamini masyarakat banyak dan
masih tumbuh mengakar dalam kehidupan sehari-hari tanpa harus bimbang dan ragu,
untuk membeli buku ini. Dengan harga Rp 40.000 ditambah ongkos kirim (jika
jarak rumah toean2 dan njonja2 tak bisa saya jangkau dalam sekali melangkah)
dipastikan buku ini sudah ada di tangan toean2 dan njonja2. Untuk pembelian
segeralah toean2 dan njonja2 buka HP dan hubungi nomor 085237966984 atau bisa
juga lewat email suara.sakingbali@gmail.com
maupun instagram @suarasakingbali. Semoga toean2 dan njonja2 selalu bahagia dan
menabunglah banyak-banyak karma baik dengan membeli buku ini.