Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
Sanggar Seni Mangurupa, Badung, menggelar pameran bersama bertajuk “Beludru Project: Sustainability Spirit of Art in Bali” di Bentara Budaya Bali (BBB). Pameran yang diikuti 28 seniman lintas generasi ini—paling sepuh I Wayan Beratha Yasa (75) dan termuda I Made Rai Adi Irawan (25)—mencoba mengeksplorasi Beludru sebagai medium utama penciptaan.
Eksibisi ini dibuka secara resmi pada Jumat (29/11) oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Bapak Dr. I Wayan Adnyana.
Kali ini dipamerkan sekitar 28 karya seni rupa, berupa lukisan, fotografi, kriya, patung dan seni instalasi. Pembukaan pameran dimaknai pula penampilan Komunitas Pancer Langit, Badung.
Kurator pameran, I Gede Jaya Putra, mengungkapkan bahwa melalui pameran ini Komunitas Mangurupa ini mencoba menawarkan dua perspektif, yakni mengacu pada konteks beludru sebagai medium yang disikapi dan dieksplorasi oleh para seniman selaras upaya pembacaan seni rupa kontemporer. Kedua perihal keberlanjutan seni rupa di Bali, yaitu bagaimana kini dari seni tradisi masuk ke periode modern dan periode kini.
Beludru dan Bali cukup menarik jika ditelisik lebih dalam. Kain beludru boleh dikata selalu hadir di setiap upacara di Bali serta merupakan salah satu medium tradisi semisal untuk ukiran, aksesoris penari dan pendeta, menyimbolkan pula kemewahan dan ketenangan.
Daerah Badung sendiri dikenal menjadi titik tolak sejarah kesenian yang menggunakan kain beludru sebagai medium, dengan salah satu tokoh pelopornya yakni adalah Ida Bagus Gede (79).
“Berangkat dari upaya eksplorasi medium beludru ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam medan seni rupa kontemporer Bali serta menjadi salah satu strategi gerakan seni kedaerahan yang mampu memberikan penawaran untuk menggerakkan kesadaran masyarakat akan seni rupa Bali saat ini,”ungkap I Gede Jaya Putra.
Adapun seniman yang terlibat dalam pameran kali ini antara lain Ketut Putrayasa, I Made Alit Suaja, Agus Sumiantara, I Gusti Ngurah Buda, Dewa Ardana, I Ketut Kertayoga, I Nyoman Suarnata, I Nyoman Aptika, Ida Bagus Segara Yoga, I Made Rai Adi Irawan, I Ketut Selamet, I Wayan Rudita, I Wayan Beratha Yasa, Ida Bagus Putu Radnyana, I Ketut Suwela, I Wayan Suwarita, I Putu Karang Adi Saputra, I Gusti Ngurah Suta, I Gusti Made Lod, I Made Posen Sudika, I Made Rudita (Gading), Gst Nengah Sura Ardana, I Putu Pageh Usianto, I Wayan Suparta, I Nyoman Wiwika, Putu Suasdina, Gusti Ngr Midha Sukarna.
Sementara itu, Ketua Sanggar Mangurupa Dewa Putu Ardana, menyampaikan bahwa komunitas ini telah terbentuk sedari 25 November 2017. Ini merupakan sebuah rintisan yang mencoba menghimpun seniman-seniman di Badung selaras upaya mengembangkan seni rupa di daerah Badung.
“Kehadiran Mangurupa diharapkan dapat mewujudkan seni rupa di Badung yang memiliki jati diri, kreativitas dan inovasi”ujarnya.
Serangkaian pameran akan diselenggarakan pula Workshop merangkai ragam bentuk melalui media beludru bersama I Wayan Rudita pada Sabtu (30/11) dan Artist Talk pada Jumat (6/12) bersama narasumber yakni I Gede Jaya Putra (Perupa, Penulis), Ketut Putrayasa (Pematung), Alit Suaja (Pelukis), Dewa Ardana (Kriya Seni), dan I Putu Pageh Usianto (Ilustrator).
Pameran ini masih akan berlangsung hingga 11 Desember 2019 mendatang, buka setiap hari pukul 10.00-18.00 WITA. [T] [*]
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...