Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
Mengulangi kesuksesan pameran perdana CUBE #1 dengan mengusung tema Titik Terang tahun lalu, di tahun 2019 ini dosen Desain Komunikasi Visual kampus Sekolah Tinggi Desain (STD) Bali kembali menggelar CUBE #2 dengan tema Dispersion. Namun kali ini pameran tidak dilaksanakan di kampus sebagaimana perhelatan perdana tahun lalu akan tetapi memilih untuk menggelar pameran visual di luar kampus. Hal ini bertujuan agar seri event CUBE yang sebagai branding event STD Bali (baik itu dari jurusan Desain Komunikasi Visual dan Desain Interior) semakin dikenal oleh khalayak luas.
Kali ini, dalam event CUBE #2 dihelat di Kulidan Kitchen Space, banjar Wangbung, Desa Guwang, Sukawati Gianyar. Tema Dispersion tahun ini diisi oleh 25 karya seni visual yang sangat beragam dari 22 dosen DKV STD Bali mereka adalah Tjok Bagus Suryanatha, S.Sn., Made Arini Hanindharputri, S.Sn.,M.Sn., I Komang Angga Maha Putra, S.Ds., M.Sn., ACA., I Gede Jaya Putra,S.Sn.,M.Sn., Ni Wayan Nandaryani, S.Sn., M.Sn., I Kadek Jayendra Dwi Putra,S.Ds.,M. Sn., Agung Wijaya, S.Sn., M.Sn., I Wayan Gede Budayana,S.Sn. ,M.Sn., I Gusti Bagus Bayu Baruna Ariesta, S.Ds.,M.Sn., I Gusti Ngurah Gede Gitayogi lrhandi, S.Sn., Made Vairagya Yogantari, S.Sn.,MFA., Ngurah Adhi Santosa, S.Sn.,M.Sn., Gede Lingga Ananta Kusuma Putra, S.Sn.,M.Sn., Kadek Angga Dwi Astina, S.Ds.,M.Sn., ACA., I Dewa Agung Gede Agung Witara S.,S.Sn., I Gst. Ag. Ayu Widiari Widyaswari,S.Sn.,M.Sn., I Gede Yudha Pratama,M.Ds., I Dewa Gede Pumama Yasa, S.Sn.,M.Sn., Dewa Gede Purwita, S.Pd.,M.Sn, I Putu Sinar Wijaya, S.Sn.,M.Sn., Ramanda Dimas Surya Dinata, S.Sn.,M.Sn., I Putu Dudyk Arya Putra, S.Sn.,M.Sn. Apa yang dihadirkan kepada masyarakat luas kali ini adalah karya seni visual beragam dari desain branding, fotografi, desain produk, lukisan, drawing, seni instalasi, video art, ilustrasi, film yang dapat di unduh melalui QR Code yang tertera pada karya.
Dispersion sebagai sebuah yang mengangkat wacana keberagaman dipersepsikan dengan menakar ragam latar belakang keahlian atau disiplin ilmu dosen DKV STD Bali yang multidisiplin ilmu seni visual, dispersi kemudian menjadi semacam metafora yang dalam event Cube #2 ini mempresentasikan karya-karya heterogen. Sebagaimana dispersi, pembiasan warna putih oleh cahaya yang menghasilkan ragam warna seperti merah, kuning, hijau, jingga, biru, nila, ungu serupa keragaman disiplin ilmu yang dimiliki oleh kampus Biru Oranye ini, talenta-talenta pengajar muda yang menghasilkan ragam karya menyerupai pelangi. Keragaman yang bersumber dari satu warna, putih adalah akarnya, hasil pembiasan warna adalah kekuatannya. Apa yang dihadirkan kelak menjadi semacam pembuktian bahwa sebagai pengajar yang lekat dengan teori-teori seni visual, dosen DKV STD Bali juga secara profesional adalah personal-personal dengan karya seni visual yang turut serta mewarnai dunia akademik seni sekaligus medan sosial seni di Bali dan Indonesia. Dispersi oleh sebabnya sebagai bingkai yang mewadahi keragaman karya yang akan ditampilkan.
Pameran dibuka oleh ketua STD Bali, Made Arini Hanindharputri, S.Sn.,M.Sn. Ditandai dengan penanda tanganan plakat bersama owner Kulidan Kitchen Space I Komang Adiarth pada hari Minggu 3 November 2019 malam pukul 19.00 Wita, pameran akan berlangsung selama satu minggu sampai 10 November 2019. Dalam rentang waktu satu minggu masyarakat umum dapat mengapresiasi karya-karya yang ditampilkan oleh 22 dosen DKV STD Bali, selain itu sambil mengapresiasi pameran di Kulidan Kitchen Space juga menyuguhkan kopi dan makanan yang tentu saja berkualitas, menikmati kopi mengapresiasi karya seni visual sambil diskusi tentang seni dikelilingi hamparan sawah hijau disekitar gallery adalah alasan pameran ini memilih tempat di Kulidan Kitchen Space, bagian dari upaya mengakrabkan masyarakat, anak muda, dengan capaian seni visual kekinian. Disela-sela berlangsungnya pameran, pada tanggal 8 November 2019 juga akan dilangsungkan diskusi bersama Ketemu Art Project yang menjadi bagian dari event Kulidan Kitchen Space.
Ketua Jurusan DKV STD Bali, A. A. Sagung Intan Pradnyanita, S.Sn., M.Sn. sangat mengapresasi dan mendukung event CUBE #2 ini karena jurusan DKV STD Bali mampu membuktikan bahwa civitas akademika diisi oleh pengajar-pengajar muda dan mempunyai ide-ide segar sekaligus kreatif. Pada penutupan event tanggal 10 November 2019 pukul 15.00 Wita, juga akan diadakan workshop menggambar alam benda bersama pemateri dari dosen DKV STD Bali kepada anak-anak di lingkungan desa Guwang sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. [*] [T]
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
ADA bunyi-bunyi yang hidup begitu lama di sekitar kita hingga akhirnya menghilang dari ingatan. Ia pernah hadir setiap hari, melintas di jalan-jalan kampung, menyelinap di antara...
DENPASAR – TATKALA.CO | Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 202...
Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu muncul: apakah hidup ini ditentuka...
Tari Siwanataraja selalu menjadi bagian penting dalam Peed Aya (Pawai Budaya) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap tahunnya. Tari yang disajikan secara megah dengan iringan...
“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you, baby ….” Ponsel Garu masih mengalunkan musik tersebut berulang-ulang di tengah hu...
JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya seperti temayang berpindah...
BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat memperkuat jati diri d...
Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar. Selain lukisan, Gus Saka juga memajang hasil ngebo...
SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan meluas. Bagi seorang epigraf dan arkeolog, kata ...