Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?
SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk. Tapi hembusannya tetap membawa aroma ma...
Ini pertanyaan yang begitu sering kita dengar dalam masyarakat, jawabannya ya dan tidak. Faktanya memang ada obat-obat yang jika dikonsumsi dalam waktu lama dapat merusak ginjal. Sebaliknya, ada obat-obat tertentu yang menurut rekomendasi medis, memang harus dikonsumsi dalam jangka waktu panjang. Justru jika dihentikan penggunaannya akan dapat menyebabkan gagal ginjal.
Memahami keduanya merupakan hal yang begitu penting. Karena keduanya menyangkut kesehatan ginjal, satu organ vital yang kerap menjadi momok bagi masyarakat. Namun realitanya, kekeliruan persepsi masyarakat membuat kedua hal ini menjadi terbolak-balik. Sungguhlah kalau demikian, dalam terapi komprehensif, selain diet seimbang, olahraga teratur dan obat tepat, edukasi menjadi isu sangat penting dan strategis.
Ginjal dalam tubuh berperan sebagai organ pembuangan. Sebagai satu organisme hidup, maka tubuh sudah tentu menghasilkan limbah sebagai produk sampingan dari pembentukan energi dan berbagai kebutuhan biokimia sel. Limbah yang dihasilkan terutama adalah air, elektrolit dan sampah-sampah sisa protein. Oleh karenanya, jika terjadi gagal ginjal maka tubuh akan keracunan limbahnya sendiri. Dapat memberikan gejala sesak nafas akibat cairan masuk ke peparu. Juga dapat menimbulkan mual-mual yang sering cuma dikira maag, bahkan gangguan kesadaran dan kejang-kejang jika limbah tubuh masuk hingga ke otak.
Dalam keadaan normal, ginjal seharusnya dapat menghasilkan volume air kencing sekitar 1.5 hingga 2 liter dalam sehari. Saat terjadi gagal ginjal stadium akhir, ginjal menghasilkan air kencing sangat sedikit bahkan dapat sampai tak ada produksi urine sama sekali (anuria). Dalam keadaan ini, tak ada pilihan lain, harus dilakukan tindakan cuci darah atau cangkok ginjal. Jika tidak, maka dapat terjadi keadaan yang mengancam jiwa. Berbagai penyakit medis dapat menimbulkan gagal ginjal, diantaranya darah tinggi dan kencing manis.
Darah tinggi dan penyakit diabetes, jika tak diobati dengan baik dapat menyebabkan komplikasi stroke, serangan jantung dan gagal ginjal. Penanganan kedua penyakit ini selalu harus memadukan psikologis yang baik, diet seimbang, olahraga teratur dan obat yang tepat. Karena keduanya merupakan penyakit menahun, maka penyakit darah tinggi dan diabetes memerlukan pengobatan rutin dan terus-menerus. Jika tidak, maka cukup mudah dapat dipahami pada pasien akan terjadi berbagai komplikasi tersebut, salah satunya gagal ginjal yang kemudian memerlukan tindakan cuci darah. Maka dapat disimpulkan, minum obat jangka panjang pada penyakit-penyakit darah tinggi dan diabetes tidaklah menyebabkan gagal ginjal, melainkan sebaliknya justru melindungi ginjal.
Lalu obat-obat apa yang dapat menyebabkan gagal ginjal? Obat-obatan yang diketahui secara luas menyebabkan kerusakan ginjal adalah golongan obat-obat rematik. Sehingga diharapkan sekali penggunaannya tidak dilakukan terus-menerus dan dalam jangka waktu yang lama, kecuali menurut petunjuk dokter.
Oleh karena itu, pasien harus memahami bagaimana mencegah agar rematik atau radang sendi yang dideritanya dicegah agar tidak kumat sehingga tidak perlu minum obat rematik. Kalau toh perlu minum karena rematiknya kumat, sebaiknya dosisnya sesuai dan cukup diminum dalam jangka waktu yang pendek, sekitar tiga sampai lima hari saja. Kebiasaan membeli sendiri obat-obat rematik lalu tanpa disadari mengkonsumsinya dalam jangka waktu yang lama merupakan penyebab tersering gagal ginjal. Jadi, masyarakat harus cerdas dan memahami, obat-obatan dalam penanganan rematik bukanlah yang utama, yang terpenting adalah bagaimana paham caranya mencegah agar rematik itu tak sering kumat.
Meski penyebab utama radang sendi adalah faktor usia yang tak dapat dihindari, namun sebetulnya keparahannya selalu dapat dicegah atau diminimalisir. Jika usia merupakan faktor yang tidak dapat dimodifikasi, maka faktor-faktor lain yang memperberat jelas dapat dicegah.
Misalnya mengurangi berbagai aktifitas yang kurang baik untuk sendi seperti naik turun tangga, mengangkat beban terlalu berat atau duduk terlalu lama. Sebaliknya dianjurkan rajin jalan kaki pada track datar, menggerakkan sendi-sendi tubuh dalam keadaan duduk atau berbaring yang dikenal sebagai gerakan tanpa beban. Jika radang sendi dicetuskan oleh faktor metabolik dalam hal ini asam urat, maka disarankan cukup minum air, sebanyak 10-12 gelas sehari, menghindari asupan makanan yang mengandung asam urat seperti jeroan, kacang-kacangan, kulit dan alkohol. Nah, jika radang sendi mulai kumat, maka untuk mengurangi konsumsi obat, sebaiknya terapi dibarengi dengan tindakan fisioterapi.
Edukasi sungguh penting dalam bidang medis, karena penyakit dan pengobatan bukanlah persepsi melainkan kognisi.[T]
SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk. Tapi hembusannya tetap membawa aroma ma...
TANAH bekas hak barat berupa eigendom verponding menyisakan persoalan hukum yang tidak pernah sepenuhnya selesai sejak berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria. Di satu sisi, hukum...
Ritual: Pintu Masuk, Bukan Tujuan Dalam kehidupan manusia—baik sebagai individu maupun warga negara—ritual selalu memiliki tempat penting. Dalam konteks bernegara, perayaan sep...
HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari menjelang Hari Suci Saraswati, sekolah ini menggelar lomb...
DALAM dinamika pemerintahan modern, sering kali kita terjebak pada dikotomi yang seolah tak terjembatani: antara kekuasaan yang kuat dan demokrasi yang terbuka, antara efisiensi b...
BEBERAPA hari belakangan ini, di media sosial muncul beberapa gambar rencana pembangunan pusat perbelanjaan. Tidak tanggung-tanggung, dalam pemberitaan, ada dua mall besar yang re...
BICARA dan membicarakan "Seba Baduy”, sepertinya tidak akan pernah ada habisnya. Alasan mendasar yang sulit untuk dibantah bahwa Seba adalah ritual adat suku Baduy yang berkategor...
SEBAGAI orang sipil, pernahkah Anda mengirim pesan santai dan personal, lalu dibalas dengan kode angka yang terdengar seperti sandi agen rahasia? Suatu siang, saya mengirim pes...
“Abadon.” Nama itu menggigit. Dalam tradisi Ibrani berarti kebinasaan, kehancuran, sesuatu yang hilang tak tersisa. Kitab Wahyu 9:11, bahkan mempersonifikasikannya sebagai raja at...
ASTRA menarik tangan ibunya, yang sedang jongkok. Sampah plastik yang dikumpulkan ibunya ia sisihkan. Ibu melepas cengkraman tangan Astra berusaha menaruh sampah plastik ke dalam...