Malam Rasa Kafka di Pasar Suci
TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret 2026. Wayan Jengki Sunarta membahas antologi p...
KOPLAK tidak suka jika hidupnya terlalu banyak diatur, hal inilah yang saat ini jadi masalah yang membuatnya selalu berbalah dengan Kemitir — Si Gadis cantik yang makin hari terasa “nyinyir” dan merepotkan bagi Koplak. Tidakah Kemitir memiliki pemikiran yang bagi Koplak sangat sederhana; semua mahluk di bumi ini memiliki gaya hidup masing-masing. Yang berbeda satu sama lain. Cara memandang hidup yang tentu saja dijamin berbeda satu sama lainnya. Tetapi itu tidak berlalu bagi Kemitir,
Kemitir merasa saat ini adalah tanggungjawabnya sebagai satu-satunya anak yang dibesarkan Koplak dengan terbata-bata dan sesak nafas sudah mandiri— bahkan teramat mapan. Bahkan menurut Koplak, Kemitir itu sudah sangat kaya. Barang-barangnya juga semua yang melekat di tubuhnya bermerk, tidak ada yang murah. Bahkan dari foto-foto yang disodorkan kepada Koplak,
Kemitir sering berbelanja untuk komsumsi tubuhnya di luar negeri. Koplak sih senang saja dengan kemajuan anak perempuan semata wayangnya — perempuan kecil yang dulu selalu merengek-rengek jika mengingankan sesuatu, atau akan menangis sambil menjerit-jerit sekeras-kerasnya jika kulitnya tergores. Sampai para tetangga akan berdatangan disangka Koplak memukul, atau melakukan kekerasaan pada anaknya.
Begitulah cara Kemitir kecil mencuri perhatian Koplak, luka tergores saja terasa seperti luka bacok yang parah, karena jika Kemitir menangis dan meraung seolah sedang memanggil seluruh warga desa. Begitulah Kemitir mencuri perhatian dari orang-orang. Sejak kecil Kemitir memiliki kulit yang bersih, mata yang bulat tajam, terlihat bercahaya jika orang memandangnya.
Makin lama dipandang, Kemitir akan semakin tampak menggemaskan dan membuat orang-orang ingin mencubit pipinya yang gembul dan membelai rambut yang sedikit kecoklatan jika ditimpa matahari. Kemitir kecil dan Balita adalah Kemitir yang menggemaskan. Kemitir saat ini adalah ….
Koplak menarik nafas, kadang ada perasaan terkikis, tersiksa, nelangsa dan perasaan tidak berdaya. Apakah jika lelaki berumur menjelang 50 tahun akan merasa harus mendapat perhatian khusus? Harus dijaga layaknya seorang anak kecil? Apakah kekhawatiran Kemitir terhadap diri Koplak tidak berlebihan? Koplak terdiam sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Itu fungsinya punya anak perempuan. Kau harusnya bersyukur, Koplak. Anakku semua lelaki tujuh orang. Dulu sebagai laki-laki Bali aku bangga sekali ketika anak pertamaku lelaki. Aku sampai menghaturkan dua babi guling di Merajan, tempat ibadah keluarga. Bersyukur karena bagi lelaki tidak memiliki keturan lelaki bukan lelaki namanya. Hidupnya akan sengsara jika hanya memiliki anak perempuan. Pikiran itu benar juga, bagaimana jika anak perempuan semuanya diambil orang dan hidup dengan aturan-aturan keluarga suaminya. Aturan yang berbeda dengan aturan kita.
Faktanya, saat ini seluruh anak lelakiku merantau, bahkan odalan, upacara penting di desa juga tidak bisa hadir. Jika aku dan istriku sakit juga kami berobat sendiri. Walaupun sudah ada BPJS kami berdua kesepian. Serius ini! Bahkan yang hadir di rumah kami adalah uang yang ditransfer masing-masing anak dengan rutin. Kami sudah tua, aku dan istriku juga punya pensiun sendiri-sendiri sebagai guru di desa. Cukuplah untuk hidup kami sehari-hari.
Kami tidak butuh uang, kami ingin tujuh anak lelaki itu salah satunya ada yang pulang, tinggal bersama kami. Menemani kami mengisi hari tua bersama-sama. Tidak ada satu pun yang berkenan mengikuti saran kami. Kata mereka, mereka tidak bisa hidup di desa, jika hidup di desa mau kerja apa? Bagaimana sekolah anak-anak? Dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan mereka yang justru jadi beban kami sebagai orang tua. Kemitir itu baik, masih hormat padamu. Bersyukurlah kau memiliki dia. Untuk apa punya seribu anak lelaki jika tidak bisa disentuh.”
Begitu kata-kata Pan Balang pensiunan guru SD, yang saat ini justru terlihat mencoba bahagia dengan realitas yang mereka hadapi. Untungnya Pan Balang tinggal di desa, jika terjadi sesuatu orang-orang desa dengan ringan tangan akan datang dan bersedia merawat pasangan sepuh itu, tanpa pamrih, tidak juga menggerutu.
Koplak menarik nafas sambil merenung kembali. Apa mungkin dia harus mencari istri?
Fakta demi fakta kasus pembunuhan istri muda sewa empat pembunuh bayaran, untuk bakar suami dan anak tiri terus terungkap setelah otak pelaku berinisial AK (45) dan anaknya KV (25) dan dua pembunuh bayaran yang disewanya, yakni AG dan SG berhasil tertangkap polisi di Lampung, karena sang istri muda memiliki hutang 10 miliar.
Suara TV terdengar keras, Koplak terbelalak. Keluar keringat dingin deras membasuh tubuhnya. Tiba-tiba saja wajahnya terasa kaku, lehernya tersedak seolah Koplak lah yang diracun dan hendak dibakar. Koplak menepuk-nepuk kepalanya. Tidak. Tidak. Kenapa aku memiliki pikiran mau kawin lagi? Bagaimana kalau aku diracun istri mudaku? Bagaimana kalau Kemitir dibakar hidup-hidup. Koplak menggigil terkencing-kencing menuju kamar mandi. Celana kolornya basah. Rona ketakutan melabur wajahnya. [T]
TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret 2026. Wayan Jengki Sunarta membahas antologi p...
Teknologi drone telah mengubah cara kita merekam pengalaman perjalanan. Dengan menerbangkan drone, kreator dapat menangkap pegunungan, garis pantai, kota, hingga lanskap tersembun...
Sidang pembaca yang budiman, tangal 30 Maret adalah peringatan Hari Film Nasional. Nanti bisa jadi akan kita lihat kemunculan satu kebiasaan lama, biasanya dari para kritikus, yai...
PEMAIN masuk arena secara bergiliran. Dengan gerakan berbeda-beda mereka berjalan tergesa, dinamis, kadang saling silang, kadang sejajar. Mereka bersuara meniru sirene ambulance:...
Melampaui Narasi Hitam-Putih Dalam percakapan global, konflik Israel–Palestina sering direduksi menjadi pertarungan agama: Islam versus Yahudi. Narasi ini sederhana, emosional,...
LAHIR dan tumbuh sebagai seorang Muslim, fondasi keyakinan saya dibangun di atas pilar yang kokoh namun abstrak, yaitu percaya kepada yang ghaib. Konsep ini menuntut kepatuhan mut...
Ada satu pertanyaan yang jarang disentuh secara jujur dalam praktik perbankan: apakah kreditur selalu berada dalam posisi beritikad baik, bahkan ketika debitur sedang berjuang unt...
— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 Maret 2026 Dalam perjalanan spiritual Nusantara, Hindu Bali dan Jawa, dari abad 5 Masehi sampai abad 15 Masehi telah mencapai sebuah orkestrasi...
APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya sebuah tempat yang dibangun...
RAHTWO ROCK BALI, musisi yang selama ini dikenal sebagai bagian dari grup Triple X Bali, kini melangkah ke jalur solo dengan merilis single perdananya bertajuk “Linglung”. Sebuah...