Belajar Kesetiaan dari Anjing Bali
JANGAN mengaku setia kalau belum pelihara anjing bali. Jangan mengaku pecinta anjing kalau makan daging anjing. Jangan mengaku petugas peternakan kalau kerjanya membunuh anjing sem...
Tak sedikit yang mengaku menghindari check up atau pemeriksaan kesehatan deteksi dini karena rasa takut. Takut jika mereka kemudian mengetahui ada penyakit di dalam tubuhnya. Padahal konsep deteksi dini adalah justru memang untuk mengetahui adanya satu penyakit yang tak disadari. Atau untuk mendeteksi berbagai faktor risiko yang jika dibiarkan, pada suatu saat dapat saja manifes menjadi penyakit mematikan. Ini bukti bahwa tak semua penyakit dapat memberikan keluhan dan gejala, namun ia nyata ada di dalam tubuh kita. Selalu mengintip dan melancarkan serangan fatal pada saat yang tepat.
Ini mirip dengan cerita seru dalam film-film peperangan atau kisah-kisah mencekam operasi intelejen. Sangat sulit melumpuhkan lawan yang tak kasat mata. Begitulah, penyakit-penyakit yang sedari awal memberi keluhan, jauh lebih mudah mengobati ketimbang yang hadir tanpa permisi lalu meminta nyawa kita. Maka yang diam-diam inilah yang harus kita deteksi sedini mungkin untuk kemudian dapat menghentikannya.
Jadi ketakutan untuk check up adalah salah dan tak beralasan. Sama kelirunya dengan tak mau menimbang badan karena takut ketahuan beratnya, padahal maksud menimbang badan kan memang untuk mengetahui berat badan. Yang harus ditakutkan adalah makan yang berlebih tak kenyang-kenyang tentunya.
Bahkan saat deteksi telah dilakukan dengan sedini-dininya, pun penyakit belum tentu dapat dicegah. Namun setidaknya kita akan mengobatinya selekas mungkin hingga tak menjadi pembunuh ganas atau tak meninggalkan kecacatan yang berat. Kita pasti ingat akan kisah menarik salah seorang aktris Hollywood yang sedemikian peduli dengan dirinya. Saat mengetahui dalam silsilah keluarganya ada riwayat penyakit kanker, ia mengambil sebuah keputusan yang mencengangkan.
Dari sains ia paham kanker itu diturunkan, cepat atau lambat. Seakan-akan menyepakati sebuah adagium yang terkenal, yaitu sejarah akan berulang, sejarah dalam tubuh orang-orang pada satu garis genetik. Ia memutuskan untuk mengangkat jaringan payudara bawaannya dan indung telur yang masih sehat-sehat saja, hanya lantaran dalam rekam medis keluarganya ada riwayat kanker dari kedua organ penting untuk wanita tersebut. Di era teknologi medis rekonstruksi yang sedemikian maju saat ini, payudara dapat “dikembalikan” dengan mudah bahkan dalam bentuk yang lebih indah. Namun belum untuk indung telur atau ovarium. Secara teoritis aktris ini tak lagi punya risiko kanker untuk kedua organnya tersebut. Namun belum untuk kanker lain.
Deteksi dini kesehatan sangat terasa manfaatnya untuk penyakit-penyakit metabolik. Penyakit metabolik adalah sekelompok penyakit meliputi keadaan kelebihan berat badan, gangguan kolesterol, darah tinggi, asam urat maupun penyakit gula. Sebagian besar penyakit ini tak memberi keluhan dan gejala. Namun merekalah yang paling bertanggung jawab atas kejadian stroke, serangan jantung maupun gagal ginjal atau amputasi kaki akibat diabetes. Keadaan-keadaan ini boleh disebut sudah begitu dekat dengan kematian dan kremasi, bahkan dengan penanganan yang sebaik-baiknya. Betul-betul seakan aksi agen rahasia yang selalu tersembunyi dalam kegelapan maupun identitas yang disamarkan. Karena mereka tak memberi keluhan apapun maka kita perlu mendeteksinya secara berkala, tak boleh lengah lantaran kebaikannya tak memberi gejala dan rasa sakit. Maka, kini kita sadar, ternyata rasa sakit itu penting pula untuk tubuh sebagai kewaspadaan biologis.
Deteksi penyakit lebih dini, selain lebih mudah diobati, ia pun dapat mengurangi pembiayaan penyakit tak menjadi terlampau besar. Kita bisa ambil satu contoh penyakit asam urat misalnya. Check up teratur dapat memberi petunjuk kepada pasien bagaimana harus menjaga kadar asam urat dalam darah tetap dalam batas idaman. Jika kita tak disiplin menerapkan ini, maka tak sedikit kasus gangguan asam urat yang kemudian memaksa penderitanya seumur hidup teratur dua kali seminggu cuci darah. Betapa jauh beda pemulihan maupun pembiayaan keduanya. Kita bebas boleh memilih salah satu dari keduanya. Pilihlah yang pertama lalu lakukan upayanya.
Jelas sudah check up itu teramat penting dan bermanfaat untuk kita semua, apalagi saat ini penyakit-penyakit berbahaya terjadi pada usia yang jauh lebih muda. Tak perlu ada rasa takut karena deteksi dini akan mengajak kita untuk mengenali diri lebih dalam dan lebih baik. Salam sehat untuk semua! [T]
JANGAN mengaku setia kalau belum pelihara anjing bali. Jangan mengaku pecinta anjing kalau makan daging anjing. Jangan mengaku petugas peternakan kalau kerjanya membunuh anjing sem...
MAHASISWA baru, di mana pun, mau tak mau, akan mengawali “kuliah” dengan melakukan adaptasi dan pengenalan lingkungan kampus. “Kuliah” awal itu di Indonesia biasa disebut Ospek (Or...
TANGGAL tujuh belas Agustus adalah peringatan, perayaan, dan perenungan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Semua orang tahu itu. Pada tanggal 17 Agustus pada setiap tahunnya, sej...
KALAU seseorang dinilai bicara panjang lebar tetapi tak ada isinya, lazimnya orang itu disebut mengumbar omong kosong. Orang macam begini dianggap lebih buruk tinimbang seorang pen...
KAMPUS adalah tempat kaderisasi bagi para pemimpin bangsa dan negara. Di suatu negara kita mengenal adanya pemerintahan, pada umumnya pemerintahan diselenggarakan dan dijalankan ol...
“DENGAN melewati tahapan hidup dari Sudra menuju Wesya, dari Wesya menuju Satria, dari Satria menuju Brahmana, seseorang mencapai Moksha,” guru saya pernah berucap demikian suatu h...
UNTUK yang ketiga kalinya, saya menginjakkan kaki di Desa Mausamang Kiralela di Kecamatan Alor Timur, NTT. Bersahabat lebih dekat dengan desa ini membuat saya kecanduan untuk pergi...
ADA banyak cara merayakan Kemerdekaan. Seperti warga sekitar sungai Tukad Unda, Klungkung. Di situ, suasana 17 Agustus 2016 berbeda dari sebelumnya. Dari jembatan Tukad Unda terben...
Indonesia tanah airku Tanah tumpah darahku Di sanalah aku berdiri Jadi pandu ibuku ……. TIAP kali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya atau mencermati teksnya, saya selalu te...
MUNGKIN banyak yang belum tahu bahwa salah satu putra Buleleng ikut berperan dalam terbentuknya Republik Indonesia. Namanya, Mr. I Gusti Ketut Pudja. Dia menjadi satu-satunya waki...