Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
Pintu/lawang/kori di foto ini adalah situs yang "mengkonfirmasi" isi Babad Pasek.
Pasek Bale Agung Buleleng disebut dalam Babad Pasek mendapat tugas mengampu Bale Agung Buleleng. Sebagai pengampu Pura Bale Agung, keluarga ini secara khusus halaman rumahnya terhubung dengan Pura Bale Agung Desa Pakraman Buleleng. Pintu inilah penghubungnya.
Pintu ini memberi gambaran masa silam yang bisa kita interpretasi panjang lebar, bagaimana peran dan tupoksi jabatan Pasek, dengan referensi Babad Buleleng, juga menarik untuk membahas sejarah Buleleng. Pintu khusus ini menunjukkan keluarga ini punya peran sangat penting dalam pendirian pura yang menjadi pusat kegiatan spiritualitas dan sosial Buleleng di masa Kerajaan Gelgel.
Jika keluarga ini punya "lorong khusus", pengunjung umum, atau warga Buleleng yang lain, masuk-keluar pura ini melalui kori atau candi bentar umum, yang sangat megah dengan ukiran yang telah ada sebelum 1917, terletak di selatan Pasar Buleleng, barat jalan, di jalan raya Singaraja-Denpasar.
Selain sebagai situs Babad Pasek, pintu ini juga punya kaitan historis dengan perjumpaan ibu dan ayah Soekarno, Sang Proklamator dan Presiden RI Pertama. Di pekarangan dengan pintu lawang inilah Ibu Rai Srimben, ibu kandung Soekarno, dilahirkan. Di pura sebelah rumahnya, Pura Bale Agung, ia bertemu untuk pertama kalinya dengan Raden Soekemi, Ayahanda Soekarno, dengan Ibu Rai Srimben. Buah perjumpaan dan pernikahan mereka yang melahirkan sang proklamator. [T]
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang memadukan unsur drama, tari, dan nyanyi...
LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia yang berangkat dengan keberanian, namun akhirn...
PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa kehadiran Presiden Prabowo Subianto sempat menimbu...
“Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama, dalam acara ‘NGERUMPI’: Ngobrol Se...
MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa. Apalagi ketika ia mulai berbicara dengan logat...
DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku diajari bahwa Barong adalah pelindung, bukan pemangsa....
Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang tua yang tak mau purnaMereka tak punya bat...
“Mari kawan bersama kita bekerja, bersihkan lingkungan….” ITU adalah penggalan tembang yang menjadi salah satu hal menarik dari pementasan kesenian janger tradisi d...