Berbicara masalah film kartun, pada umumnya film
kartun sangat digemari di kalangan anak-anak hingga dewasa, namun ada dua film
kartun terpopuler yang membuat saya heran, yaitu film kartun
“Doraemon”, “Tom and Jerry” dan “Crayon Shinchan”. Pasti pada bertanya kenapa
bisa heran pada kartun-kartun tersebut, bukankah begitu?
Film kartun tersebut memang memiliki karakter yang
lucu dan menggemaskan, pada film kartun Doraemon karakter yang diperankan yaitu
seekor robot kucing yang terlihat lucu, dan pada film Tom and Jerry menggunakan
karakter hewan Kucing dan Tikus, sedangkan pada film kartun Crayon Shinchan
yang diperankan oleh sosok anak kecil berusia 5 tahun dengan alis tebal serta
rambut dan suaranya yang khas.
Ketiga film kartun tersebut membuat anak-anak bahkan
orang dewasa yang menontonnya tertawa, akan tetapi jika dilihat secara garis
besar 3 kartun tersebut menayangkan sifat atau sikap yang tidak pantas ditiru
oleh anak kecil. Mengapa demikian?
Coba kita mengulas satu per satu, dimulai dari film
kartun “Doraemon”, kita melihat kartun tersebut sangatlah lucu dan unik,
mengapa? Karena “Doraemon” adalah robot kucing yang datang dari abad 2000 yang dapat
berbicara dan memiliki “kantong ajaib” dan selalu membantu temannya yang
bernama Nobita menggunakan benda-benda ajaib.
Jika dipikir secara logika, apakah ada kantong ajaib
yang bisa mengeluarkan semua benda sesuai keinginan langsung didepan mata?
Sangat mustahil di dalam kenyataan, bahkan manusia sepintar apa pun belum bisa
membuat penemuan yang seperti itu, ada juga sebuah alat doraemon yang sering
muncul pada kartun tersebut yaitu “baling-baling bambu” dan “pintu kemana
saja”.
Nahhh, berbicara tentang baling-baling bambu yang
dapat dipasang di kepala dan langsung dapat terbang, jika dibawa dalam dunia
nyata terlintas di pikiran saya baling-baling itu terbuat dari apa? Kenapa bisa
sampai menerbangkan orang yang menggunakannya?
Lanjutt,,, tentang pintu ke mana saja, sebenarnya alat
ini yang membuat saya terkagum dan membuat saya sedikit berkhayal atau
berimajinasi tinggi. Mengapa bisa? Coba bayangkan, apabila benar-benar ada
dalam kenyataan pintu ke mana saja, mungkin tak akan dibutuhkan lagi yang
namanya “transportasi”, karena pintu ke mana saja sudah membawa kemanapun kita
mau.
Kemudian ada juga alat yang bernama “mesin waktu”,
dimana alat ini dapat membawa kita melihat ke masa lalu sampai dengan masa
depan. Jika dipikir ke dunia nyata, enak juga ya jika memiliki mesin waktu,
kita tidak akan terheran lagi seperti apa di masa yang akan datang, bahkan jika
dipikir kembali mesin waktu ini bagaikan Tuhan, yang sudah mengetahui secara
langsung kejadian apa yang akan terjadi selanjutnya.
Selain itu, pada film kartun ini juga adanya
kekerasan, yakni seperti tokoh Giant yang berbadan besar dengan seenaknya dan
semaunya sendiri selalu saja menindas yang lemah, yakni Nobita. Nobita selalu
saja dipukuli oleh Giant sampai babak belur.
Jadi di sini saya dapat menyimpulkan bahwa dari kartun
tersebut bahwa kartun “Doraemon” membawa kita dalam dunia yang penuh dengan
“khayalan”. Memang itu hanya sebuah kartun, namun coba bayangkan apabila ada
anak kecil yang senang sekali menonton kartun tersebut sampai-sampai ada yang
ingin memiliki alat-alat ajaib yang dimiliki Doraemon, siapa yang repot kalau
begitu kenyataannya?
Dan juga film kartun ini membuat daya pikir anak
seolah-olah berangan-angan yang tidak logis, serta mengajarkan anak-anak untuk
menindas yang lemah. Saya sering menyebut kartun ini dengan “kartun
berimajinasi tinggi”.
Lanjut ke kartun berikutnya yaitu “Tom and Jerry”,
hmmm berbicara kartun ini memang sangat lucu, karena “Tom” adalah seekor
binatang kucing dan “Jerry” adalah seekor tikus. Walaupun dalam kenyataannya
binatang tikus dinilai sangat kotor dan menjijikkan, namun pada film kartun ini
seekor tikus yang bernama Jerry tidak kelihatan seperti binatang yang
menjijikkan, namun sebaliknya, terlihat binatang yang sangat lucu.
Dalam kisah ini mereka saling jahil atau yang sering
disebut usil satu sama lain, mereka selalu ada aja masalah yang dibuat, entah
itu dari kucing Tom yang duluan maupun Jerry tikus yang duluan.
Akan tetapi dalam kenyataan pun juga seperti itu,
ketika kucing melihat tikus maka si kucing akan cepat tanggap mengejar si tikus
sampai dapat, bergitu pun dalam kartun tersebut. Yaa memang kartun tersebut
sangatlah lucu, jika ditonton pastilah ada saja tingkah lakunya yang membuat
kita tertawa, akan tetapi selain lucu, terdapat sisi negatif, Mengapa dikatakan
demikian?
Yaa pastinya kita sudah tau dong, karena mereka itu
melakukan kejahilannya menggunakan cara kekerasan, seperti yang pernah saya
tonton ada sebuah episode kartun ini dimana “Tom” dan “Jerry” saling berperang
menggunakan “Petasan”,
Menurut kalian apakah hal itu pantas untuk ditiru?
Tentu saja tidak, dan pastinya akan membahayakan jika itu dilakukan. Dan dalam
kartun ini pun juga sering melakukan kejahilan dengan cara kekerasan, seperti
adanya “pukulan” dengan alat-alat yang membahayakan. Nahhh ini juga tidak baik
dilihat untuk anak kecil di bawah umur, karena nanti mereka juga akan melakukan
kejahilan kepada temannya seperti pada kartun tersebut.
Selanjutnya kita membahas pada kartun “Crayon
Shinchan”, pada dasarnya kartun ini sangat lucu dan menggemaskan melihat
tingkah laku anak kecil berusia 5 tahun, namun terkadang tingkah laku sosok
yang bernama “Nohara Shinosuke alias Shinchan” kerap membuat ibunya menjadi
sangat marah karena sering melawan perintah orangtuanya, sehingga ibunya sering
sekali memukul Shinchan sampai membuat kepalanya benjol.
Bahkan anak kecil berusia 5 tahun ini sudah pandai
menggoda perempuan dewasa yang terlihatcantik dan sexy. Pada film kartun ini,
sebenarnya tidak pantas untuk diperlihatkan oleh anak kecil, karena pada film
ini juga mengandung kekerasan orang tua pada anak kecil yang seharusnya tidak
boleh dilakukan dan juga anak-anak yang menonton film kartun ini dapat membuat
anak berlaku keras terhadap orang tuanya bahkan sampai durhaka kepada orang
tuanya.
Jadi kesimpulannya saya menuliskan tentang 3 kartun
ini tidak pantas ditayangkan pada anak di bawah umur karena (1) kartun yang
penuh dengan dunia khayalan, tidak dijangkau dalam fakta. (2) kartun yang
mencerminkan kekerasan. Kepada orang tua jika anak-anak menonton film kartun
untuk tetap didampingi dan dilihat kembali pembelajaran apakah yang terkandung
dalam film kartun tersebut.
Karena memang tidak semua film kartun cocok dan pantas
untuk ditonton oleh anak-anak, agar moral anak tetap terjaga dengan baik
sebagaimana mestinya. [T]