Gabriela
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
Problematika sampah tidak hanya terjadi di Kota-Kota besar, sekarang daerah berkembang bahkan desa pun sampah mencuat dipermasalahkan. Sampah plastik penyumbang terbesar terutama kantong barang belanjaan. Pemerintah Provinsi Bali mengatensi penggunaan sampah plastik dan menyetop pemakaian kantong plastik sebagai penyimpan barang belanjaan.
Melihat fenomena tersebut, pemuda sebagai penggerak insan perubahan, STT Sila Jaya, Banjar Batununggul, Desa Pakraman Dalem Setra Batununggul, Nusa Penida, menggerak langsung ke Pasar Mentigi menyerahkan tas berbahan ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastic pada penampahan Galungan, Selasa (23/7).
Momentum Hari Raya Galungan waktu yang tepat bagi STT Sila Jaya mengubah pandangan penggunaan kantong plastik ke tas berbahan ramah lingkungan. Penyerahan langsung kepada pedagang maupun yang belanja. Berpakaian Adat Bali menggerak mengitari pasar yang ramai penggunjung.
Saat ditanya, Ketua STT Sila Jaya, I Dewa Gede Hendradinata menyampaikan, kegiatan ini adalah wujud kepedulian kita terhadap sampah plastik khususnya sebagai penyimpan belanjaan. Kantong plastik yang digunakan sebagai penyimpang barang belanja tersebut berdampak pada lingkungan sekitarnya lebih lagi masalah sampah sangat pelik terjadi di kecamatan Nusa Penida. Sebagai daerah berkembangnya pariwisata sampah plastik mencederai keindahan lingkungan.
Insan pemuda tergerak hati melakukan sesuatu, walaupun gerakan kecil tapi setidaknya memberikan andil besar.
“Kami menggerak dari pedagang ke pedagang lainya memberikan tas berbahan ramah lingkungan kepada pedagang hingga pembeli. Giat seperti bukan mencari gegahan semata tapi bentuk kepedulian kita. Mudah-mudahan giat ini mmberikan dampak yang besar mengubah paradigma penggunaan sampah plastik sangat berbahaya,” cetusnya.
Tas yang dibagikan kepada pedagang sebanyak 200 disebar kepada masyarakat yang melukukan transaksi di Pasar terbesar di Kecamatan Nusa Penida. Salah satu dari anggota sekaha teruna berpakaian celuluk. Mencolok dari anggota lainya pemuda tersebut mencuri perhatian warga yang berada di pasar.
Hendradinata berujar satu pemuda dikhususkan berpakian celuluk untuk mencari perhatian penggunjung mempermudah kita menyebar tas. "Sangat senang sekali giat ini, mudah-mudahan bisa berlanjut, " harapnya dengan nada semangat. [T]
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
TIGA RAMU MENGKUDU Daun; Petiklah aku Tiga kepik muda Ramu padu dengan segenggam garam Dan tiga biji beras genggam Hingga padu resep moyang Hingga...
BAGAIMANA harus melukiskannya, sebagian besar anak kos (mahasiswa) memang dikenal selalu mumet dengan hiruk pikuk perekonomian. Dari media sosial, hingga sosial media, tahu perekon...
Bayangkan sebuah hutan hujan tropis dengan vegetasi yang hanya terdiri dari satu jenis pohon, atau sebuah partitur musik yang notasinya hanya tersusun dari nada ‘do’. Menjemukan se...
Saya salah satu penikmat tari. Saya lahir dari darah seorang ibu, yang dikala mudanya pernah menjadi Penari Zapin Melayu, di salah satu sanggar yang boleh dikata cukup tua di Ponti...
BEBERAPA bulan lagi, tahun akan segera berpindah. Bali punya acara spesial di tahun 2017 & 2018. Suksesi pemegang otoritas pemerintahan provinsi dan beberapa kabupaten di Bali...
MENJADI kota niscaya menjadi modern. Premis ini berlaku pada cara pandang yang menempatkan dua kutub berbeda antara kota dan desa. Desa diasumsikan berbau tradisional, kota identik...
PARA penggiat sastra dan teater di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, bersorak ketika dua penulis dari kota itu, Joko Sucipto (puisi) dan Arung Wardana (drama), lolos untuk tampil dala...
Cerpen: Satia Guna Sebutlah aku wanita, mahluk yang menikmati penderitaan dengan berbagai macam rasa sakit. Sebutlah aku tanah, yang selalu diinjak tanpa menerima r...
KABAR DARI ZWOLLE Kenalkan aku pada wangi musim gugur Di tengah pesta roti dan remah-remahnya Yang terbang mengitari sungai Lalu singgah di beranda penuh cerita &n...