Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
Aku pernah mengasuh satu acara di Radio Guntur FM yang bermarkas di Singaraja. Acaranya setiap hari Kamis, jam 18.00-20.00 wita. Acaranya aku beri nama DeWaTa, singkatan dari DEteksi jiWA kiTA. Isi acaranya, ya, seputaran masalah gangguan jiwa, sesuai profesiku sebagai psikiater.
Misi acara itu adalah mensosialisasikan kepada masyarakat tentang gejala-gejala gangguan kejiwaan, sehingga dengan mengetahui gejala-gejalanya, masyarakat akan dapat mendeteksi dirinya, saudaranya, keluarganya, temannya, dan orang-orang di sekitarnya, sudah termasuk mengalami gangguan jiwa atau tidak. Kalau memang terganggu jiwanya, maka akan lebih cepat mendapatkan bantuan profesional.
Format acaranya interaktif. Aku ambil suatu topik dan bahas dengan hostnya. Lalu setelah beberapa saat, pendengar boleh bertanya melalui telepon tentang topik itu atau topik lain tentang kejiwaan yang mereka ingin tanyakan.
Tidak jarang dalam interaksi acara tersebut, banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan keluar dari konteksnya, misalnya ada yang nanya, "Dok, udah punya istri belum?" atau "Kalau denger suaranya, kayaknya dokter bisa nyanyi nih."
Hal-hal seperti itu sering terjadi. Dan ini dimungkinkan terjadi karena durasi acaranya cukup lama, dua jam.
Satu kejadian yang paling bikin aku sempat grogi dari 8 tahun aku mengasuh acara itu adalah saat menginjak bulan pertama, Kamis minggu terakhir, saat jarum jam tanganku menunjuk pada angka 19.45 wita, tepat sebelum aku harus membuat closing statement.
Saat injury time, ada seorang pendengar acara yang menelepon, suara seorang ibu, dia memulai percakapan.
"Dok, sebelum acara ditutup, boleh nggak saya nebak kebiasaan dokter, begini-begini saya juga punya kelebihan lho Dok?"
Karena untuk menghargai dia dan biar cepat selesai siarannya, aku bilang, "Ya bu, tapi jangan panjang-panjang ya."
"Ya Dok, pendek kok!"
"Silahkan, Bu!"
Lalu dia mulai nyeroscos dengan tebakannya. "Dokter itu punya kebiasaan kalau tidur ngorok, suka ngemil saat malam nonton TV, sambil ngerogoh-ngerogoh celananya. Benar kan, Dok?"
"Nggak ah. Tebakan ibu ngawur, lain kali tebakannya harus tepat lho." Sambarku cepat.
Lalu acara ditutup. Dalam perjalanan pulang, di mobil aku mikir-mikir, kok tebakannya si ibu itu 99,99% tepat ya?
Sampai di rumah langsung aku ceritakan kejadian itu pada istriku. Bukannya dia heran, eh, malah tertawa ngakak. Ternyata dia yang tadi nelepon.. Sialan! [T]
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...