Puisi-puisi Muhammad Daffa # Sajak Kepada Cinta

Muhammad Daffa
by Muhammad Daffa — Juni 08, 2019 in Puisi

Tatkala.co

MELUKIS PETANG DI SEBUAH SAJAK


dan kata-kata

meredam nyeri kita

sebelas musim yang runtuh

pasca bahasa


hanya angin, memulai narasi

langit adalah kegaiban waktu

yang kita tunggu


keheningan terpecah

ke dalam sungai diriku

tuhan berganti rupa


masih ada masa lalu

menggambar wajahnya

dengan senyum petang

sepotong sajak yang mengecup tangan duka


surabaya, mei 2019


MENGINGAT NABI


di dalam sabda

aku isyarat

yang perlahan

menggoreskan cahaya

tubuhku riuh

mendedah ingatan, hari-hari silap

cakrawala mengabu

dalam deret waktu yang bisu


masih ada pulang

katamu, sebab petunjuk

bukanlah yang merujuk

kepada nama-nama

juga kaum

diperbudak tabiat moyang


maka jalan panjang yang dibentang

adalah sunyi, semata sunyi


sesudah bunyi

hengkang ke dalam puisi


surabaya, mei 2019


JALAN SETAPAK MENUJU IBU


serupa apakah ingatan

menoreh kebahagiaan

atas masa lalu

yang dingin mengendap


menujumu, setapak jalan yang lindap

aku bukan kata yang terpendam dalam nyerimu


semata yang lebih haru

dari air mata


terdedah ratusan musim yang meranggas

bagai daun-daun, hilang hijaunya


surabaya, mei 2019


SAJAK KEPADA CINTA


kekasih sembunyi ke peluk puisi


matanya ialah kata yang jernih

mengalirkan mata air makna

peribahasa yang jauh dari dukana


mataku, barangkali, terlalu pedih

menafsir jejakmu


puisi ini cukup

menghangatkan sedihmu

atau yang tak terkatakan

dari cinta


kelak padam

dituai waktu

sunyi yang merajam kita

ke dalam abu


surabaya, mei 2019


MATA KATA


kita adalah mata kata

yang menulis bayang-bayang

di linimasa kesunyian

petang yang terburu

mengeja nadi magrib

burung-burung melengking

terlepas sukma, sukma yang biru

mengecup aroma cahaya

sembahyang makna, tuntas menulis narasi

merayakan jejak datang

jejak yang tak sempat diangsur malam, langit gaib

ketika tuhan pun melangkah

membaur firman yang muram


surabaya, mei 2019

Tag: Puisi
Avatar

Muhammad Daffa

Related Posts
Esai

KLAKSON

BY Hartanto Juni 20, 2026

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya sedang belajar stir mobil. Sebab, suara klak...

Read More