Terlihat raut muka dari Ni Luh Resi mengantarkan anaknya menuju ke depan gerbang sekolah menuju depan hall. Wanita paruh baya ini terlihat tergopoh-gopoh memandang ke segala arah dengan membawa tas yang ada di bahunya dan menjinjing tas kecil berisi perlengkapan untuk anaknya.
Wanita dengan perawakan kurus langsing ini merupakan orang tua dari calon siswa baru yang bernama Ni Luh Juwita Prasetya. Single Parent yang memiliki kacamata minus tiga ini merupakan satu-satunya penanggung hidup dari anak semata wayang Ni Luh Juwita Prasetya. Ibu ini bekerja sebagai tukang bersih-bersih di salah satu TK yang ada di Gerokgak.Bertugas sebagai cleaning service tentu saja penghasilannya sangatlah jauh dari kata cukup.
Harapan ibu ini kepada anaknya adalah agar anaknya bisa mencapai cita-cita sendiri tanpa dipaksa dan juga bisa mencapai harapan yang maksimal sehingga bisa merubah nasib dirinya.
Ni Luh Juwita Prasetya merupakan salah satu peserta dari Bootcamp di SMA Negeri Bali Mandara yang dilaksanakan dari tanggal 20-22 Mei 2019. Selama 3 hari 2 malam calon siswa mengikuti serangkaian proses seleksi yang sangat ketat dan juga objektif. Sebanyak 315 siswa dating dari seluruh penjuru pulau Bali untuk di seleksi menjadi siswa SMA Negeri Bali Mandara sebanyak 150 siswa.
Harapan calon siswa SMA ini sangatlah beragam dan sangat menarik bagi saya. Kisah di balik wajah-wajah lugu nan menawan mereka menurut saya perlu untuk di ketahui secara luas agar dapat dijadikan sebagai refleksi kita bersama untuk sama-sama merenung agar mendapatkan kontemplasi yang hakiki bahwa harapan pendidikan yang lebih baik masih perlu danlayak diperjuangkan bagi mereka.
Bootcamp SMAN Bali Mandara
Harapan orang tua Ni Luh Sukarini dengan anak bernama Ni Luh sekarini dari abang karangasem. Menurut ibu ini sekolah ini mampu mengubah karakter anak menjadi lebih tertib dan disiplin. Dengan keikhlasan dan niat yang tinggi harapan dari ibu ini adalah anak ini bisa di terimaanaknya bisa diterima jadi siswa di SMA Negeri Bali Mandara.
Salah satu orang tua yang lain yang bernama I Ketut Yasa dari Busungbiu yang memiliki siswa bernama Kadek Agustin menaruh harapan yang sangat besar terhadap sekolah ini agar siswanya bisa diterima karena harapan dari orang tuanya adalah mengharapkan anaknya menjadi yang sukses.
Salah satu hal yang sangat menarik yang dapat di ambil dari
pelaksanaan BootcampSMA Negeri Bali
Mandara kali ini adalah sebagian besar siswa yang ingin bersekolah di sini
mencari informasi secara mandiri. Ini merupakan salah satu bukti bahwa minat
siswa untuk masuk di sekolah ini cukuplah besar.
Selama 3 hari saya mencoba mencari perspektif yang lain dalam
menggali informasi dan untuk mendapatkan profil siswa yang mengikuti bootcamp,
beberapa hal yang menarik salah satu siswa yang bernama Juli Ardani dari
Banjar.
Perempuan ayu 15 tahun ini merupakan siswi yang sudah mengajar menjadi guru les privat sejak dari kelas 7 SMP.Juli sudah terbiasa mengajar siswa SD yang ada di sekitar rumahnya. Salah satu alas an dia mengajar hanya satu. Himpitan factor ekonomi yang cukup kencang mengharuskan juli untuk keluar dari zona nyaman seperti kebanyakan remaja pada umumnya.
Kisah pilu yang lainnya datang dari Kadek Lingga Yani dia merupakan calon siswa yang
keseharianya berprofesi sebagai pembantu rumah tangga sejak kelas 7 SMP di
desanya.Kadek mengambil tawaran tersebut lagi-lagi karena tekanan factor
ekonomi keluarga sehingga Kadek tidak punya pilihan lain untuk mengambil jalan
tersebut. Walaupun dengan bekerja sebagai PRT belum mammpu memenuhi kebutuhana
secara penuh namun setidaknya Kadek sudah mampu meringankan beban orang tua.
Makan bersama saat Bootcamp SMAN Bali Mandara
Bulir-bulir harapan berdatangan dari calon siswa yang bernama Kadek Satria Prayoga dari Sawan. Remaja dengan rambut lurus ini sejak kelas 7 SMP sudah berprofesi sebagai guide di objek wisata air terjun Sekumpul. Kemampuan bahasa inggris yang bagus dan penguasaan kosa kata yang banyak menjadi modal utama Satria untuk dapat bersekolah di SMA Negeri Bali Mandara.
Saya mencoba untuk menanyakan alas an utama kenapa dia dengan terpaksa mengambil profesi tersebut di umur yang sangat muda.Kadek satria menjawab bahwa ini dilakukan untuk membantu kedua orang tuanya agar bisa terlepas dari garis kemiskinan. Dalam hati saya sangat terketuk sekaligus berbangga kepada semua anak ini.Mereka begitu sangat mulia.Jiwa-jiwa murni dan polos dan lugu mereka membangkitkan semangat saya sebagai seorang pendidik untuk terus belajar supaya bisa mengantarkan mereka menuju cita-cita mereka.
Perlu dipahami bahwa dari 315 siswa yang mengikuti Bootcamp di SMA Negeri Bali Mandara yang
diterima hanyalah sebanyak 150 orang, jadi masih tersisa 50% lebih atau sekitar 165 siswa lagi yang
harus terdepak untuk tidak mampu melanjutkan pendidikan di SMA Negeri Bali
Mandara.Harapan harapan mereka tentu saja harus terus di kawal. Dan ini adalah
tanggung jawab kita bersama sebagai "orang tua " mereka. Calon siswa
ini adalah generasi generasi emas, mereka adalah putra putri Bali yang akan
memimpin Bali di tahun 2045 mendatang.
Seleksi Bootcamp
merupakan tahapan ketiga dari serangkaian seleksi penerimaan siswa baru SMA
Negeri Bali Mandara. Pada seleksi ini, dilaksanakan tes kesehatan, tes minat
bakat, tes kemampuan logika berpikir,wawancara dan focus group discussion (FGD).Pada tahap ini mereka berada di SMA
Negeri Bali Mandara selama 3 hari 2 malam agar dapat beradaptasi terhadap
lingkungan berasrama.
Hari pertama dilakukan tes minat dan bakat. Pada hari pertama mereka di uji kemampuan minat dan bakatnya baik dari bidang seni, olahragamaupun keterampilan khusus lainya. Hari ke-2 dilaksanakan wawancara.Panelis yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah profesional yang berasal unsur wartawan, dosen, LSM, pengawas, dan juga dari unsur lembaga swasta yang independen lainya.Disamping itu, itu juga dilibatkan guru-guru yang ada di SMA Negeri Bali Mandara.
Setiap ruangan terdiri dari 3 panelis yang mewawancarai sebanyak 17 sampai 20 siswa.Kegiatanini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana minat dan keinginan mereka untuk bersekolah di SMA Negeri Bali Mandara.
Selain itu dari wawancara juga dapat digali bagaimana tentang kemampuan interpersonal yang mereka miliki. Sesi focus group discussion berfungsi untuk mengetahui sejauh mana kemampuan nalar siswa dalam memberikan argumen dan juga kemampuan siswa untuk berdiskusi. Sebagai sekolah yang bervisi menciptakan pemimpin masa depan,keterampilan menyampaikan pendapat dan keterampilan untuk berdiskusi sangatlah penting.
Hari ketiga adalah hari untuk tes kemampuan logika berpikir. Pada tes ini siswa mengerjakan soal kemampuan berpikir untuk mengetahui sejauh mana kemampuan logika siswa.
Hampir 8 tahun saya mengikuti kegiatan Bootcamp, dapat saya simpulkan bahwa semua siswa yang berharap
untuk diterima di SMA Negeri Bali Mandara adalah
benih-benih anak bangsa yang harus kita perhatikan bersama. Semenjak saya
berada di SMA Bali Mandara dari angkatan pertama sampai saat ini, ada berbagai
macam variasi input yang sudah kita terima. Sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali diharapkan
terjadi harmonisan antara siswa untuk terus berjuang mempertahankan hidup
mereka sendiri serta keluarga.
Untuk merangkul mereka semua tentu saja tidak sendiri.diperlukan
lebih dari satu SMA Bali Mandara Bali Mandara yang lain yang mampu merangkul
siswa-siswa yang memiliki potensi tinggi serta masih jauh di di bawah garis
kemiskinan. Mari kita bersama bergandengan erat seluruh komponen komponen
bangsa baik sekolah, pemerintah, dan pihak swasta untuk terus memperhatikan
siswa-siswa seperti ini sehingga asa anak untuk tetap melanjutkan pendidikan
bisa terjadi.
Seperti asas ketidakpastian Heisenberg, bahwa posisi dan kecepatan suatu pertikel tidak bisa ditentukan pada saat yang bersamaan, karena semakin akurat kecepatannya ditentukan, maka semakin tidak akurat penentuan posisinya, demikian sebaliknya.Jika kita ibaratkan calon siswa baru ini adalah partikel, maka kita tidak bisa menentukan dengan pasti apakah mereka dapat menggapai harapanya ataupun tidak. Namun setidaknya kita sudah berusaha yang maksimal mengawal asa mereka untuk menjadi tumbuh dan berkembang sebagaimana layaknya manusia yang benar-benar manusia. Semoga. [T]
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...