Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
.
di sekujurmu tanah moyang
akan kurajah
aksara hitamputihmerah
dikitar teratai kembang
.
pagi kuminta
melantunkan sebaris kidung
cahaya fajar kujadikan puja
siang kuminta
melantunkan selarik tembang
cahaya memancar kujadikan mantra
senja kuminta
melantunkan kidung dan tembang
puja dan mantra
kusatukan dengan lembayung
menjelma genta
melantunkan suara
memenuhi jagatraya
.
cemas gulita
membuatnya tiada
kuminta diam
ketika malam
.
aku bersila menjelang merajah
dan sesudah menyembah
dan memberi salam
kepada para Dewa
diujung tangan tercakup di dada
kucipta sebatang kalam
terlukis di tangkainya
sekar padma tiga warna
.
.
pangkuanMu adalah musim
tempat keteduhan kekal bermukim
.
tapi jalan ke tempatMu berada
licin dan berbahaya
terbentang di udara, tipis
lebih tipis dari gerimis
.
sebab menganga di bawahnya
jurang tak kasat mata
bagaimana langkah kuayun
agar tak tergelincir dan terjun
ke kedalaman tak terhingga?
.
semua pangkuan yang kududuki
lebih panas dari api
cemas jadi abu
belum sedetik tegak kembali aku
.
ada di pangkuanMu
kurindukan selalu
sambil membayangkan dipangku ibu
.
ditinggalkannya aku
sepanjang waktu
memangku debu
.
Bunda Aksara
Bunda Aksara
walau tidak dengan kata
beritahu dengan tanda
agar aku kau pangku segera
.
.
dengan diriku, Junjungan
satukan, satukan
raga penari kahyangan
.
dengan rohku, Junjungan
satukan, satukan
sukma penari kahyangan
.
penari kesayangan bidadari
penari kesayangan dewa-dewi
sempurna tariannya
sempurna
.
Junjungan, Junjungan
berkali-kali aku menari
dalam kalangan
berkali-kali berhenti
.
ada bisikan
ada bisikan mengingatkan
.
gerakan tangan
tidak sesempurna
gerakan dedaunan surgawi
ketika lembut pawana menerpa
gerakan kaki
tidak sesempurna
gerakan gelatik surgawi
meniti batang padi
gerakan mata
tidak sesempurna
gerakan kilat langit sorga
ketika deras berderai hujan
.
Junjungan, Junjungan
kuingin tarianku tanpa cela
Junjungan, Junjungan
semua isi dunia
semua isi angkasa
terpana menyaksikan
.
.
akan kubuat ranjang bagi leluhur
dari tiga raga
tiga warna
di sekujur tumbuh sempurna
tiga rupa
bunga melur
.
kulukis impian
pada kelambunya
tentang air, api, udara
berwujud surya
berwujud bulan
di tiga dunia
dengan tiga angkasa
.
kuupacarai
dengan tiga sesaji
memancarkan tiga cahaya
kuberi mantra
nyala melanda tak rapuh
gempa melanda tak rubuh
badai melanda tetap ada
.
akan kubuat ranjang bagi leluhur
sesudah dua belas purnama tafakur
.
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...