Baduy Luar, Etalase Pariwisata Banten
SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami pedesaan juga merasakan nafas kemajuan s...
.
di sekujurmu tanah moyang
akan kurajah
aksara hitamputihmerah
dikitar teratai kembang
.
pagi kuminta
melantunkan sebaris kidung
cahaya fajar kujadikan puja
siang kuminta
melantunkan selarik tembang
cahaya memancar kujadikan mantra
senja kuminta
melantunkan kidung dan tembang
puja dan mantra
kusatukan dengan lembayung
menjelma genta
melantunkan suara
memenuhi jagatraya
.
cemas gulita
membuatnya tiada
kuminta diam
ketika malam
.
aku bersila menjelang merajah
dan sesudah menyembah
dan memberi salam
kepada para Dewa
diujung tangan tercakup di dada
kucipta sebatang kalam
terlukis di tangkainya
sekar padma tiga warna
.
.
pangkuanMu adalah musim
tempat keteduhan kekal bermukim
.
tapi jalan ke tempatMu berada
licin dan berbahaya
terbentang di udara, tipis
lebih tipis dari gerimis
.
sebab menganga di bawahnya
jurang tak kasat mata
bagaimana langkah kuayun
agar tak tergelincir dan terjun
ke kedalaman tak terhingga?
.
semua pangkuan yang kududuki
lebih panas dari api
cemas jadi abu
belum sedetik tegak kembali aku
.
ada di pangkuanMu
kurindukan selalu
sambil membayangkan dipangku ibu
.
ditinggalkannya aku
sepanjang waktu
memangku debu
.
Bunda Aksara
Bunda Aksara
walau tidak dengan kata
beritahu dengan tanda
agar aku kau pangku segera
.
.
dengan diriku, Junjungan
satukan, satukan
raga penari kahyangan
.
dengan rohku, Junjungan
satukan, satukan
sukma penari kahyangan
.
penari kesayangan bidadari
penari kesayangan dewa-dewi
sempurna tariannya
sempurna
.
Junjungan, Junjungan
berkali-kali aku menari
dalam kalangan
berkali-kali berhenti
.
ada bisikan
ada bisikan mengingatkan
.
gerakan tangan
tidak sesempurna
gerakan dedaunan surgawi
ketika lembut pawana menerpa
gerakan kaki
tidak sesempurna
gerakan gelatik surgawi
meniti batang padi
gerakan mata
tidak sesempurna
gerakan kilat langit sorga
ketika deras berderai hujan
.
Junjungan, Junjungan
kuingin tarianku tanpa cela
Junjungan, Junjungan
semua isi dunia
semua isi angkasa
terpana menyaksikan
.
.
akan kubuat ranjang bagi leluhur
dari tiga raga
tiga warna
di sekujur tumbuh sempurna
tiga rupa
bunga melur
.
kulukis impian
pada kelambunya
tentang air, api, udara
berwujud surya
berwujud bulan
di tiga dunia
dengan tiga angkasa
.
kuupacarai
dengan tiga sesaji
memancarkan tiga cahaya
kuberi mantra
nyala melanda tak rapuh
gempa melanda tak rubuh
badai melanda tetap ada
.
akan kubuat ranjang bagi leluhur
sesudah dua belas purnama tafakur
.
SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami pedesaan juga merasakan nafas kemajuan s...
DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah mengatakan “pilihan kata (diksi) meng...
SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Wantilan yang biasanya digunakan...
REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di bidang pertanahan. Selama puluh...
MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan, P...
DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus penjaga nilai-nilai keh...
Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata, India. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga terpelaj...
DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa...
BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang menyimak. Malam pertama Juni 2026, itul...
JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat itu adalah Buleleng. Tepat pada...