‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan
MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang kompleks, bahkan traumatik....
.
di sekujurmu tanah moyang
akan kurajah
aksara hitamputihmerah
dikitar teratai kembang
.
pagi kuminta
melantunkan sebaris kidung
cahaya fajar kujadikan puja
siang kuminta
melantunkan selarik tembang
cahaya memancar kujadikan mantra
senja kuminta
melantunkan kidung dan tembang
puja dan mantra
kusatukan dengan lembayung
menjelma genta
melantunkan suara
memenuhi jagatraya
.
cemas gulita
membuatnya tiada
kuminta diam
ketika malam
.
aku bersila menjelang merajah
dan sesudah menyembah
dan memberi salam
kepada para Dewa
diujung tangan tercakup di dada
kucipta sebatang kalam
terlukis di tangkainya
sekar padma tiga warna
.
.
pangkuanMu adalah musim
tempat keteduhan kekal bermukim
.
tapi jalan ke tempatMu berada
licin dan berbahaya
terbentang di udara, tipis
lebih tipis dari gerimis
.
sebab menganga di bawahnya
jurang tak kasat mata
bagaimana langkah kuayun
agar tak tergelincir dan terjun
ke kedalaman tak terhingga?
.
semua pangkuan yang kududuki
lebih panas dari api
cemas jadi abu
belum sedetik tegak kembali aku
.
ada di pangkuanMu
kurindukan selalu
sambil membayangkan dipangku ibu
.
ditinggalkannya aku
sepanjang waktu
memangku debu
.
Bunda Aksara
Bunda Aksara
walau tidak dengan kata
beritahu dengan tanda
agar aku kau pangku segera
.
.
dengan diriku, Junjungan
satukan, satukan
raga penari kahyangan
.
dengan rohku, Junjungan
satukan, satukan
sukma penari kahyangan
.
penari kesayangan bidadari
penari kesayangan dewa-dewi
sempurna tariannya
sempurna
.
Junjungan, Junjungan
berkali-kali aku menari
dalam kalangan
berkali-kali berhenti
.
ada bisikan
ada bisikan mengingatkan
.
gerakan tangan
tidak sesempurna
gerakan dedaunan surgawi
ketika lembut pawana menerpa
gerakan kaki
tidak sesempurna
gerakan gelatik surgawi
meniti batang padi
gerakan mata
tidak sesempurna
gerakan kilat langit sorga
ketika deras berderai hujan
.
Junjungan, Junjungan
kuingin tarianku tanpa cela
Junjungan, Junjungan
semua isi dunia
semua isi angkasa
terpana menyaksikan
.
.
akan kubuat ranjang bagi leluhur
dari tiga raga
tiga warna
di sekujur tumbuh sempurna
tiga rupa
bunga melur
.
kulukis impian
pada kelambunya
tentang air, api, udara
berwujud surya
berwujud bulan
di tiga dunia
dengan tiga angkasa
.
kuupacarai
dengan tiga sesaji
memancarkan tiga cahaya
kuberi mantra
nyala melanda tak rapuh
gempa melanda tak rubuh
badai melanda tetap ada
.
akan kubuat ranjang bagi leluhur
sesudah dua belas purnama tafakur
.
MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang kompleks, bahkan traumatik....
BUNG Karno adalah presiden Indonesia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dari 8 PresidenIndonesia,Bung Karno, Abdul Rachman Wahid (Gus Dur), dan Susilo Bambang Yudoyonomenon...
SAYA menulis ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk banyak seniman yang mungkin merasakan hal yang sama. Mereka yang menghabiskan waktu bertahun-tahun menempuh pend...
DESA Pedawa di Kecamatan banjar, Buleleng, yang dikenal dengan adat dan budaya yang unik kembali menjadi tujuan pengabdian akademik. Pada hari Rabu, 10 Juni 2026, tim Pengabdian k...
Hari itu, Kamis, 11 Juni 2026, para siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) berkunjung ke Yayasan Bali Baby...
DALAM kehidupan sehari-hari, kata "absen" sangat akrab digunakan oleh masyarakat. Di sekolah, guru sering mengatakan, "Ayo, sebelum belajar kita absen dulu." Di lingkungan peke...
SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan sawah yang hijau. Burung-burung berkicau. Angi...
KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi D4 Man...
DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu menebar cahaya sekaligus memberi sihir warna...
DI atas meja makan rumah tangga Indonesia, tempe bukan sekadar lauk pendamping yang hadir sebagai pelengkap nasi. Melainkan pilar ketahanan pangan yang paling jujur, sebuah warisa...