Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Banjar Dinas Asah, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng, punya cara sendiri untuk menarik perhatian warga agar lebih tertarik datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat Pemilu, 17 April 2019. TPS 8, yakni TPS di Banjar Asah, dibuat dengan dekorasi tak seperti TPS pada umumnya. TPS itu dihias dengan dekorasi sebagaimana acara pernikahan.
“Ini agar warga lebih tertarik untuk datang ke TPS, tidak golput. Usai nyoblos bisa dipakai selfie,” kata Made Saja, seorang pemuda di banjar itu yang juga anggota PPS.
Made Saja sendiri yang punya ide membuat dekorasi dengan nuansa manusia yadnya itu. Tujuannya sederhana saja, selain memotivasi pemilih untuk datang ke TPS, juga agar suasana pemilu tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Dekorasi itu dibuat dengan bahan-bahan alami, seperti janur, bambu, bunga dan daun kepala yang dianyam.Dekorasi dikerjakan secara mandiri oleh petugas TPS, mulai dari mencari bambu dan berbagai bahan-bahan hiasan.

Semuanya ditata sehingga menyerupai gapura ala upacara pernikahan khas Bali. Di ruangan dalam juga dipasang poster himbauan dengan menggunakan bahasa khas Desa Pedawa.

Gede Ermawan, Ketua PPS di TPS 8 mengatakan seluruh bahan dekorasi memang menggunakan bahan dari alam yang didapat di wilayah Desa Pedawa. Biaya yang dihabiskan untuk membuat dekorasi TPS itu Rp 500.000 dan seluruh pengerjaan dekorasi dilakukan PPS, pengawas TPS an warga sekitar. [T]
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...