Desa Kemenuh dalam Catatan Prasasti Bali Kuno
DESA Kemenuh, yang kini dikenal sebagai salah satu desa di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, tidak lahir dalam ruang kosong sejarah. Wilayah Desa Kemenuh memanjang dari Tegen...
.
Mungkin inilah saat mengemasi hati masing-masing.
Memasukkannya dalam koper lusuh yang lapar.
Hanya bisa mengunyah sepi sendiri. Sementara
sudah terlalu sesak kamar yang kita tinggali.
Kamar sempit di antara kesal terjepit. Pikiran
melompat ke luar jendela. Percakapan tersesat.
Ditambah para Tuhan yang keramat. Tengah sengit
berdebat. Menjadikan cinta kita kian berjarak.
Semua telah terlipat rapi dalam kotak persegi.
Laba-laba tua kehilangan sarang. Tak mampu lagi
buat menyulam benang sendiri. Hanya bisa pasrah.
Larut perlahan bersama apak koper. Memudarkan
diri. Mengekalkan perpisahan hati.
.
Inikah rasanya, berada di rahim bumi
Kembali menjadi benih yang tak pasti
Lahir disambut cium bibir matahari
Atau membiarkan diri gugur
terkikis bisu tanah
Jika sekarang waktunya memilih,
Akan kupilih hidup bagi anakku
Sebab telah kesekian kali
diri lahir kembali
Namun tak pernah sanggup
menanggalkan cemberut
pada bibir anak sendiri
Apalah yang beda dari kematian saat ini
Sedang rumah tinggal berada
di antara palung dan tebing gunung
Hari-hari adalah menanggalkan ketakutan
Buat hidup sampai esok pagi
Nak,
Jika nanti, namaku ada dalam pencarian
Jangan biarkan orang-orang itu
Menggali tanah kita.
Relakan saja tubuh ini terkubur
Menjadi pupuk buat bekal hidupmu kelak
Lupakan saja aku,
Seperti kau melupakan tangis kemarin
Saat menginginkan mainan baru
.
Seperti mekar bunga
yang berserah pada cuaca entah
Ia pun tetap menghitung
angka-angka mati ditiap detiknya
Namun selalu saja, ada yang terlupa
Saat matahari melangkah igau
Membentur ubun pohonan
Seketika segala terkesiap
Mengejar pepat kereta waktu
Begitu cepatnya! Jam-jam berdetak gagu
Angka-angka yang bisu mulai terbata
Dan perhitungan pun kembali pada detik pertama
.
Belum genap sehari kita berpisah
Waktu sudah terasa begitu purba
Kenangan kita adalah karat-karat besi
yang meredam panas matahari
–hingga jadi tua dan linglung-
membuat macet jalanan kota.
Masihkah ada cinta di antaranya?
Ah, mengapa hati mesti bertanya
Sedang pikiran terus melaju
menjelma roda yang selip
menggiring mobil ringsek ke taman
membentur tembok-tembok kusam.
Larilah denting jam yang pincang!
Bawa renta matahari menuju kubur laut
tempat meniriskan duka-duka ombak
Sambutlah tawa nelayan
Memanggul ikan-ikan yang kelak
lahir dari rahim tempayan
.
*Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” pada 1 Maret 2015
DESA Kemenuh, yang kini dikenal sebagai salah satu desa di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, tidak lahir dalam ruang kosong sejarah. Wilayah Desa Kemenuh memanjang dari Tegen...
DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal sebagai bocah ceria yang selalu penasaran terhadap...
SYEKH Abdullah memandangi poto tanpa kepala di baliho yang melekat di sebuah pohon besar itu. Ia tak habis pikir, kenapa poto nomor ururt 2 yang tanpa kepala berani mencalonkan di...
PUISI YANG AKU TULIS DI AKHIR TAHUN 12 bulan mengambang gentayanganpanas membentang dengan getirtak ada alir airkaliku kering.Hujan lahirwaktu waktu pandir digerus ketakpastian...
Prolog Ramai pemberitaan media massa serta percakapan warganet di dunia maya tentang grooming. Penelusuran pun ramai di internet tentang child grooming khususnya. Tidak h...
SUATU saat, saya ingin ‘mengusut’ lebih dalam soal novel Nadja karya Andre Breton. Pasalnya, saya ingin menambah pengetahuan tentang ‘sastra surealis’. Kata banyak ahli, novel itu...
— Catatan Harian Sugi Lanus, Śiwaratri 2026 Kenapa lontar Sundarigama tidak menguraikan perayaan Malam Śiwa (Śiwaratri) — Caturdaśi Kṛṣṇapakṣa Māghamāsa (Panglong Ping 14 Tilem...
LAMPU-lampu aula itu tak sekadar redup. Ia memerah, menekan, dan membuat banyak pasang mata saling berpandangan ─ bingung, waspada, sekaligus penasaran. Beberapa menit sebelumnya,...
Dua Tokoh, Satu Jiwa Manusia Dalam khazanah besar Sanātana Dharma, ada kisah-kisah yang tidak dimaksudkan sekadar untuk dikenang, melainkan untuk dikenali dalam diri sendiri. K...
SIWARATRI sejatinya adalah malam perenungan suci. Ia bukan sekadar penanda kalender ritual, melainkan momentum spiritual yang mengajak umat Hindu—terutama generasi muda dan kaum t...