Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
Di desa-desa lain suasananya bisa saja gegap-gempita dan penuh kemegahan, tapi di Desa Pemuteran tampak kebersamaan yang sungguh menggugah, khusyuk dan mengharukan. Karena di Desa Pemuteran, muda-mudi Hindu yang tergabung dalam Sekaa Teruna, seperti STT Stithi Aji, di Desa Adat Pemuteran bergabung bersama muda-mudi Muslim dari Pemuda Ansor, termasuk anggota Banser dan Fatser, ikut bersama mengamankan pawai ogoh-ogoh, sekaligus lebur bersama dalam barisan pawai ogoh-ogoh keliling desa.
Pawai Ogoh-ogoh di Desa Pemuteran itu sendiri berjalan sangat meriah. Ogoh-ogoh yang ditampilkan jumlahnya belasan Ogoh-Ogoh yang dibuat sejak beberapa bulan lalu. Sebagai daerah pariwisata, pawai itu juga ditonton para wisatawan yang menginap di kawasan desa itu.
Selain menyaksikan kemeriahan pawai, suasana yang ditampilkan juga unik dan jarang ada di desa-desa lain di Bali. Anak-anak, pemuda, dan orang tua, turun bersama, terlibat bersama, dalam prosesi pawai. Selain bersama-sama mengarak Ogoh-Ogoh, sebagian ikut melakukan pengamanan, membuka jalan, mengatur lalu-lintas, dan tentu saja mengatur penonton.
Mereka seakan tak mengenal kata lelah, dari sore hingga malam mereka terlibat dalam semangat kebersamaan. Yang sangat menarik, tampak sekali tak ada sekat antara pemuda Muslim dan teruna Hindu serta warga-warga tetua mereka, dalam acara itu. Satu hal yang pasti, mereka sama-sama bersemangat hingga suskses semua acara.



Ketua Pemuda Ansor Desa Pemuteran, Syarifuddin, mengatakan dalam acara pawai Ogoh-ogoh itu memang semua Perangkat Desa Pemuteran, STT Stithi Aji Darma, Kelian Desa Pakraman, Karang Taruna Putra Sesana Pemuteran, Pengurus FKUB Pemuteran, Ansor-Banser, dan Fatser.
Menurutnya, partisipasi warga Non Hindu sebagai peserta pawai, ini baru tahun ini dilakukan. Tapi kalau membantu pengamanan di jalan saat ada upacara keagamaan, sejak dulu memang sudah biasa dilakukan bersama-sama , baiuk warga Hindu maupun warga non Hindu, di Desa Pemuteran.
“Dan yang paling penting, Hubungan baik semacam ini, hubungan baik yang sudah terjalin sejak dulu di Pemutetan, harus tetap dijaga. Dan zaman sekarang, hal-hal semacam ini sangat perlu ditampilkan, karena mengingat akhir-akhir ini ada oknum yang mencoba memecah-belah warga mengatasnamakan agama,” kata Syarifuddin. [T/*]
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...