Ini adalah sebuah cerita dari tahun 2018. Sempat terkubur karena memang sengaja dikubur hidup-hidup. Namun layaknya zombie dalam film Resident Evil, kini cerita yang terkubur selama setahun, bangkit lagi guna membius para “mahasisa” agar mampu menertawai nasib mereka saat ini.
Seperti biasa kantin
merupakan tempat favorit yang saya jajaki bersama teman-teman. Tak seperti perpustakaan, menurut saya pribadi, kantin
juga merupakan tempat di mana informasi bisa kita dapatkan. Bahkan informasi
yang kita dapatkan tak sungkan-sungkan mengenai problema sosial, (itupun kalau
kalian perhatian dengan keadaan sekitar dan tak sibuk menyeruput makanan
sembari melihat gawai hehee).
Fenomena itu, mulai
dari percakapan sederhana mengenai keluh pembeli tentang panasnya pisang goreng
yang baru saja diangkat dari penggorengan hingga dialog antar petugas
kebersihan tentang anak-anak mereka yang mereka besarkan sedari kecil hingga kian
hari kian tumbuh pesat.
Dan di antara
dialog-dialog tadi, ada satu dialog yang menjadi pusat pendengaran saya. Sebut
saja Atta dan Ahha (nama samaran). Keduanya merupakan mahasiswa tingkat akhir
alias "mahasisa" yang masih melaksanakan kewajiban mereka yakni skr**si
(maaf kata ini agak sedikit tabu di telinga para mahasisa).
Alkisah, saya sedang
menunggu mie goreng pesanan saya. Sembari menunggu, saya memainkan handphone.
Ya meski hanya buka tutup Line, WA, Instagram dan Facebook. Saya duduk persis
di depan Ahha. Ahha yang sudah sedari tadi berada di kantin tampak asyik
memainkan game online PEUBEGE di gawainya. Bersamaan dengan datangnya mie
goreng pesanan saya, Atta pun datang menghampiri Ahha.
"Kak, makan, Kak," sapa saya
pada Atta dan Ahha.
"Oh yaya, Dik," sahut mereka
Sembari saya menyantap mie, mereka pun
mulai bercengkrama....
(Percakapan
ini saya sajikan dalam gaya bahasa anak Jakarta sana. Kalau pakai bahasa Bali,
nanti ceritanya dikubur lagi hehe. Maklum netizen Indonesia).
Atta: "Serius banget muka lo. Emang
apaan yang belum selesai?"
Ahha: "Gue mah udah kelar semua.
Tinggal nunggu ACC doing.”
Atta: "Ya elah nyet! Muka lo tu
udah kayak orang stress gue liat. Setiap ketemu lo, gue selalu mikir, nih orang
mikirin apa lagi sih?”
Ahha: "Gila, banyak pikiran nih
gue. Orang tua menuntut gue biar cepet wisuda, tapi dosen malah memperlambat.”
Atta: "Maksud lo?”
Ahha: "Bimbingan ke Dospem (dosen
pembimbing) 1, eh disuruh bimbingan dulu ke dospem 2. Bimbingan ke dospem 2, malah
disuruh ke dospem 1 nya dulu. Dibolak-balik kayak gitu terus pokoknya.”
Atta: "Kibulin aja. ehh uluk-uluk
gen. Bilang aja sama dospem 2 lo. ‘Pak/Bu, ini sudah di ACC oleh dospem 1,
sekarang tinggal Bapak/Ibu saja.’ Kelar deh urusan!”
Ahha: "Masalahnya tu gue belum
sempet ketemu sama dospem 1 dan 2. Baru lewat chatt doing.”
Atta: "Ya elah nyet, nyet!! Ngomong
dong.”
Ahha: "Nih sekarang gue maunya
ketemu sama pembimbing 1.”
Atta: "Emang siapa sih pembimbing
lo?”
Ahha: "Tuh si Bu Bunga (nama
samaran).”
Atta: "Kok bisa sama gitu sama gue?"
Ahha: "Dengerin ya. Gue tuh kemarin
udah janjian jam 11. Asal lo tau, gue udah dari jam 9 di kampus. Gue chatt gak
dibales, telpon gak diangkat. Parahnya
lagi, tadi jam 3 sore baru dibales. - Maaf ya nak Ibu lupa, tadi Ibu ke salon.
- ANJAYY!!"
Atta: "Hahahahaa. Kalo gue beda.
Nih, tadi kan gue habis makan di warung depan, nah trus gue ketemu nih sama Bu
Bunga. Trus gue malah dipanggil - Eh nak, kamu mahasiswa bimbingan saya ya? -
Iya Bu. - Jadi bimbingan sekarang? - Iya Bu jadi. Gue mikir, kok gue yang malah
diingetin ya? Hahaa.”
Ahha: "Nikmat anjay! Giliran gini,
gue jadi pengen ganti wajah biar ganteng kayak lo.”
Atta: "Ganti aja profil WA lo.
Pasang noh foto artis korea sekalian. Gue jamin pasti dibales!”
Ahha: "Sama aja nyet!
Ujung-ujungnya bakal ketemu juga.”
Atta: "Eh tapi gue serius ni.
Pengen banget gue memberontak. Capek gue!”
Ahha: "Jangan ngambil kerjaan
lebih, ta. Udah tahan lagi dikit aja!”
Atta: "Bukannya gitu nyet. Lo kenal
Alex kan?”
Ahha: "Tau. Kenapa emang?”
Atta: "Gue tumben banget lihat
orang polos kayak Alex marah. Dia kan pembimbingnya pak Sukonto Legowo (nama
samara). Jadi ceritanya, si Alex udah ngasi BAB 2 nya ke Pak Sukonto, tapi udah
1 bulan nih belum direspon juga si Alex. Gila gak tuh? Sekarang Alex kesel nih
dan dia chatt terus bapaknya eh malah diultimatum sama pak Sukonto – Saya lagi sibuk. Jangan kejar-kejar saya! Gilak! Itu si Alex marah banget. – Biasain aja, jangan nge gas! Gitu kata
Alex tadi ke gue. “Ya kalo emang gak mau diburu mahasiswa, baca skripsi
mereka”.
Tak terasa mie dan
sebotol air kemasan tanggung pun sudah saya habiskan sambil mendengar cengkrama
tadi. Pada beberapa dialog, saya sempat tertawa. Hahaa.. Ada-ada saja ulah
dosen-dosen itu. menurut kalian gimana?
Tak selang lama, saya pun mengucap pamit pada Atta dan Ahha. Kantin sungguh "Jendela Dunia kedua" bagi saya. [T]
Note: Maaf jika banyak nama yang samar-samar alias gak jelas.
Cukup dosen yang menghambat perjalanan mereka. Jangan sampai tulisan ini juga
hehe. Semangat kakak-kakak ku!!