Angga Wijaya# Sajak-sajak Jakarta

Angga Wijaya
by Angga Wijaya — Februari 23, 2019 in Puisi

Tatkala.co

SUBUH DI JAKARTA

Adzan pagi ini membangunkanku
Suaranya masuki keheningan hati

Orang-orang terbangun dari tidur
Berangkat mencari penghidupan

Syahadat menggema di langit pagi
Keesaan tuhan seperti diajarkan-Nya

Aku menyaksikan doa dipanjatkan
Damailah diri dan semesta abadi

Kau bergegas menuju masjid itu
Bersujud atas segala suka-duka

Kulihat sisa purnama di ujung sana
Ingatanku terbang jauh ke asalku

Pergilah segala cemas dan gelisah
Jalani apa yang menjadi takdir kita

Kusongsong matahari di kota asing
Cahaya terangi diri penuh kegelapan

Mari memulai hari dengan cinta hakiki
Jalan menuju terang dan kemilau hati


Jakarta, 25 Oktober 2018, 04.22 AM


NOCTURNO JAKARTA

Lupakan soal buku-buku
Uang adalah hal penting
Buku tak bisa tunda lapar
Ia hanya untuk kaum kaya

Lihatlah, menjelang pagi
Jalanan tetap sibuk-riuh
Entah kemana mereka
Apa yang dicari tak tahu
Begitulah perangai kota

Di kamar aku tetap jaga
Tak bisa pejamkan mata
Pikiran penuhi kepalaku
Kau yang terlelap di sana
Berbahagialah dalam tidur

Esok pagi aku ingin keluar
Hirup doa subuh muadzin
Di sini orang rajin berdoa
Ingatkanku pada kampung
Loloan yang jauh di pulau

Ribuan kilometer aku terbang
Demi seuntai mimpi tertunda
Aku menang, kau senang tentu
Rencana akan kita jalani nanti
Kupinang kau dengan bahagia

Teleponlah aku jika kau bangun
Kurindu suara dan tawa riangmu
Dua hari lagi aku akan pulang
Tunggu aku di ruang kedatangan
Tempat akhir pecinta seperti kita

Kubayangkan kita menikah
Dua manusia memberi saksi
Anak-anak lahir dari rahimmu
Kita namai dengan kesunyian
Seperti tuhan ciptakan dunia 

Peluk-kucup diri penuh cinta
Bisikkan kata mesra di telinga
Genggam tanganku kian erat
Arungi hidup penuh keajaiban
Cinta tempat pulang-berlabuh


Jakarta, 25 Oktober 2018. 03:17 AM

SONETA JAKARTA

Tak kulihat mentari di kota 
Seribu kenangan menyergap
Mampir di ingatan yang tua
Kuhembuskan asap rokok
Di deru jalan berangin ini

Aku ingin menemu malam
Di emperan taman seniman
Punguti kata-kata berserak
Sajak yang menjadi nyata
Kuhirup nyawa sejati puisi

Di manakah kau wahai ibu
Aku ingin melihat tawamu
Gadismu bersamaku kini
Kubayangkan pernikahan
Kan kupinang anakmu, ibu!


Jakarta, 24 Oktober 2018


INSOMNIA IBU KOTA

Apa yang kau dengar
Ketinggian begitu sepi
Kulihat sungai cahaya
Jalan raya yang ramai
24 jam tak pernah diam

Kota penuh kendaraan
Melingkar bagai ular
Rel-rel dan halte bisu
Orang tak menyapamu
Makhluk asing terasing

Penyejuk udara di kamar
Tak buatku tidur nyenyak
Aku teringat kau yang jauh
Sudahkah tertidur ini malam
Adakah kau merindukan aku

Kotamu kusinggahi sebentar
Angin terasa kian menyakitkan
Kuhirup racun di udara polusi
Kabut di langit seperti malam
Tipuan sempurna kita semua

Aku ingin tidur tanpa obat lagi
Kutulis ini dan lupakan semua
Cahaya temaram di kamar hotel
Teman sekamar menggambar diri
Ditemani senandung penyanyi tua

Kuingin susuri jalanan kotamu
Debu menempel di kemejaku
Sungai-sungai hitam dan kelam
Anak-anak riang mandi di sana 
Suaranya begitu memilukan hati

Ramalan tak berarti di kota ini
Hidup penuh ketidakpastian
Nasib di tangan kita sendiri
Janji-janji politikus bohong
Tak merubah kehidupan kita


Jakarta, 25 Oktober 2018. 01:19 AM


KEBERANGKATAN

Tak kutemukan pelangkiran di sini
Berpamitan pada dewa dan leluhur

Orang-orang berpeluk-cium selalu
Merayakan kepergian entah siapa

Kaukah yang menciumku pagi ini?
Kulihat cinta di matamu yang tajam

Tempat ini membawa sedih-bahagia
Dulu saat kita terpisah ribuan jarak

Hendak ke manakah aku tanpamu
Kota-kota menanti penuh cemas

Kulihat kegembiraan datang di sini
Saat kau tertawa di ujung telepon

Aku ingin lagi menghisap tembakau
Sebelum masuki ruang keberangkatan

Kau pun akan pergi berlibur, bukan?
Kabari aku jika rindu penuhi dirimu


Denpasar 24 Oktober 2018

Tag: Puisi
Avatar

Angga Wijaya

Related Posts
Dongeng

Takut Galungan

BY Dede Putra Wiguna Juni 27, 2026

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...

Read More