“Jesus Bless You” – Tentang Saya dan Agama
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
Pembangunan ekonomi berhubungan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut:
Pertama, apa yang terjadi dengan pertumbuhan ekonomi? Indikatornya persentase peningkatan PDB/PDRB.
Kedua, apa yang terjadi dengan pemerataan pendapatan? Indikatornya gini ratio.
Ketiga, apa yang terjadi dengan pengangguran? Indikatornya persentase pengangguran.
Keempat, apa yang terjadi dengan lingkungan hidup? Indikatornya indeks lingkungan hidup.
Jika jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut positif maka dapatlah dikatakat telah terjadi pembangunan ekonomi. Sebaliknya jika ada jawaban yang negatif maka tidak layak dikatakan telah terjadi pembangunan ekonomi.
Pada suatu masa dahulu setelah Perang Dunia (PD) II, negara-negara yang baru merdeka ingin mengejar ketertinggalannya dari negara-negara maju. Maka dilaksanakanlah pembangunan ekonomi dengan mengejar peningkatan produksi. Upaya itu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu ternyata tetap menyisakan pengangguran dan kemiskinan yang menyebabkan tidak mampu membiayai pendidikan anak-anak dan tidak memiliki biaya untuk berobat medis kalau sakit. Ternyata pertumbuhan ekonomi hanya terjadi di lapisan atas.
Dari pengalaman pembangunan itu, munculah kemudian gagasan bahwa pembangunan ekonomi itu tidak cukup pertumbuhan ekonomi saja. Diperlukan pemerataan dari pertumbuhan ekonomi itu melalui pelibatan semua kelompok dan semua lapisan masyarakat dalam pembangunan agar semua orang menikmati hasil-hasil pembangunan.
Kalau semua orang dapat ambil bagian dalam pembangunan, maka tidak ada orang yang menganggur, kalaupun ada, jumlahnya tidak signifikan, jika pembangunan ekonomi itu menghasilkan pertumbuhan maka pertumbuhan itu terjadi pada semua kelompok dan lapisan masyarakat.
Perlu kehati-hatian dalam melakukan pembangunan dengan pemerataan. Jika tidak, dalam keadaan pertumbuhan yang tidak cukup, pembangunan ekonomi dengan pemerataan atau pembangunan ekonomi inklusif bisa tergelincir pada pemerataan kemiskinan.
Situasi pemerataan kemiskinan pernah terjadi dalam sejarah ekonomi Indonesia di sektor pertanian yang oleh Geertz dan Sayogya disebut sebagai involusi pertanian.
Situasi pemerataan kemiskinan di negara-negara kaya sumber daya alam mungkin bisa diatasi dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan tetap mempertahankan pemerataan dengan memanfaatkan sebesar-besarnya sumber daya alam.
Risikonya adalah sumber daya alam dihabiskan oleh generasi kini, tidak memberi peluang pada generasi berikut untuk menikmati sunber daya alam. Pembangunan menjadi tidak sustainable.
Pembangunan ekonomi yang dibutuhkan adalah pembangunan ekonomi yang menghasilkan pertumbuhan yang cukup, melibatkan semua orang agar semua orang menikmati hasil-hasil pembangunan, dan tidak merusak sumber daya alam. [T]
Singaraja 16022019.
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
ADA semacam protes di media sosial, kenapa wayang wong, sebagai kesenian klasik adiluhung yang baru saja ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda, justru dipe...
SEPAK bola kampung kini hanya fosil ingatan. Mungkin karena kampung selalu dirundung revolusi yang dialirkan zaman. Sawah-sawah, bahkan kebun yang dulu menjadi arena laga sepak bol...
KINI sudah masuk tahun ajaran baru. Sejumlah kampus sudah bersiap-siap menghadapi mahasiswa baru. Tentu, semua tahu, hari-hari pertama mahasiswa baru disibukkan dengan orientasi ka...
BEGITU puluhan penari memasuki panggung di depan Tugu Singa Ambara Raja, sore menjelang senja di Singaraja terasa lebih berwarna dari biasanya. Warna-warna itu bukan hanya memancar...
Judul Buku: Sayap Anjing (Kumpulan Cerpen) # Penulis: Triyanto Triwikromo #Halaman: 144 pages # Penerbit: Buku Kompas # Tahun: 2003 # ISBN: 9797090914 (ISBN13: 9789797090913) /...
BULELENG Festival (Bulfest) dibuka 2 Agustus ini dan akan berlangsung 6 Agustus 2016. Ini Bulfest keempatkali sejak digelar pertamakali, Agustus 2013. Di Bali, Bulfest memiliki gem...
Ini pengalaman ketika saya mengajar di sebuah sekolah dasar di Alor, NTT, sebagai guru dalam program SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal). SEPERTI b...
MISI belum tuntas! Komunitas Masyarakat Lumpur Bangkalan terus bikin kegiatan. Setelah terlaksananya acara Festival Puisi Bangkalan, 20-21 Mei 2016, kini tengah bersiap-siap mengge...
SIAPA saja yang suka memuji dan mengagung-agungkan Bali, pasti bertemu subak. Mereka yang berniat mengikuti alur jejak watak manusia Bali, seyogyanya juga mengakrabi subak. Bagaima...