Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain ---Mengapa Begitu?
JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan bangunan pencakar langit. Orang dat...
Sebetulnya Bali memiliki rasa kasih sayang seperti Hari Valentine tapi tidak ada orang yang tau tentang hal itu. Mungkin pengaruhnya kurang atau tidak merasa kekinian tidak relevan di zaman sekarang. Ungkapan kasih sayang tidak sebatas pada kekasih saja melainkan semua orang tidak terkecuali.
Jati diri Bali sebetulnya telah menginplementasikan kasih sayang kepada semua insan hidup semesta. Cuma permasahalan belum paham betul tentang filosofinya. Mengikuti tren boleh saja tapi kembali ke jadi diri kita sebagai orang Bali yang telah diwariskan berbagai budaya dan kearifan lokal penuh makna.
Sumringah merayakan hari sayang sebatas seremonial belaka, tapi kalau bisa dilakukan terua menerus. Kembali hari kasih sayang vesi Bali, tumpek krulut adalah upacara yadnya yang dirayakan setiap Sabtu Kliwon wuku krulut.
Bertepatan dengan itu umat Hindu Bali mengadakan persembahan kepada Hyang Iswara sebagai dewa keindahan. Umumnya umat hindu menggunakan banten sesayut lulut asih sebagai simbol kasih sayang kepada semua makhluk.
Sesungguhnya hari tumpek krulut berhubungan dengan ritual yang berhubungan dengan gamelan atau alat musik tradisional yang mengeluarkan suara keindahan yang suci. Upacara dilakukan dengan tujuan agar perangkat suara memiliki suara keindahan dan taksu. taksu dan keindahan akab melahirkan gerak nan indah sebagai unsur seni. Atas keindahan tersebut, seni bisa menjadi hiburan yg dapat mengahorminasasi kehidupan.
Menurut Dosen IHDN I Ketut Sandika, S.Pdh. MPd, cinta dalam arti sempit identik dengan rasa cemburu, iri hati, kemarahan rasa keakuan dll. Namun, cinta kasih dalam kaitanya tumpek krulut adalah menumbuhkan cinta universal, bahwa semua adalah saudara yang harus disayangi. vasudewa kuthumbakam semua adalah saudara.
Dan, kondisi yang demikian akan dicapai, jika perayaan tumpek krulut dilaksanakan dengan perenungan diri, dan menggunakan banten sesayut lulut masih sebagai simbol agar hati selalu bisa menyatu dengan keindahan dan diimbangi dengan kesucian (satyam, siwam dan sundaram).
Dia mengakui perubahan jaman dan keterbukaan tidak bisa kita pungkiri begitu saja, tapi tetap memegang tebuh apa yang sudah diwariskan kepada kita sebagai akar jadi diri menjalankan kehidupan masa sekarang dan nanti. (T)
JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan bangunan pencakar langit. Orang dat...
KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., berbagai program revitalisasi...
DI salah satu sudut ruang pamer lantai dasar gedung Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, sebuah lukisan terpajang dalam bingkai hitam. Di depannya, seorang mahasiswa berdiri sembar...
PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan anak di Indonesia. Melalui kolaborasi antara Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLA...
ANTARA Bung Karnodan Chairil Anwar adalah Bung Sjahrir. Chairil Anwar sebagai pengarang berhasil mengintip dan menguntit Bung Sjahrir untuk mengorek informasi tentang Bung Karno....
DI Desa Adat Pecatu, hujan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa alam. Ia adalah harapan, doa, sekaligus sumber kehidupan yang dinantikan ketika musim kering datang. Dari tradisi...
Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini dua cerita yang telah direvitalisa...
Niels Bohr dan Kerendahan Hati di Hadapan Misteri DALAM sejarah sains modern, nama Niels Bohr sering dikaitkan dengan lahirnya mekanika kuantum dan Interpretasi Kopenhagen. Nam...
JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar dari isi rekeningnya: semesta pasti punya rencana khusus...
Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah, hutan tua mendekapnya denganakar-akar yang t...