Diikuti Makhluk Gaib Seusai Piknik
BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat dunia yang lebih mengenal Bali ketimbang Indo...
Apakah memang enak menjadi pemimpin? Berikut ada beberapa kalimat yang mungkin sudah sering terdengar:
Pemimpin adalah pribadi yang dikorbankan
Pemimpin adalah pribadi yang dikorbankan merupakan kalimat pertama yang akan dicoba untuk dibahas. Seorang pemimpin harus siap berkorban untuk kelompok yang dipimpin demi kepentingan bersama. Berkorban seperti apakah? Apakah selalu bertanggung jawab dari setiap masalah yang ada?
Dalam kegiatan fit n proper test II serangkaian suksesi pengurus HMJ Matematika Undiksha tahun 2018 yang dilaksanakan pada 6 Desember 2018 di Gedung Auditorium Undiksha, ketua BEM FMIPA masa bakti 2018/2019 yang saat itu menjadi panelis menyampaikan, “Jika ada nantinya anggota yang berbuat salah, maka pemimpin juga salah. Pemimpin juga bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan oleh anggotanya.”
Tentu saja, menjadi pemimpin memiliki tanggung jawab yang lebih dibandingkan dengan anggota dalam kelompok yang dipimpin. Memiliki tanggung jawab yang lebih tentunya bukanlah suatu hal yang mudah. Disinilah pemimpin akan mengorbankan lebih banyak waktu dan pikirannya kepada kelompoknya. Bisa jadi betuk-bentuk lain dari pengorbanan juga dilakukan pemimpin.
Hal menarik yang juga sering terdengar dengan jabatan korti (koordinator tingkat, biasanya sih ada di perkuliahaan seperti ketua kelas). Banyak yang menyampaikan bahwa korti itu memiliki kepanjangan korban timpal. Apakah ini sejalan dengan pemimpin adalah pribadi yang dikorbankan?
Pemimpin tidak selalu menyenangkan semua pihak
Dalam mengambil keputusan, banyak pertimbangan yang seharusnya dipikirkan. Bukannya melihat dari satu sudut pandang saja. Sebagai pengambil kebijakan, tentunya memiliki beban yang berat. Tetapi ini merupakan tanggung jawab yang memang harus dilakukan sebagai seorang pemimpin.
Terkadang keputusan untuk menjadikan kelompok ke arah yang lebih baik mendapat ketidakterimaan dari beberapa orang. Ketidakterimaan dengan keputusan yang diambil bisa jadi karena pertimbangan yang dilakukan oleh pemimpin tersebut tidak dipikirkan oleh yang tidak terima. Jadinya ya jelas tidak terima. Jika nantinya menjadi pemimpin dan ada yang tidak sepaham, ya itu hal yang wajar. Yakinilah itu juga memberikan dampak yang positif.
Sebagai contoh, kebijakan larangan menggunakan rok di atas lutut untuk ke sekolah. Ketidakterimaan dengan kebijakan ini tentu saja ada. Seperti yang disampaikan sebelumnya, karena tidak memiliki pertimbangan yang sama, ketidakterimaan ini muncul. Tentu saja, tidak semua pihak senang. Apakah kebijakan ini bertujuan untuk hal baik? Ya.
Walaupun tidak selalu menyenangkan semua pihak, pemimpin juga tidak boleh mengambil keputusan seenaknya tanpa motivasi membawa kelompok ke arah yang lebih baik.
Siap memimpin juga harus siap dipimpin
Dalam beberapa kondisi, seseorang harus siap dipimpin sebelum menjadi pemimpin nantinya. Ketika dipimpin, ada pembelajaran yang bisa diambil dan nantinya bisa diterapkan saat memimpin. Karena semuanya nanti akan menjadi pemimpin jelaslah sikap menerima untuk dipimpin harus dimiliki setiap orang. Maka ketika dipimpin, perhatikanlah bagaimana pemimpin yang ada, apa yang dilakukan, dan apa pelajaran yang bisa diambil.
Ketika ada hal yang harus diperbaiki, perbaikilah ketika menjadi pemimpin nantinya. Ketika sudah selesai menjadi pemimpin dan ada pemimpin baru, siaplah untuk dipimpin. Yakinilah bahwa pemimpin yang ada merupakan orang yang tepat untuk membawa kelompok ke arah yang lebih baik.
Siap dipimpin, kita juga harus peduli dengan pemimpin yang ada bukan hanya ikut perintah tanpa berpikir. Saat dipimpinlah kita bisa melihat apakah keputusan yang diambil oleh pemimpin perlu pertimbangan tambahan atau tidak. Ingat saja bahwa semua untuk kelompok agar menjadi lebih baik kedepannya. Ketika dipimpin dukunglah pemimpin yang ada.
Menjadi pemimpin bukanlah hal yang susah jika sudah disiapkan dari sebelum-sebelumnya. Mari lihat pemimpin-pemimpin yang ada, siapa tahu kita adalah pemimpin selanjutnya. (T)
BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat dunia yang lebih mengenal Bali ketimbang Indo...
PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka kesalahp...
PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan melemparkannya ke arah depan, seolah men...
APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era reformasi bukan pada keamanan akan tetapi tidak adanya kepastian hukum. Ada tiga&...
Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih menggema dalam kesadaran kolektif mas...
PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis berdiri di Bali sebelum periode kemerdeka...
“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan, atau perilaku yang dianggap lumrah dalam perg...
JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni adalah bulan kelahiran dan kewafatan Bung...
SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk jenjang S1, S2, S3, profesi,...
“Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya, Made Jembar sedang men...