Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
Disiplin ilmu terkadang bersebarangan dengan naluri batin, keseimbangan diri. Maka, melalui berkesenian megambel bisa jadi satu cara pelepas kerinduan dan hasrat.
Apalagi, budaya dan agama sulit membedakannya. Berbicara agama pasti sangkut paut budaya, kental budaya dan agama bercampur sedemikian rupa, dan manusia Bali di sisi lain seakan berkewajiban berkesenian.
Megambel dan menari serta berkesenian lainya adalah sebuah persembahan kepada yang Maha Kuasa. Jiwa-jiwa fana lubuk hati serasa lega tanpa kesudahan seperti orang piknik rasanya plong ketika berksenian jadi jawaban. Mencari kesenangan terkadang orang membayar mahal di sini sedikit berbeda namun jangan samakan ujungnya mencari keseimbangan hidup.
Megambel tidak asing bagi Pande Bagus Gede Guna Sesana. Sejak kecil sudah berteman dengan alat musik terutama gamelan. Terlahir keluarga seniman tentu membentuk karakter seorang Guna Sesana. Bagi dirinya megamel adalah sebuah pengabdian diri tanpa memikirkan timbal balik yang didapat yang terpenting pergolakan bisa dilampiaskan.
Pria asal Sebuninus, Desa Sakti, Nusa Penida, Klungkung, Bali, berkesenian tanggungjawab bagi diri sendiri, keluarga dan krama sekitarnya. Memang tidak semudah membalikkan tangan, butuh kesabaran dimana proses berkesenian tidaklah menonjolkan ego tapi kebersamaan dalam situasi genting sekalipun.
"Dari kecil saya sudah terbiasa melihat orang menggamel kebetulan ayah saya adalah seorang pengajar gemelan secara tidak langsung diajak sering jiwa terkontaminasi dan tertarik, " kata ayah dua anak.
Memilih hidup di kampung sendiri ketimbang gemerlap Denpasar menyandang arsitek Alumnus Universitas Warmadewa sebuah pertempuran batin. Melepas hingar bingar karier rimba kota metropolitan pertualangan besar hidup Guna Sesana. Di kampung ia tetap bisa bekerja sebagai arsitek seiring perkembangan pariwisata.
Investor lokal tidak mau tinggal diam di situ Guna Sesana dapat mencurahkan ilmu mendesain sesuai pesanan. Prinsip kekeluarga yang didepankan menjalankan profesinya, cara seperti itu lebih menyentuh yang menggunakan jasanya tersenyum lepas menerima hasil karyanya.
Memiliki waktu luang suami Desak Made Sri Dewi bercengkrama sambari berbagi ilmu gemelan. Dengan cara begitu lebih elegan yang diajar lebih senang. Suasana menyenangkan menimbulkan rasa penasaran sehingga tumbuh rasa senang menggambel. (T)
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...