Topeng Tugek Carangsari – Memainkan Topeng Mengolah Karakter
KALANGAN Ayodya di Taman Budaya Bali, malam itu begitu riuh. Gelak tawa dan tepuk tangan terus berganti. Penonton berjejalan. Duduk berdesak-desakan. Banyak yang akhirnya duduk les...
Tapi aku membaca dan menyukainya. Dia menceritakan sekolahnya dan menurutku sekolah itu agak berbeda dari sekolahku.
Nama sekolahnya adalah TS, kepanjangannya Terbaik Sunopa. Masing-masing kelas ada sebutannya, sebutan kelas satu adalah Untuk Pemula, kelas dua sebutannya Naik Tingkat, kelas tiga sebutannya Jangan Menyerah, kelas empat sebutannya Dalam Perjalanan, kelas lima sebutannya Hampir Sampai, dan kelas enam diberi nama Tingkat Tertinggi.
Menurutku menamakan kelas seperti itu ide yang menarik. Tapi di sekolah itu ada sebuah peraturan, kalau ada murid yang tidak bawa bekal diberi hukuman berlutut di halaman sampai jam istirahat, dan menurutku peraturan itu sangat bodoh.
Bagian favoritku di cerita itu, selain bagian dia menghadapi kepala sekolahnya, adalah ketika mamanya bilang “Setiap orang harus berani bicara, dan dia tidak boleh takut hanya karena dia anak-anak”. Mamanya juga bilang “Orang dewasa juga melakukan kesalahan. Jadi anak-anak juga harus mengingatkan”.
Bagian itu bagian favoritku karena aku setuju dengan kata-kata mamanya.
Oya, dia juga menghadapi ibu temannya, dia orang yang sangat berani! Aku tidak akan berani melakukan itu. Aku juga merasa kasian kepada dia karena dia sering diejek di sekolahnya, temannya suka menyembunyikan peralatannya.
Ada temannya yang bernama Lingko yang pernah menarik kursinya ketika dia mau duduk. Dan aku juga pernah digituin juga pas kelas dua, tapi aku diemin saja dan ikut ketawa karena aku pikir hal itu tidak terlalu berbahaya, tapi aku sadar kemudian itu berbahaya ketika bunda dan guruku berbicara bahwa itu sangat berbahaya.
Dia juga punya teman bernama Birnas, dia pernah mengangkat rok sekolah Naya tinggi-tinggi sampai celana dalamnya keliatan oleh anak-anak lain, dan yang melihatnya tertawa. Kasian Naya, aku akan merasa sangat malu kalau ada orang yang melakukan itu padaku. Nakal sekali temannya itu.
Di cerita “Hukuman Dari Mama” ada bagian ketika temennya yang bernama Bose menjambak rambut Naya dan anak-anak yang lain berrorak dan berteriak “Ayo Bose! Jangan dikasih ampun!” “Ayo Bose…..!!” dan bagian itu sangat menyedihkan aku merasa bersalah kepada Naya.
Tapi Naya melawan balik dan menggigit tangan Bose, aku merasa bangga padanya karena dia tidak mengalah, tapi akhirnya dia dapat hukuman dari mamanya, hukuman mamanya adalah untuk membuat cerpen,
Cerpennya ternyata sangat kreatif dan aku suka cerpennya itu. Cerpennya menceritakan tentang sebuah monster, Monster Tembok! Bagus dah pokoknya. Ada juga salah satu ceritanya menceritakan pengalaman membolosnya. Dia ke perpustakaan dengan ibunya dan dia mendeskripsikan perpustakaan itu seperti apa, dan mendengarkan deskripsi itu, aku ingin sekali ke perpustakaan itu.
Kapan-kapan aku ingin bertemu dengan Abinaya dan menjadi sahabat dekatnya. (T)
Singaraja, 14 Desember 2018
KALANGAN Ayodya di Taman Budaya Bali, malam itu begitu riuh. Gelak tawa dan tepuk tangan terus berganti. Penonton berjejalan. Duduk berdesak-desakan. Banyak yang akhirnya duduk les...
JIKA di atas meja belajar anda terdapat dua buah benda yaitu gadget dan buku, manakah yang akan anda pilih? Saya percaya, demi sinetron kesukaan ibu-ibu di tivi, kebanyakan dari a...
LAGU anak-anak itu kadang unik, terutama liriknya. Saat Taman Kanak-Kanak dulu kita tidak begitu hirau dan memang tak banyak mengerti arti dan maksud lagunya itu apa. Cuma nyanyi d...
BALI merupakan kepulauan seribu pura yang telah terkenal sejak zaman dahulu. Masyarakat Bali tak lepas dari Tri Hita Karana yang merupakan landasan kehidupan beragama dan beradat....
JIKA benar harga rokok setinggi langit biru, dan jika benar harga tinggi itu bisa menghentikan orang merokok, dan (siapa tahu) nanti benar-benar tak ada yang merokok, bagaimana nas...
PERNAH nyuluh jangkrik? Zaman saya kecil, di desa saya di Jembrana, nyuluh jangkrik (memburu jangrik malam hari) adalah kegemaran saya dan teman sebaya. Jauh-jauh sebelumnya, bapak...
Cerpen: Putri Handayani HAMPIR setiap hari Griya Siwa tidak pernah sepi dari orang-orang yang ngayah1. Mulai dari membuat sarana upakara sampai meracik tirta, semua dilakukan oleh ...
KELAHIRAN istilah 'simakrama' menarik untuk ditelusuri. Awalnya istilah ini yang lebih mengarah pada padanan kata 'silahturahmi', yang mencerminkan keinginan untuk berbicara dan sa...
ADA serombongan remaja sedang berebut peran. Mereka akan menjadi pelakon sandiwara dalam perayaan Agustusan tingkat RT. Peran konglomerat, menteri, dokter, mahasiswa, semua mereka...
GARIS berliku itu menyerupai sungai. Lebar di hulu kemudian menyempit di hilir. Warnanya hijau, biru, dan jingga. Garis berliku serupa sungai itu membelah lukisan menjadi dua bagia...