Papuk, Cucu dan Puisi
Cerpen: DG Kumarsana Di negeri ini apa saja bisa terjadi/Untuk mendapatkan keadilan kalau perlu membeli/Yang hitam bisa menjadi putih, yang putihpun begitu/Terhadap yang benar saja...
Cening Liadi[/caption]
Keterlibatannya di project 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah diawali dengan pertemuan saya dengannya lima tahun yang lalu ketika menggarap sebuah festival di Buleleng, kami berinteraksi karena bekerja untuk event kebudayaan. Lalu lima tahun berselang tanpa kabar, saya kembali dipertemukan dengan Bu Cening untuk sebuah pekerjaan kebudayaan pula.
Dari sanalah cerita mengalir, tentang pertemuan awal dan pertemuan kini, lalu yang terjadi selama rentang waktu kami tak bertemu. Semua bagaikan sudah diatur oleh semesta, saat itu saya sedang mencari sosok ibu yang akan saya angkat profilnya menjadi salah satu aktor 11 Ibu, dan Bu Cening sedikit terkejut. Dia merasa belum pantas, belum siap, belum percaya diri, dan belum-belum yang lainnya. Saya rasa hal itu bukanlah bentuk penolakan, namun kerendahhatian.
Lama pula saya ‘merayu’nya agar mau bercerita. Akhirnya beliau bercerita. Soal hidupnya, soal anaknya, soal kecemasannya, soal doa-doanya, soal misi sosial yang dikembangkannya. Saya takjub. Diam-diam Bu Cening menyimpan banyak cerita. Bahkan yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya, beliau pernah hidup berjuang sebagai pegawai honor dengan gaji kecil, mengontrak sebuah kamar sempit dan menjalankan hidup dari honor les menari di berbagai tempat. Hujan lebat, terik matahari tidak menghalangi upayanya terus mengajar menari. Bahkan sedang hamil besarpun Bu Cening tetap menari. Hanya untuk bertahan hidup, semua ujian sudah dilaluinya.
Setelah perekonomian semakin stabil, cobaan datang. Teror demi teror dialamatkan padanya. Mulai dari teror sms dari orang tak dikenal yang ingin mengganggu rumah tangganya hingga teror ilmu hitam yang hampir membuatnya kehilangan anak tercinta.
Namun dia tak membalas. Dia meyakini hidup itu indah jika dihadapi dan dijalani. Alih-alih balas dendam, dia mendirikan lembaga untuk berbagi, baik di bidang ekonomi melalui koperasi, maupun di bidang budaya melalui lembaga seni dan sosial untuk perempuan Bali. Dia tetap menari. Baginya menari adalah upaya melatih keseimbangan, kewaspadaan, kejujuran dan keihlasan mengabdi pada sesama dan semesta.
Dia adalah penari kehidupan. Namanya adalah Cening Liadi. (T)
Cerpen: DG Kumarsana Di negeri ini apa saja bisa terjadi/Untuk mendapatkan keadilan kalau perlu membeli/Yang hitam bisa menjadi putih, yang putihpun begitu/Terhadap yang benar saja...
BERCERITA Aku menemukan ibuku di masa lalu Yang memaksaku menjadi ayah masa lalu Aku teringat cerita ibuku masa SMA saat aku masih di dalam rahim Ibu berkata...
PADA akhir hidup seorang manusia, dunia tidak mengenal orang yang setengah-setengah. Hitam ya hitam, putih ya putih. Pahlawan atau Penjahat. Tidak ada yang mengenal si abu-abu. Bai...
PINTU besi itu terlihat mencolok. Pintu besi berkarat itu benar-benar menonjol. Saat memasuki galeri pameran Bentara Budaya Bali, pintu besi itu langsung menarik perhatian. Sepinta...
SALAH satu gitaris terbaik Indonesia bahkan dunia, Wayan Balawan, akan hadir dan konser di Kupang Agustus nanti. Wayan Balawan, master tapping asal Bali, akan didampingi drummer da...
HAJATAN besar sejarah pemilu di Indonesia telah dimulai Rabu, 9 Desember 2015. Ada sembilan provinsi dan 260 kabupaten/kota se-Nusantara waktu itu yang melaksanakan pilkada serenta...
BERANGGAPAN bahwa kampus adalah sebuah lembaga independen yang tidak boleh memihak kekuatan politik memang adalah sebuah kebenaran. Namun, bukan berarti tidak ambil bagian dalam pr...
(Tulisan ini dibuat dalam rangka menyongsong Serasehan Drama Gong yang rencananya digelar di Denpasar, 6 Agustus 2016) DI Bali, sebelum lahirnya institusi pendidikan seni dan Pesta...
ISU kesetaraan gender masih menjadi topik relevan yang dibahas melalui media verbal maupun non verbal. Tak terkecuali melalui medium seni rupa. Topik soal gender yang seolah ingin...
Judul Buku: Istana Para Kuli # Penulis: Yahya Umar # Penerbit: Salsabila – Pustaka Al-Kautsar Grup # Tebal: 229 halaman # ISBN: 978-602-1695-36-4 MADURA memiliki bentangan tanah ta...