Diikuti Makhluk Gaib Seusai Piknik
BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat dunia yang lebih mengenal Bali ketimbang Indo...
Pementasan Mahabrata – Asmara Raja Dewa, Garapan Teater Koma di Taman Izmail Marzuki,[/caption]
Pola-pola ketubuhan aktor dan diperan yang dimainkannya pun memiliki pertimbangan penting. Di sisi lain, sajian video artnya sangat kuat, hampir setiap adegan memiliki karakter yang berbeda. Disesuaikan terhadap lakon-adegan yang sedang berlangsung. Misalnya settingnya kerajaan, video artnya berupa tembok-tembok kerajaan, begitu pula tentang setting lainnya. Tidak hanya setting tempat mendapat tambahan seperti itu, bahkan narasi dilua keterangan tempat pun mendapat sentuhan pendukung dari video artnya.
Ada pula permainan alih dimensi, yang sangat rapi rajutannya, misalnya pada adegan melawan raksasa di dalam air, lewat kain transparan visual ditembak dan pemainnya berakting dibelakang kain transparan. Tapi ada waktu video art itu tidak terlalu mendukung atau tidak utuh dalam sajian adegannya. Misalnya saat narator menceritakan kisah pengantar di awal pementasan.
Video art mengalir tanpa musik, hanya mengandalkan narasi cerita narator. Dalam bayangan saya, semestinya ada iringan musik serta suara sang narator yang mengikuti tempo alunan musik tersebut, untuk mengusahkan satu kesatuan. Tapi sekali lagi itu sangat subjektif sekali. Karena respon tubuh yang saya miliki saat itu kurang nyaman. 4 jam lebih, 500 penonton masih duduk menanti hingga pertunjukan selesai.
Fenomena ini mengingatkan saya dan beberapa kawan ketika duduk di bangku SD menonton kelompok kesenian drama gong, atau calonarang hingga lebih 5 jam. Dua pertunjukan tersebut menyuguhkan atraksi teaterikal, lelucon dan cerita-cerita kerjaan di Bali zaman dahulu. Saya akui permainan Teater Koma yang diselingi nyanyian, lakon lucu, membantu membangun ketahanan penonton dalam menyimak jalan cerita hingga tuntas. tentu jejaringan penonton tidak berjalan singkat, perlu proses panjang untuk mencapai tersebut.
Yang saya lihat kemarin itu adalah buah panjang kerja keras bertahun. “Pementasan koma itu seperti Brodway, Brodwaynya Jakarta” kata seorang kawan dari luar kota Jakarta yang tidak ingin di sebutkan namanya.
Pula saya mengakui,beberapa kali kesempatan saya tertidur, mencoba bangun, kemudian mengikuti jalan ceritanya kembali. Sangat terganggu. Bagia saya menonton Koma, harus dengan mood yang baik, betul-betul disiapkan sejak H-1, dengan badan sehat jasmani dan rohani, serta tanpa interpretasi beku di kepala yang dibawa dari rumah ke bangku penonton. Biarkan saja tubuh bekerja apa adanya. (T)
*Tulisan ini di buat di teras hotel, menikmati Jakarta dini hari yang ramah, tanpa dengung dan umpatannya.
BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat dunia yang lebih mengenal Bali ketimbang Indo...
PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka kesalahp...
PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan melemparkannya ke arah depan, seolah men...
APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era reformasi bukan pada keamanan akan tetapi tidak adanya kepastian hukum. Ada tiga&...
Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih menggema dalam kesadaran kolektif mas...
PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis berdiri di Bali sebelum periode kemerdeka...
“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan, atau perilaku yang dianggap lumrah dalam perg...
JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni adalah bulan kelahiran dan kewafatan Bung...
SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk jenjang S1, S2, S3, profesi,...
“Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya, Made Jembar sedang men...