Genjek Kolosal, Politik Warna, dan Kebiasaan Buruk Politikus
RIBUAN sekaa genjek dari pelbagai penjuru di tanah Karangasem, Bali, tumpah ruah di Taman Ujung, Karangasem, Rabu (10/8/2016) siang. Ada yang datang menggunakan truk, mobil pik-up,...
Pementasan Mahabrata – Asmara Raja Dewa, Garapan Teater Koma di Taman Izmail Marzuki,[/caption]
Pola-pola ketubuhan aktor dan diperan yang dimainkannya pun memiliki pertimbangan penting. Di sisi lain, sajian video artnya sangat kuat, hampir setiap adegan memiliki karakter yang berbeda. Disesuaikan terhadap lakon-adegan yang sedang berlangsung. Misalnya settingnya kerajaan, video artnya berupa tembok-tembok kerajaan, begitu pula tentang setting lainnya. Tidak hanya setting tempat mendapat tambahan seperti itu, bahkan narasi dilua keterangan tempat pun mendapat sentuhan pendukung dari video artnya.
Ada pula permainan alih dimensi, yang sangat rapi rajutannya, misalnya pada adegan melawan raksasa di dalam air, lewat kain transparan visual ditembak dan pemainnya berakting dibelakang kain transparan. Tapi ada waktu video art itu tidak terlalu mendukung atau tidak utuh dalam sajian adegannya. Misalnya saat narator menceritakan kisah pengantar di awal pementasan.
Video art mengalir tanpa musik, hanya mengandalkan narasi cerita narator. Dalam bayangan saya, semestinya ada iringan musik serta suara sang narator yang mengikuti tempo alunan musik tersebut, untuk mengusahkan satu kesatuan. Tapi sekali lagi itu sangat subjektif sekali. Karena respon tubuh yang saya miliki saat itu kurang nyaman. 4 jam lebih, 500 penonton masih duduk menanti hingga pertunjukan selesai.
Fenomena ini mengingatkan saya dan beberapa kawan ketika duduk di bangku SD menonton kelompok kesenian drama gong, atau calonarang hingga lebih 5 jam. Dua pertunjukan tersebut menyuguhkan atraksi teaterikal, lelucon dan cerita-cerita kerjaan di Bali zaman dahulu. Saya akui permainan Teater Koma yang diselingi nyanyian, lakon lucu, membantu membangun ketahanan penonton dalam menyimak jalan cerita hingga tuntas. tentu jejaringan penonton tidak berjalan singkat, perlu proses panjang untuk mencapai tersebut.
Yang saya lihat kemarin itu adalah buah panjang kerja keras bertahun. “Pementasan koma itu seperti Brodway, Brodwaynya Jakarta” kata seorang kawan dari luar kota Jakarta yang tidak ingin di sebutkan namanya.
Pula saya mengakui,beberapa kali kesempatan saya tertidur, mencoba bangun, kemudian mengikuti jalan ceritanya kembali. Sangat terganggu. Bagia saya menonton Koma, harus dengan mood yang baik, betul-betul disiapkan sejak H-1, dengan badan sehat jasmani dan rohani, serta tanpa interpretasi beku di kepala yang dibawa dari rumah ke bangku penonton. Biarkan saja tubuh bekerja apa adanya. (T)
*Tulisan ini di buat di teras hotel, menikmati Jakarta dini hari yang ramah, tanpa dengung dan umpatannya.
RIBUAN sekaa genjek dari pelbagai penjuru di tanah Karangasem, Bali, tumpah ruah di Taman Ujung, Karangasem, Rabu (10/8/2016) siang. Ada yang datang menggunakan truk, mobil pik-up,...
PEREMPUAN mana sih yang tidak menginginkan tubuh indah dan dipuji banyak orang? Memiliki tubuh indah adalah impian setiap perempuan di dunia. Tapi, bagaimana dengan perempuan yang...
“Mama, please take this badge off of me, I can’t use it anymore.” (Knockin’ on Heaven’s Door - Bob Dylan) JAUH sebelum seniman besar pengusung musik balada itu berbicara murung pe...
KULIAH Kerja Nyata (KKN) seringkali menjadi senjata tajam yang dengan segala keunikannya dapat memisahkan pasangan yang bahkan telah menjalin hubungan selama bertahun-tahun. Karena...
Catatan Harian Sugi Lanus 10 Agustus 2016 . APA Bahasa Bali "Happy Birthday" & "Happy Anniversary"? Jawaban untuk pertanyaan itu adalah "rahajeng dina otonan" dan "rahajen...
BOLEH jadi, setelah membaca tulisan ini saya menjadi cukup terkenal karena mendapat protes dari kelompok pro KKN tanpa cinlok atau cinta lokasi. Bagaimana tidak, pendapat saya just...
SIAPA pun yang bicara jalur shortcut Denpasar-Singaraja selalu tampak bersemangat. Optimis. Seakan-akan setelah jalur shortcut terwujud, masyarakat akan langsung sejahtera. Padaha...
SELEBRITI artinya orang terkenal, termasyur, tersohor. Untuk menjadi terkenal, banyak hal bisa dilakukan. Jika seseorang berbuat aneh-aneh, masuk dalam kategori pemecah rekor, dia...
KULIAH Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dulu dan sekarang itu sangat jauh berbeda. Sekitar tahun 1970-an hingga 1980-an KKN benar-benar program yang ditunggu-tunggu masyarakat desa. Mah...
Judul Buku : Badriyah # Pengarang : Ayu Weda # Penerbit : Gambang Buku Budaya # Tahun Terbit : Maret 2016 # Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman # ISBN : 978-602-6776-15-0 PEREMPUAN...