Pesta Kesenian Bali: Keroncong Tidak Mati
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Tim balaganjur dari Kelusa di Festival Payangan 2018[/caption]
Festival Payangan ini menyasar seluruh Iapisan masyarakat di Kecamatan Payangan untuk berpartisifasi secara aktif mensukseskan Festival Payangan tahun 2018. Festival Payangan dilaksanakan mulai tanggal 28 Oktober sampai dengan 2 Nopember 2018 dengan mengambil tempat di Catus Pata Bencingah Agung Payangan. Semarak kegiatan Festival Payangan diramaikan denngan beberapa kegiatan, diantaranya : Parade Baleganjur, Gong Kebyar, Bondres, Sendratari, dan Drama.
Khusus untuk Parade Baleganjur diikuti oleh 9 Desa di Kecamatan Payangan, yang menarik perhatian baleganjur duta Desa Kelusa yang diwakili oleh Sekaa Gong Teruna Tirta Madya, Desa Pakraman Yehtengah. Mengangkat tema "Banyu Ranu" yang menceritakan ekspetasi air yang merupakan pemantik kehidupan. llmu sains menyatakan bahwa tanah adalah media, dan air adalah sumber kehidupan. Media mana yang terdapat air, di sana pula kehidupan dapat balangsung.
Seirama dengan hal tersebut, penata tabuh dan gerak I Kadek Angga Supandi Artha, S, Sn mencoba mengangkat kearifan lokal banjar Yeh Tengah dalam garapan musik baleganjur. Kebergantungan masyarakat Yeh Tengah terbadap sumber-sumber air yang ada membuat kehidupan masyarakat setempat menjadi makmur. segala sesuatu dipirantikan oleh air mulai dari keseharian hingga keupacaraan.
Oleh sebab itu, timbulah hubungan antara manusia dengan alam seperti dalam tri Hita Karana agar terciptanya keharmonisan. Semua hal tersebut berusaha ditransformasikan atar dasar pemikiran dalam bentuk komposisi baleganjur yang dikombinasikan dengan gerak, bermaksud untuk memersuasi masyarakat agar menjaga lingkungan sekitar.
Festival Payangan tahun 2018 bagaikan spirit semangat kepemudaan di Kecamatan Payangan. Seperti yang disampaikan oleh Ir. Soekarno pada jaman perjuangan mencapai kemerdekaan yaitu "Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia".
Maka itu mari kita sebagai generasi muda menjaga kelangsungan hidup sesama manusia, manusia dengan lingkungan dan hubungan manusia dengan Tuhan. Karena hal tersebutlah yang akan menciptakan keharmonisan dalam hidup. (T)
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Apakah yang paling membanggakan dari makhluk yang bernama manusia? “Kreativitas.” Itulah jawabnya. Manusia menjadi “lebih” ketimbang binatang karena memiliki ruang yang sangat luas...
Sebagai orang yang tidak berkompeten dalam bidang bahasa Bali, mungkin saya akan tulah idup karena apa yang akan saya paparkan barangkali banyak bohongnya. Saya bukan orang yang la...
Kaohsiung adalah kota terbesar kedua di Taiwan setelah Taipe. Di kota itulah saya berada, awal Juni 2016. Seperti sebuah mimpi, dari Singaraja – kota tempat tinggal saya - segalany...
FENOMENA The Great Pacific Garbage Patch menjadi bukti betapa kita sebagai manusia telah membunuh bumi dengan plastik. Miliaran ton sampah plastik terapung di laut, membuat jutaan...
KEMISKINAN, di Bali, bisa berarti sebuah upacara. Warga Desa Trunyan di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, sebelum berperilaku menjadi manusia miskin melakukan ritus kecil: membakar...
JIKA hobi facebook-an, singgahlah sesekali ke halaman Punk Kwala Ngibur. Bisa kita nikmati komik berbahasa Bali dari tingkat paling kepara sampai sor se-singgih-singgihnya. Tulisan...
MUNGKIN saya sudah terlambat menguraikan hal ini. Karena saat ini sudah makin banyak masyarakat yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Namun dalam konteks ini, saya meyakini bahwa leb...
Bahasa menunjukkan bangsa. Itu peribahasa yang akrab saya dengar di Sekolah Dasar dulu yang bertahun-tahun kemudian saya amini kebenarannya. Kultur sebuah bangsa, seturut makna per...
Judul Buku : Badriyah Pengarang : Ayu Weda Penerbit : Gambang Buku Budaya Tahun Terbit : Maret 2016 Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman ISBN : 978-602-6776-15-0 SELURUH cerita dala...