Pesta Kesenian Bali: Keroncong Tidak Mati
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Pemuda Theravada Indonesia (Patria) Kabupaten Buleleng[/caption]
Pada saat itu juga, momen ke-enjoy-an peserta musyawarah cabang masih dapat dilihat. Seseorang memutar lagu We are the Champion dan seluruh peserta bernyanyi bersama, seolah mengatakan selamat secara bersama-sama.
Acara dilanjutkan dengan pemasangan slempang ketua dan wakil ketua patri kepada ketua dan wakil ketua yang baru, penyerahan berkas dan setmpel organisasi kepada ketua terpilih, kemudian sambutan ketua terpilih dan barulah msuyawarah ditutup.
Sejatinya, bebragai bentuk suka cita, pengalaman, ilmu, dan banyak hal bermanfaat lainnya yang telah mereka dapat di dalam perkumpulan ini. Tentu saja banyak hal yang baik maupun buruk telah mereka lalui bersama, sehingga semua menjadi lebih berkembang dan maju.
Komang Adi Wiradnyana berharap semoga apapun yang telah dilaksakan kepengurusan lama dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat sebagai bekal untuk menjalini hidup ini. Terima kasih ia ucapkan kepada semua pihak yang terlibat dalam masa bakti kepengurusan sebelumnya. Pesannya, jangan pernah lupa setiap momen kebersamaan, melakukan berbagai hal positif dan juga menyenangkan.
Jika dalam masa kepengerusan sebelumnya, terdapat kekeliruan dalam ucapan maupun tindakan, ia mewakili kepenguran yang lama mohon maaf. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga dan meningkatkan apa yang sudah mereka bangun dan lakukan secara bersama-sama. Komunikasi, koordinasi dan kerjasama akan membuat fondasi dalam berorganisasi semakin kuat. Tetaplah melakukan pengabdian sebagai generasi penerus yang merupakan tonggak utama yang akan menjaga perkembangan Buddha Dhamma. (T)
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Apakah yang paling membanggakan dari makhluk yang bernama manusia? “Kreativitas.” Itulah jawabnya. Manusia menjadi “lebih” ketimbang binatang karena memiliki ruang yang sangat luas...
Sebagai orang yang tidak berkompeten dalam bidang bahasa Bali, mungkin saya akan tulah idup karena apa yang akan saya paparkan barangkali banyak bohongnya. Saya bukan orang yang la...
Kaohsiung adalah kota terbesar kedua di Taiwan setelah Taipe. Di kota itulah saya berada, awal Juni 2016. Seperti sebuah mimpi, dari Singaraja – kota tempat tinggal saya - segalany...
FENOMENA The Great Pacific Garbage Patch menjadi bukti betapa kita sebagai manusia telah membunuh bumi dengan plastik. Miliaran ton sampah plastik terapung di laut, membuat jutaan...
KEMISKINAN, di Bali, bisa berarti sebuah upacara. Warga Desa Trunyan di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, sebelum berperilaku menjadi manusia miskin melakukan ritus kecil: membakar...
JIKA hobi facebook-an, singgahlah sesekali ke halaman Punk Kwala Ngibur. Bisa kita nikmati komik berbahasa Bali dari tingkat paling kepara sampai sor se-singgih-singgihnya. Tulisan...
MUNGKIN saya sudah terlambat menguraikan hal ini. Karena saat ini sudah makin banyak masyarakat yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Namun dalam konteks ini, saya meyakini bahwa leb...
Bahasa menunjukkan bangsa. Itu peribahasa yang akrab saya dengar di Sekolah Dasar dulu yang bertahun-tahun kemudian saya amini kebenarannya. Kultur sebuah bangsa, seturut makna per...
Judul Buku : Badriyah Pengarang : Ayu Weda Penerbit : Gambang Buku Budaya Tahun Terbit : Maret 2016 Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman ISBN : 978-602-6776-15-0 SELURUH cerita dala...