Razia Warung? Ah, Saya Selalu Sukses Puasa Dikurung Warung
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
Jackson Segars (tengah) di Rumah Sang Karsa (foto: Sonia)[/caption]
Alur dialog seperti tak fokus, namun hampir semua bicara soal hubungan-hubungan antarmanusia dan antarkeluarga. Tentang hubungan Yu-Na dan Ken, hubungan sang nenek dan kakek, hubungan yang abadi, dan hubungan yang mungkin tiba-tiba putus akibat takdir semisal kematian.
Dari dialog-dialog yang kadang penuh bisik atau pertengkaran keluarga, film ini memang sepertinya bicara soal keabadian dan ketiadaan yang mungkin tiba-tiba. Tentang ini, keabadian dan ketiadaan, diuraikan dengan penuh simbol pada adegan-adegan jenaka antara si penghobi foto yang bernama Ken dan kakek dari kekasihnya.
Melalui kesunyian seorang lelaki tua yang mengidap dementia, yang dalam film ini dimainkan sangat meyakinkan oleh aktornya (Ken Takemoto), kita disuguhi humor yang hadir begitu alami. Di hari jelang kematiannya sang lelaki tua melihat foto dirinya bukan dirinya karena tidak seperti dirinya.
Dia bertanya pada kekasih cucunya apakah dia berpikir foto itu dirinya. Ken, sang kekasih cucunya itu lalu berinisiatif untuk mengambil foto baru lelaki tua lalu mencoba menangkap momen pose dengan berbagai kemungkinan.
Salah satunya ia mengharap pose lelaki tua itu tersenyum namun sulit baginya. Ken menganjurkan lelaki tua membayangkan sesuatu yang bahagia, namun tak berhasil. Akhirnya ia menyarankan lelaki tua berkata cheese untuk membentuk senyum. Namun sulit bagi lelaki tua mengucapkan cheese. Lalu dia melempar usul untuk mengucap kimchi. Ken setuju, “Ya katakan kimchi,” katanya.
Awalnya lelaki tua mengatakan kimchi dengan kurang bergairah. Flat kimchi. Namun Ken menyuruhnya menahan kata kimchi agar lebih terbentuk senyum yang natural. Setelah beberapa kali, terdapat momen ketika lelaki tua bisa mengucapkan kimchi sesuai harapan namun Ken justru melewatkannya.
Bagi Ken persoalannya bukan lagi soal foto semata namun momen lelaki tua menikmati kata kimchi, sebuah kesadaran segar bagi ingatan yang rapuh. Film ini berakhir ketika foto lelaki tua yang bersanding dengan foto istrinya dicabut. Menunjukkan sang lelaki tua sudah meninggal.
Pertanyaan saya, foto manakah yang dipakai di pemakaman? Foto yang lelaki tua merasa bukan dirinya atau foto pose dengan kata kimchinya.
Sutradara Jackson di usai menonton di Rumah Sang Karsa mengatakan bahwa sesungguhnya foto dengan pose terbaik versi kata kimchi tak pernah ada. Ken hanya mengambil momen itu dengan hatinya. Sebab apalah arti sebuah foto lagi jika tak ada hatinya. Dan bagi Ken sebagai fotografer, momen itu cukuplah disimpannya dalam hati saja, itu membuat lelaki tua abadi di sana. (T)
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
JUDUL tulisan ini merupakan tema diskusi Kupang Pesta Monolog yang coba menggali daya vital teater dan perannya dalam kehidupan konkret (aktual). Bahwa teater sebagai seni...
DI Bali, lumrah bila di tempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya “Due”. (“Due” dibaca seper...
“KINI banyak pengarang muda yang bagus. Banyak sekali,” kata Seno Gumira Ajidarma saat ngobrol singkat pada suatu pagi dengan tatkala.co di Honeymoon Guest House, Ubud, 6 Juni lalu...
SEBUAH analog yang saya anggap pas untuk menggambarkan budaya korupsi di Indonesia adalah tradisi buang sampah sembarangan. Meski lingkungan jadi kotor, menghilangkan rasa nyaman,...
HALO sahabat mahasiswa super di manapun kalian berada, selamat beraktivitas. Semoga semua hidup berbahagia dan dalam lindungan dosen yang maha buasnya. Sangat super sekali kita mas...
Buta paling buruk adalah buta politik. Dia yang buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahw...
DUNIA pendidikan, modal utama dalam perkembangan peradaban manusia. Inovasi-inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir terlahir di dalamnya. Sejarah perubahan besar-bes...
PAWAI pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 dibuka Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di depan Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (11/6). Dan betapa senang mendengar Presiden...
Menikah itu sulit, tapi bercerai ternyata jauh lebih sulit. Saat mau menikah, yang penting hanya sedikit kemantapan hati, komitmen untuk sama susah sama senang, izin orang tua, sed...