Mahasiswa Kos dan Mahasiswa Rumahan: Punya Galau Masing-masing
SUDAH banyak yang bicara soal mahasiswa kos atau bicara soal merantau. Mahasiswa kos yang memikul harapan orang tua sejauh ratusan kilometer dari rumah ke kampus demi cita-cita dan...
Jackson Segars (tengah) di Rumah Sang Karsa (foto: Sonia)[/caption]
Alur dialog seperti tak fokus, namun hampir semua bicara soal hubungan-hubungan antarmanusia dan antarkeluarga. Tentang hubungan Yu-Na dan Ken, hubungan sang nenek dan kakek, hubungan yang abadi, dan hubungan yang mungkin tiba-tiba putus akibat takdir semisal kematian.
Dari dialog-dialog yang kadang penuh bisik atau pertengkaran keluarga, film ini memang sepertinya bicara soal keabadian dan ketiadaan yang mungkin tiba-tiba. Tentang ini, keabadian dan ketiadaan, diuraikan dengan penuh simbol pada adegan-adegan jenaka antara si penghobi foto yang bernama Ken dan kakek dari kekasihnya.
Melalui kesunyian seorang lelaki tua yang mengidap dementia, yang dalam film ini dimainkan sangat meyakinkan oleh aktornya (Ken Takemoto), kita disuguhi humor yang hadir begitu alami. Di hari jelang kematiannya sang lelaki tua melihat foto dirinya bukan dirinya karena tidak seperti dirinya.
Dia bertanya pada kekasih cucunya apakah dia berpikir foto itu dirinya. Ken, sang kekasih cucunya itu lalu berinisiatif untuk mengambil foto baru lelaki tua lalu mencoba menangkap momen pose dengan berbagai kemungkinan.
Salah satunya ia mengharap pose lelaki tua itu tersenyum namun sulit baginya. Ken menganjurkan lelaki tua membayangkan sesuatu yang bahagia, namun tak berhasil. Akhirnya ia menyarankan lelaki tua berkata cheese untuk membentuk senyum. Namun sulit bagi lelaki tua mengucapkan cheese. Lalu dia melempar usul untuk mengucap kimchi. Ken setuju, “Ya katakan kimchi,” katanya.
Awalnya lelaki tua mengatakan kimchi dengan kurang bergairah. Flat kimchi. Namun Ken menyuruhnya menahan kata kimchi agar lebih terbentuk senyum yang natural. Setelah beberapa kali, terdapat momen ketika lelaki tua bisa mengucapkan kimchi sesuai harapan namun Ken justru melewatkannya.
Bagi Ken persoalannya bukan lagi soal foto semata namun momen lelaki tua menikmati kata kimchi, sebuah kesadaran segar bagi ingatan yang rapuh. Film ini berakhir ketika foto lelaki tua yang bersanding dengan foto istrinya dicabut. Menunjukkan sang lelaki tua sudah meninggal.
Pertanyaan saya, foto manakah yang dipakai di pemakaman? Foto yang lelaki tua merasa bukan dirinya atau foto pose dengan kata kimchinya.
Sutradara Jackson di usai menonton di Rumah Sang Karsa mengatakan bahwa sesungguhnya foto dengan pose terbaik versi kata kimchi tak pernah ada. Ken hanya mengambil momen itu dengan hatinya. Sebab apalah arti sebuah foto lagi jika tak ada hatinya. Dan bagi Ken sebagai fotografer, momen itu cukuplah disimpannya dalam hati saja, itu membuat lelaki tua abadi di sana. (T)
SUDAH banyak yang bicara soal mahasiswa kos atau bicara soal merantau. Mahasiswa kos yang memikul harapan orang tua sejauh ratusan kilometer dari rumah ke kampus demi cita-cita dan...
PADA zaman maya saat ini, seorang remaja tanpa menyentuh gadget atau handphone selama satu hari saja sudah termasuk hebat. Tapi di Desa Bungaya, Karangasem, Bali, ratusan remaja pu...
KESULITAN terbesar saya ketika harus membicarakan sajak-sajak Nuryana Asmaudi SA yang terkumpul dalam buku "Doa Bulan untuk Pungguk" (DBUP) adalah upaya menghilangkan bayang-bayang...
JIKA ingin melihat sejati-jatinya festival yang jujur, tanpa pesan ini-itu, tanpa pidato ini-itu, tanpa kampanye ini-itu, tanpa bau politik dan kekuasaan, tanpa EO dan panitia over...
MAHASISWA adalah sebutan untuk “siswa” dengan tambahan kata “maha” di depannya. Maha artinya besar. Mahasiswa tentu bukan lagi siswa biasa. Kehidupan siswa bisa bergantung pada or...
Cerpen: Made Adnyana Ole TUBUH mungil gadis itu ditusuk pedang cahaya ketika sinar purnama menerobos di sela ranting gaharu. Cahaya memantul dari tubuhnya hingga hutan kecil di tep...
IGAU andaikata rumput berwarna merah muda, sapi-sapi mungkin saja berwarna jingga. dan kau berdiri di atas batu kuning mengenakan sepatu hijau, menembaki aku dengan senapan buru l...
MASA KKN (Kuliah Kerja Nyata) kini sudah usai. Acara perpisahan di balai desa atau di lapangan umum sudah digelar dengan meriah, penuh canda sekaligus haru. Namun, setelah KKN buba...
MENYELENGGARAKAN ngaben megah menghabiskan banyak uang, diurus oleh beratus-ratus orang dengan uang ratusan juta rupiah, adalah salah satu contoh, betapa orang Bali senang sekali m...
BERBICARA sebagai orang awam, sembari turut menilai fenomena dan paradigma tentang berbagai hal yang terjadi di masyarakat, tentu dengan guyonan ringan ditambah dengan sruputan kop...