Bupati dan Puisinya – Kisah Kecil dari Flores Timur
TENTU banyak juga bupati yang diam-diam menulis puisi. Namun bupati yang tidak diam-diam menulis puisi mungkin sedikit orang saja. Salah satunya yang saya kenal adalah Bupati Flore...
Jackson Segars (tengah) di Rumah Sang Karsa (foto: Sonia)[/caption]
Alur dialog seperti tak fokus, namun hampir semua bicara soal hubungan-hubungan antarmanusia dan antarkeluarga. Tentang hubungan Yu-Na dan Ken, hubungan sang nenek dan kakek, hubungan yang abadi, dan hubungan yang mungkin tiba-tiba putus akibat takdir semisal kematian.
Dari dialog-dialog yang kadang penuh bisik atau pertengkaran keluarga, film ini memang sepertinya bicara soal keabadian dan ketiadaan yang mungkin tiba-tiba. Tentang ini, keabadian dan ketiadaan, diuraikan dengan penuh simbol pada adegan-adegan jenaka antara si penghobi foto yang bernama Ken dan kakek dari kekasihnya.
Melalui kesunyian seorang lelaki tua yang mengidap dementia, yang dalam film ini dimainkan sangat meyakinkan oleh aktornya (Ken Takemoto), kita disuguhi humor yang hadir begitu alami. Di hari jelang kematiannya sang lelaki tua melihat foto dirinya bukan dirinya karena tidak seperti dirinya.
Dia bertanya pada kekasih cucunya apakah dia berpikir foto itu dirinya. Ken, sang kekasih cucunya itu lalu berinisiatif untuk mengambil foto baru lelaki tua lalu mencoba menangkap momen pose dengan berbagai kemungkinan.
Salah satunya ia mengharap pose lelaki tua itu tersenyum namun sulit baginya. Ken menganjurkan lelaki tua membayangkan sesuatu yang bahagia, namun tak berhasil. Akhirnya ia menyarankan lelaki tua berkata cheese untuk membentuk senyum. Namun sulit bagi lelaki tua mengucapkan cheese. Lalu dia melempar usul untuk mengucap kimchi. Ken setuju, “Ya katakan kimchi,” katanya.
Awalnya lelaki tua mengatakan kimchi dengan kurang bergairah. Flat kimchi. Namun Ken menyuruhnya menahan kata kimchi agar lebih terbentuk senyum yang natural. Setelah beberapa kali, terdapat momen ketika lelaki tua bisa mengucapkan kimchi sesuai harapan namun Ken justru melewatkannya.
Bagi Ken persoalannya bukan lagi soal foto semata namun momen lelaki tua menikmati kata kimchi, sebuah kesadaran segar bagi ingatan yang rapuh. Film ini berakhir ketika foto lelaki tua yang bersanding dengan foto istrinya dicabut. Menunjukkan sang lelaki tua sudah meninggal.
Pertanyaan saya, foto manakah yang dipakai di pemakaman? Foto yang lelaki tua merasa bukan dirinya atau foto pose dengan kata kimchinya.
Sutradara Jackson di usai menonton di Rumah Sang Karsa mengatakan bahwa sesungguhnya foto dengan pose terbaik versi kata kimchi tak pernah ada. Ken hanya mengambil momen itu dengan hatinya. Sebab apalah arti sebuah foto lagi jika tak ada hatinya. Dan bagi Ken sebagai fotografer, momen itu cukuplah disimpannya dalam hati saja, itu membuat lelaki tua abadi di sana. (T)
TENTU banyak juga bupati yang diam-diam menulis puisi. Namun bupati yang tidak diam-diam menulis puisi mungkin sedikit orang saja. Salah satunya yang saya kenal adalah Bupati Flore...
BULAN Desember 2016 lalu Federasi Teater Indonesia menganugerahkan penghargaan kepada tiga tokoh yang dianggap berjasa dalam perkembangan Teater Indonesia yakni penggerak teater Az...
MANUSIA adalah makhluk yang tak pernah puas dengan kenikmatan duniawi. Berbagai hal yang sudah ada sampai saat ini belum mampu memuaskan hasrat hidup manusia. Selalu saja ada hal y...
MOBIL Pusling (perpustakaan keliling) Perpustakaan Kota Denpasar tampak parkir di bawah tenda putih. Sejumlah buku tampak bersusun kurang rapi di dalam mobil tersebut. Dari buku an...
BAGI orang Bali (Hindu) tentu saja tak ada masalah dengan perayaan Tahun Baru, meski sesungguhnya Hindu memiliki Tahun Baru sendiri yang dirayakan dengan Nyepi. Tak masalah juga Ba...
APA yang ada di pikiranmu saat bicara soal topi? Topi, kadang menjadi hal yang tidak penting, bagi yang tidak membutuhkan. Itu sangat jelas. Tapi, bagi sebagian orang, kehadiran t...
Cerpen: Komang Astiari APAKAH kiamat itu benar benar nyata? Jika iya jawabnya,maka bagaimana engkau melukiskannya? Barangkali kemunculan kiamat itu bak tsunami yang meluluhlantakk...
Selamat Tahun Baru 2017!!! Selamat merayakan Tumpek Wayang, untuk krama Hindu Bali! Suatu kebetulan yang langka, akhir tahun 2016 bertepatan dengan tumpek terkeramat dalam keperc...
“AKU lagi diet instagram bulan ini, jadi nggak tahu informasi yang lagi hits,” jawab seorang kawan dengan ketus, saat saya menanyakan informasi konser musik bulan Desember. Teman...
TAHUN baru 2017 tinggal mengitung jam. Entah apa yang spesial pada pergantian tahun kali ini, mengingat rasanya sama saja pergantian tahun dari tahun ke tahun. Kembang api, terompe...