Nyepi: Dari Ramya Menuju Sunya
KETERATURAN adalah hukum paling asali di semesta ini. Pernahkah kita mempertanyakan, siapa pengendali benda-benda langit di semesta ini? Siapa pengatur tertib asali itu, sup...
Komang Tress[/caption]
Selain 12 seniman terpilih, pameran juga diisi oleh tiga tamu terhormat yaitu Jumaadi seorang pelukis, dalang dan penampil asal Sidoarjo yang berkediaman di Sydney, Alit Ambara asal Singaraja, seniman yang karya-karyanya merupakan manifestasi kekuatan visual dalam pergerakan sosial. Kemudian, Yoka Sara seorang arsitek dan seniman pendiri serta pemimpin SPRITES ART & CREATIVE BIENNALE.
Konferensi pers pun telah digelar pada hari Jumat, 5 Oktober 2018 di CushCush Gallery dengan menghadirkan para kurator dan seniman yang ikut serta. Dalam konferensi pers tersebut para seniman yang hadir memperkenalkan diri dan perspektif karya mereka. Diharapkan dengan diadakannya DenPasar 2018 ini dapat lebih memperkenalkan Denpasar sebagai kota kreatif dengan ruang-ruang berkreatifitas yang tersebar di berbagai area di daerah Denpasar.
[caption id="attachment_8375" align="aligncenter" width="520"]
Mia Diwasasri[/caption]
Tiga dari 12 Seniman dan Karyanya
DenPasar 2018 menampilkan seniman-seniman dari berbagai latar belakang dari seniman muda yang baru saja merintis hingga yang sudah punya nama. Tiga diantaranya adalah;
Komang Tress
Seorang mahasiswa arsitektur Universitas Udayana berasal dari Bangli. Tress merupakan seorang mahasiswa yang aktif dalam kegiatan teater yang sekarang sedang berproses bersama Teater Kalangan dan membuat instalasi untuk pertunjukkan-pertunjukkan teater. Karyanya yang berjudul Yang Kasat Mata di Atas Meja adalah sebuah karya yang tersinspirasi dari kegiatan nongkrong dan mengobrol santai saat senja dimana ada berbagai topik yang dibicarakan mulai dari obrolan santai sampai berat yang saling silang dan kait menghasilkan diskusi yang penuh warna.
Mia Diwasasri
Wanita asal Bandung yang baru 6 bulan tinggal di Bali merupakan seorang yang aktif berkarya dalam bidang seni keramik. Karyanya yang berjudul Growing Old Together merepresentasikan senja sebagai masa tua dengan tengkorak sebagai simbolnya. Menjadi tua dengan bahagia itu pesan yang ingin disampaikan Mia dengan karyanya. Dimana karya ini adalah karya subjektif yang mewakili euphoria Mia terhadap kecintaannya pada senja terutama senja di Bali.
[caption id="attachment_8376" align="aligncenter" width="472"]
Renee M.Thorpe[/caption]
Renee M.Thorpe
Renee adalah seorang seniman dan penulis dari Amerika. Ia secara berkala mengunjungi dan Karangasem untuk mengajar klub computer anak-anak disana. Karyanya yang bejudul Denpasar Paint Samples 1 & 2 adalah sebuah karya unik yang menampilkan kolase warna-warna berupa kartu pos yang disusun seperti pilhan warna di toko cat dimana inspirasi dari karya ini berasal. (T)
KETERATURAN adalah hukum paling asali di semesta ini. Pernahkah kita mempertanyakan, siapa pengendali benda-benda langit di semesta ini? Siapa pengatur tertib asali itu, sup...
SIANG itu, jalanan Kota Negara penuh oleh lautan manusia. Dentuman gambelan baleganjur bertalu-talu, sorot matahari memantul pada wajah para penonton yang beridiri di sepanjang ja...
SETIAP Tumpek Wayang di Bali secara inheren menawarkan momen meditatif yang mengetuk kesadaran batin melalui ritual yang khas, namun pengalaman saya tadi pagi, kala turut serta me...
Di Bali, kalender bukan sekadar penanda hari, tetapi juga pengingat tentang cara manusia menempatkan diri di tengah semesta. Salah satu hari yang unik—bahkan sedikit “misterius”—a...
SAYA tengah mencoba banyak merenung ketika tulisan ini dibuat, tepat sehari setelah Hari Perempuan Sedunia (International Women’s Day)--yang diperingati pada 8 Maret tiap tahunnya...
Kita Bukan Kebetulan SERING kali kita merasa hidup ini kacau. Politik gaduh. Ekonomi tidak pasti. Hubungan manusia penuh konflik. Kita bertanya-tanya: apakah alam semesta meman...
SUDAH seminggu lamanya bapak dan ibumu seperti orang asing satu sama lain. Di malam hari, bapakmu akan menghamparkan tikarnya di ruang keluarga sekaligus ruang tamu itu dan ibumu...
Bonito kau, laki-laki duniapergi dengan kuas sendirimelukis apa puntak pernah dikenal duniadan hatimu ialah kabut tenanglah di dalam langkahmutak ada khotbah moral di situta...
SASTRA sering kali menjadi cermin paling jujur bagi kehidupan sosial. Sastra tidak selalu menyampaikan fakta dalam bentuk angka, statistik, atau laporan resmi seperti yang dilakuk...
MENJELANG magrib selama bulan Ramadan, pelataran Masjid Bukit Palma, Surabaya, berubah menjadi ruang perjumpaan. Orang-orang berdatangan dari berbagai arah: sebagian duduk bersila...