Razia Warung? Ah, Saya Selalu Sukses Puasa Dikurung Warung
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
Panggung Soundrenalin 2018 di GWK, Nusa Dua, Bali. (Foto HP: Endang Hari Rizki)[/caption]
Sejumlah teman cerita bahwa hal-hal seperti itu – simpatisan negara berkonflik mencari eksistensi dalam acara musik – itu sudah biasa. Dan banyak penonton menganggap biasa-biasa saja. Tapi saya, sebagai penonton yang murni cari hiburan di tengah penat hidup pada zaman lari cepat ini tak bisa menganggap biasa.
Dalam benak saya, bendera sebuah negara yang telah menyebarkan citraan tentang konflik ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, ini telah menjadi semacam “benda-benda kecemasan” dalam pikiran saya. Apalagi, ketika hendak datang ke acara musik, saya hanya menyiapkan diri untuk riang dan gembira, tanpa menyiapkan diri untuk cemas.
Pada hari pertama Soundrenaline, 8 September, panggung diisi band-band Indonesia yang beraliran melo seperti Padi dan Sheila on 7, serta band dari Bali seperti Dialog Dinihari, Navicula dan The Hidrant. Saat itu, “benda-benda kecemasan” semacam bendera itu tidak ada.
Hingga besoknya saya datang lagi, tentu menyediakan diri untuk menikmati LimpBizkit. Namun justru mungkin karena LimpBizkit yang punya pengaruh musik besar di dunia itulah bendera itu ada. Mungkin para pembawa bendera di samping saya itu memang tak ingin menonton, tapi tahu kebesaran LimpBizkit, maka mereka ingin menunjukkan pada dunia bahwa gerakan mereka masih eksis di Indonesia.
Tentu saja saya merasa kecewa, tapi cukup terbayarkan oleh stage act dan perform dari Freddrust dan kawan kawan, meski saya menontonnya dari belakang. Semoga pemeriksaan untuk event-event sebesar ini, untuk selanjutnya lebih diperketat demi keamanan bersama. Dan saya tak menonton dengan perasaan was-was cemas. (T)
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
JUDUL tulisan ini merupakan tema diskusi Kupang Pesta Monolog yang coba menggali daya vital teater dan perannya dalam kehidupan konkret (aktual). Bahwa teater sebagai seni...
DI Bali, lumrah bila di tempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya “Due”. (“Due” dibaca seper...
“KINI banyak pengarang muda yang bagus. Banyak sekali,” kata Seno Gumira Ajidarma saat ngobrol singkat pada suatu pagi dengan tatkala.co di Honeymoon Guest House, Ubud, 6 Juni lalu...
SEBUAH analog yang saya anggap pas untuk menggambarkan budaya korupsi di Indonesia adalah tradisi buang sampah sembarangan. Meski lingkungan jadi kotor, menghilangkan rasa nyaman,...
HALO sahabat mahasiswa super di manapun kalian berada, selamat beraktivitas. Semoga semua hidup berbahagia dan dalam lindungan dosen yang maha buasnya. Sangat super sekali kita mas...
Buta paling buruk adalah buta politik. Dia yang buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahw...
DUNIA pendidikan, modal utama dalam perkembangan peradaban manusia. Inovasi-inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir terlahir di dalamnya. Sejarah perubahan besar-bes...
PAWAI pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 dibuka Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di depan Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (11/6). Dan betapa senang mendengar Presiden...
Menikah itu sulit, tapi bercerai ternyata jauh lebih sulit. Saat mau menikah, yang penting hanya sedikit kemantapan hati, komitmen untuk sama susah sama senang, izin orang tua, sed...