Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
Penulis bersama Presiden Jokowi[/caption]
Presiden Jokowi kemudian melangkah ke barat menuju pekerja lainnya. Saat itu saya pas di samping presiden sehingga langsung minta izin untuk perkenalkan diri sebagai perbekel. Sambutan Presiden Jokowi luar biasa. Ada satu kata yang diucapkan, bagi saya itu adalah kalimat magis sangat memotivasi. Saya pun melangkah menemani Presiden Jokowi.
Saat melihat dipan bambu di tengah sawah, Presiden Jokowi berhenti dan duduk di dipan itu. Saya masih berdiri mematung. Kemudian dipersilakan duduk di samping presiden. Saya pun minta izin kemudian duduk di samping Presiden idola rakyat Indonesia itu. Saya merasa melambung. Apalagi saya dipanggil dan dipersilakan duduk di samping presiden itu luar biasa. Saya sampai bertanya ulang, izin dimana saya duduk pak presiden? Dan Presiden mempersilakan saya duduk di sampingnya.
Selanjutnya Presiden Jokowi memanggal pekerja, ada dua petani perempuan dan dua petani lelaki yang datang. Mereka tampak grogi duduk berhadapan dengan Presiden Jokowi. Para petani mampu menjawab pertanyaan seputar upah dan kegiatan padat karya yang ditanyakan Presiden Jokowi. Mendengar jawaban itu, Presiden Jokowi tampak bergembira. Bahkan Presiden Jokowi berikan kesempatan untuk bertanya yang lainnya.
Kesempatan itu dimanfaatkan petani Wayan Sukanada untuk menyampaikan Prona masih sisakan masalah sertifikat tanah. Ada yang tercecer belum terima sertifikat dan masyarakat yang belum terima sertifikat tidak bisa urus melalui PTSL. Presiden menyimak dengan seksama dan memerintahkan pegawai kepresidenan mencatat masalah petani tersebut.
Begitulah, sekitar 30 menit Presiden Jokowi ada di Subak Jaka. Dalam perjalanan balik, saya sempat berusaha kembali jalan sejajar dengan Presiden Jokowi. Namun langkah saya ‘dihambat’ Paspampres. Akhirnya saya pun berjalan pelan dan pilih selfie dengan mantan Kapolres Tabanan yang kini Wakapolda Bali Brigjen Pol I Gede Alit Widana.
Saya kemudian mendekati Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Pak Gubernur ternyata masih ingat saya, perbekel yang wartawan, ungkap Gubernur Mangku Pastika. Saat itu saya juga berjumpa Kepala Dinas PUPR Bali, Nyoman Astawa Riadi. Sekalian saja saya sampaikan terima kasih karena Kadis PUPR Bali sempat turun tinjau banjir di depan Pura Luhur Gonjeng, Banjar Lodalang, Kukuh.
Saat asyik berbincang dengan Gubernur Mangku Pastika, saya dicari tim kepresidenan yang memotret saya. Saya dikawal tim kepresiden menuju mobil RI 1 untuk foto bersama. Di sana sudah menunggu Camat Alit Adiatmika, Eka Putra Nurcahyadi, Wayan Yusa, dan Wayan Sukanada. Saya masuk barisan dan tak lama kemudian datang Presiden Jokowi dan kami foto bersama berlatar Pura Dalem Sema Jawa.
Setelah itu Presiden Jokowi masuk mobil bersama Gubernur Mangku Pastika. Saya yang bertopi klangsah beri hormat. Presiden Jokowi menurunkan kaca mobil dan memanggil pekaseh dan petani Wayan Sukanada untuk diberi souvernir. Ternyata Presiden melirik saya yang dengan sikap tangan hormat grak dan membalas dengan sikap panganjali, kedua tangan Presiden Jokowi tercakup di depan dada. Bagi saya, itu luar biasa. Saya yang anak kuli mendapat panganjali dari Presiden RI. (T)
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...