Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain ---Mengapa Begitu?
JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan bangunan pencakar langit. Orang dat...
Penulis bersama Presiden Jokowi[/caption]
Presiden Jokowi kemudian melangkah ke barat menuju pekerja lainnya. Saat itu saya pas di samping presiden sehingga langsung minta izin untuk perkenalkan diri sebagai perbekel. Sambutan Presiden Jokowi luar biasa. Ada satu kata yang diucapkan, bagi saya itu adalah kalimat magis sangat memotivasi. Saya pun melangkah menemani Presiden Jokowi.
Saat melihat dipan bambu di tengah sawah, Presiden Jokowi berhenti dan duduk di dipan itu. Saya masih berdiri mematung. Kemudian dipersilakan duduk di samping presiden. Saya pun minta izin kemudian duduk di samping Presiden idola rakyat Indonesia itu. Saya merasa melambung. Apalagi saya dipanggil dan dipersilakan duduk di samping presiden itu luar biasa. Saya sampai bertanya ulang, izin dimana saya duduk pak presiden? Dan Presiden mempersilakan saya duduk di sampingnya.
Selanjutnya Presiden Jokowi memanggal pekerja, ada dua petani perempuan dan dua petani lelaki yang datang. Mereka tampak grogi duduk berhadapan dengan Presiden Jokowi. Para petani mampu menjawab pertanyaan seputar upah dan kegiatan padat karya yang ditanyakan Presiden Jokowi. Mendengar jawaban itu, Presiden Jokowi tampak bergembira. Bahkan Presiden Jokowi berikan kesempatan untuk bertanya yang lainnya.
Kesempatan itu dimanfaatkan petani Wayan Sukanada untuk menyampaikan Prona masih sisakan masalah sertifikat tanah. Ada yang tercecer belum terima sertifikat dan masyarakat yang belum terima sertifikat tidak bisa urus melalui PTSL. Presiden menyimak dengan seksama dan memerintahkan pegawai kepresidenan mencatat masalah petani tersebut.
Begitulah, sekitar 30 menit Presiden Jokowi ada di Subak Jaka. Dalam perjalanan balik, saya sempat berusaha kembali jalan sejajar dengan Presiden Jokowi. Namun langkah saya ‘dihambat’ Paspampres. Akhirnya saya pun berjalan pelan dan pilih selfie dengan mantan Kapolres Tabanan yang kini Wakapolda Bali Brigjen Pol I Gede Alit Widana.
Saya kemudian mendekati Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Pak Gubernur ternyata masih ingat saya, perbekel yang wartawan, ungkap Gubernur Mangku Pastika. Saat itu saya juga berjumpa Kepala Dinas PUPR Bali, Nyoman Astawa Riadi. Sekalian saja saya sampaikan terima kasih karena Kadis PUPR Bali sempat turun tinjau banjir di depan Pura Luhur Gonjeng, Banjar Lodalang, Kukuh.
Saat asyik berbincang dengan Gubernur Mangku Pastika, saya dicari tim kepresidenan yang memotret saya. Saya dikawal tim kepresiden menuju mobil RI 1 untuk foto bersama. Di sana sudah menunggu Camat Alit Adiatmika, Eka Putra Nurcahyadi, Wayan Yusa, dan Wayan Sukanada. Saya masuk barisan dan tak lama kemudian datang Presiden Jokowi dan kami foto bersama berlatar Pura Dalem Sema Jawa.
Setelah itu Presiden Jokowi masuk mobil bersama Gubernur Mangku Pastika. Saya yang bertopi klangsah beri hormat. Presiden Jokowi menurunkan kaca mobil dan memanggil pekaseh dan petani Wayan Sukanada untuk diberi souvernir. Ternyata Presiden melirik saya yang dengan sikap tangan hormat grak dan membalas dengan sikap panganjali, kedua tangan Presiden Jokowi tercakup di depan dada. Bagi saya, itu luar biasa. Saya yang anak kuli mendapat panganjali dari Presiden RI. (T)
JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan bangunan pencakar langit. Orang dat...
KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., berbagai program revitalisasi...
DI salah satu sudut ruang pamer lantai dasar gedung Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, sebuah lukisan terpajang dalam bingkai hitam. Di depannya, seorang mahasiswa berdiri sembar...
PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan anak di Indonesia. Melalui kolaborasi antara Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLA...
ANTARA Bung Karnodan Chairil Anwar adalah Bung Sjahrir. Chairil Anwar sebagai pengarang berhasil mengintip dan menguntit Bung Sjahrir untuk mengorek informasi tentang Bung Karno....
DI Desa Adat Pecatu, hujan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa alam. Ia adalah harapan, doa, sekaligus sumber kehidupan yang dinantikan ketika musim kering datang. Dari tradisi...
Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini dua cerita yang telah direvitalisa...
Niels Bohr dan Kerendahan Hati di Hadapan Misteri DALAM sejarah sains modern, nama Niels Bohr sering dikaitkan dengan lahirnya mekanika kuantum dan Interpretasi Kopenhagen. Nam...
JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar dari isi rekeningnya: semesta pasti punya rencana khusus...
Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah, hutan tua mendekapnya denganakar-akar yang t...