Papuk, Cucu dan Puisi
Cerpen: DG Kumarsana Di negeri ini apa saja bisa terjadi/Untuk mendapatkan keadilan kalau perlu membeli/Yang hitam bisa menjadi putih, yang putihpun begitu/Terhadap yang benar saja...
Penulis bersama Presiden Jokowi[/caption]
Presiden Jokowi kemudian melangkah ke barat menuju pekerja lainnya. Saat itu saya pas di samping presiden sehingga langsung minta izin untuk perkenalkan diri sebagai perbekel. Sambutan Presiden Jokowi luar biasa. Ada satu kata yang diucapkan, bagi saya itu adalah kalimat magis sangat memotivasi. Saya pun melangkah menemani Presiden Jokowi.
Saat melihat dipan bambu di tengah sawah, Presiden Jokowi berhenti dan duduk di dipan itu. Saya masih berdiri mematung. Kemudian dipersilakan duduk di samping presiden. Saya pun minta izin kemudian duduk di samping Presiden idola rakyat Indonesia itu. Saya merasa melambung. Apalagi saya dipanggil dan dipersilakan duduk di samping presiden itu luar biasa. Saya sampai bertanya ulang, izin dimana saya duduk pak presiden? Dan Presiden mempersilakan saya duduk di sampingnya.
Selanjutnya Presiden Jokowi memanggal pekerja, ada dua petani perempuan dan dua petani lelaki yang datang. Mereka tampak grogi duduk berhadapan dengan Presiden Jokowi. Para petani mampu menjawab pertanyaan seputar upah dan kegiatan padat karya yang ditanyakan Presiden Jokowi. Mendengar jawaban itu, Presiden Jokowi tampak bergembira. Bahkan Presiden Jokowi berikan kesempatan untuk bertanya yang lainnya.
Kesempatan itu dimanfaatkan petani Wayan Sukanada untuk menyampaikan Prona masih sisakan masalah sertifikat tanah. Ada yang tercecer belum terima sertifikat dan masyarakat yang belum terima sertifikat tidak bisa urus melalui PTSL. Presiden menyimak dengan seksama dan memerintahkan pegawai kepresidenan mencatat masalah petani tersebut.
Begitulah, sekitar 30 menit Presiden Jokowi ada di Subak Jaka. Dalam perjalanan balik, saya sempat berusaha kembali jalan sejajar dengan Presiden Jokowi. Namun langkah saya ‘dihambat’ Paspampres. Akhirnya saya pun berjalan pelan dan pilih selfie dengan mantan Kapolres Tabanan yang kini Wakapolda Bali Brigjen Pol I Gede Alit Widana.
Saya kemudian mendekati Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Pak Gubernur ternyata masih ingat saya, perbekel yang wartawan, ungkap Gubernur Mangku Pastika. Saat itu saya juga berjumpa Kepala Dinas PUPR Bali, Nyoman Astawa Riadi. Sekalian saja saya sampaikan terima kasih karena Kadis PUPR Bali sempat turun tinjau banjir di depan Pura Luhur Gonjeng, Banjar Lodalang, Kukuh.
Saat asyik berbincang dengan Gubernur Mangku Pastika, saya dicari tim kepresidenan yang memotret saya. Saya dikawal tim kepresiden menuju mobil RI 1 untuk foto bersama. Di sana sudah menunggu Camat Alit Adiatmika, Eka Putra Nurcahyadi, Wayan Yusa, dan Wayan Sukanada. Saya masuk barisan dan tak lama kemudian datang Presiden Jokowi dan kami foto bersama berlatar Pura Dalem Sema Jawa.
Setelah itu Presiden Jokowi masuk mobil bersama Gubernur Mangku Pastika. Saya yang bertopi klangsah beri hormat. Presiden Jokowi menurunkan kaca mobil dan memanggil pekaseh dan petani Wayan Sukanada untuk diberi souvernir. Ternyata Presiden melirik saya yang dengan sikap tangan hormat grak dan membalas dengan sikap panganjali, kedua tangan Presiden Jokowi tercakup di depan dada. Bagi saya, itu luar biasa. Saya yang anak kuli mendapat panganjali dari Presiden RI. (T)
Cerpen: DG Kumarsana Di negeri ini apa saja bisa terjadi/Untuk mendapatkan keadilan kalau perlu membeli/Yang hitam bisa menjadi putih, yang putihpun begitu/Terhadap yang benar saja...
BERCERITA Aku menemukan ibuku di masa lalu Yang memaksaku menjadi ayah masa lalu Aku teringat cerita ibuku masa SMA saat aku masih di dalam rahim Ibu berkata...
PADA akhir hidup seorang manusia, dunia tidak mengenal orang yang setengah-setengah. Hitam ya hitam, putih ya putih. Pahlawan atau Penjahat. Tidak ada yang mengenal si abu-abu. Bai...
PINTU besi itu terlihat mencolok. Pintu besi berkarat itu benar-benar menonjol. Saat memasuki galeri pameran Bentara Budaya Bali, pintu besi itu langsung menarik perhatian. Sepinta...
SALAH satu gitaris terbaik Indonesia bahkan dunia, Wayan Balawan, akan hadir dan konser di Kupang Agustus nanti. Wayan Balawan, master tapping asal Bali, akan didampingi drummer da...
HAJATAN besar sejarah pemilu di Indonesia telah dimulai Rabu, 9 Desember 2015. Ada sembilan provinsi dan 260 kabupaten/kota se-Nusantara waktu itu yang melaksanakan pilkada serenta...
BERANGGAPAN bahwa kampus adalah sebuah lembaga independen yang tidak boleh memihak kekuatan politik memang adalah sebuah kebenaran. Namun, bukan berarti tidak ambil bagian dalam pr...
(Tulisan ini dibuat dalam rangka menyongsong Serasehan Drama Gong yang rencananya digelar di Denpasar, 6 Agustus 2016) DI Bali, sebelum lahirnya institusi pendidikan seni dan Pesta...
ISU kesetaraan gender masih menjadi topik relevan yang dibahas melalui media verbal maupun non verbal. Tak terkecuali melalui medium seni rupa. Topik soal gender yang seolah ingin...
Judul Buku: Istana Para Kuli # Penulis: Yahya Umar # Penerbit: Salsabila – Pustaka Al-Kautsar Grup # Tebal: 229 halaman # ISBN: 978-602-1695-36-4 MADURA memiliki bentangan tanah ta...