17 Agustus 2016, Belum Semua Anak Indonesia Merdeka
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
Lukisan Presiden Jokowi dengan bahan sampah plastik[/caption]
Membuat lukisan dari sampah plastik ini bukanlah perkara susah. Mula-mula peserta kegiatan tersebut memilih dan membersihkan sendiri sampah plastik yang akan digunakan sebagai lukisan. Setelah bersih, mereka memotong sampah tersebut menjadi ukuran kecil dan mengelompokannya sesuai warna. Selanjutnya mereka membuat pola atau bentuk gambar di atas kertas putih kemudian menempelkan potongan-potongan kecil sampah tadi megikuti pola yang sudah dibuat.
Kegiatan tersebut sangatlah dimintai oleh siswa-siswi SD Negeri 2 Mas yang menjadi peserta. Mereka selalu semangat mengikuti kegiatan ini, terbukti dengan hadirnya tepat waktu, bahkan saking semangatnya, ada juga yang sudah hadir satu jam sebelum kegiatan dilaksanakan. “Senang sekali kegiatan ini ada di sekolah kami, saya bisa belajar buat lukisan, bisa nonton video bahaya sampah plastik, dan saya tahu sampah plastik bahaya bagi lingkungan. Pengen rasanya biar kegiatan KKN’nya terus ada.” Ujar Monica, siswi kelas V SD Negeri 2 Mas.
Rasa senang akan adanya kegiatan ini bukan hanya dirasakan oleh siswa-siswi SD Negeri 2 Mas yang menjadi peserta, tapi juga dirasakan oleh Made Sujana, kepala SD Negeri 2 Mas. “Sekolah kami sangat terbantu dengan program dari adik-adik mahasiswa Universitas Udayana, sehingga siswa-siswi kami dapat belajar mengenai bahaya sampah, terutama sampah plastik. Yang terpenting juga, mereka bisa belajar bahwa sampah bukan selalu menjadi sampah, tapi bisa juga dijadikan barang seni yang bida dijual atau dipamerkan. Luar biasa.” Ujarnya.
Di akhir kegiatan, yaitu pada Sabtu, 17 Februari 2018, ada hal lain yang membuat siswa-siswi peserta semakin senang dan bersemangat. Mahasiswa KKN tersebut juga mengadakan pameran lukisan sampah plastik yang sudah dibuat oleh peserta kegiatan, ditambah dengan adanya penentuan pemenang dan penyerahan hadiah dalam melukis menggunakan media sampah plastik tersebut. Lukisan bertema tokoh nasional Republik Indonesia akhirnya terpilih menjadi pemenang, yaitu lukisan wajah I Gusti Ngurah Rai, dan lukisan Bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. (T)
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
Semalam di tengah gempita dentuman suara sound sistem, saya mengkhayal dibayar 150 juta untuk mengajar 34 jam per minggu, wah pasti kaki saya tidak akan pernah pegal saat berdiri d...
KETIKA mengantar seorang teman untuk membeli sepatu sebagai keperluan bekerja di sebuah instansi pemerintah, kami sempat terlibat obrolan singkat yang pada intinya alas kaki tidak...
BANGKUNG mepalu adaang di Buleleng, jeg pasti rame! Asal gratisss! Iya, babi betina saling sruduk digelar di Buleleng, pasti ramai penontonnya. Apalagi Slank pentas gratisan. Kutik...
MENJELANG Hari Galungan biasanya banyak warga adat menggelar karya gede di Pura. Karya Gede di sebuah Pura merupakan hari yang ditunggu-tunggu warga. Di situ banyak orang akan mema...
ADA semacam mitos yang tampaknya bisa menghantui keluarga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Buleleng dalam Pilkada, Februari 2017. Yakni, kenyataan bahwa sejak era refor...
AKU adalah ruh sebuah negeri. Negeri nun jauh di sana. Tubuhku bersandar pada pegunungan yang berbaris rapi. Di hadapan mataku terhampar laut utara yang begitu tenang. Mungkin kare...
HALO, kawan sebangsa dan setanah air, sudah makan apa hari ini? Tahu? Tempe? Semoga Tuhan selalu memudahkan rejeki kita, agar tahu dan tempe selalu dapat terbeli. Tahu dan tempe m...
KISAH percintaan memang tak pernah habis jika dibicarakan. Virus-virus cinta dapat tumbuh di mana saja dan kapan saja. Tak seorangpun bisa menduga hal tersebut. Salah satu ajang ya...
I dan Ni oleh banyak orang dianggap title “wong jaba” padahal ini adalah honorific yang generic. I dan Ni adalah honorific. I semacam Mr dan Ni semacam Ms. I dan Ni bukan hanya di...