Gabriela
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
Ia berharap kebiasaan ini menular ke sekolah lain di Bali. Ini agar masing-masing sekolah di Bali bisa memberikan ruang kepada siswa dan memfasilitasi dengan baik mata pelajaran Bahasa Bali.
Pameran karya siswa SMK Pariwasata Putra Bangsa diberikan judul Ganapati. Ganapati adalah perwujudan Ganesha bertangan dua sebagai manifestasi Tuhan yang menguasai ilmu pengetahuan. Hal ini terkait dengan mitologi tentang anugrah Hyang Aji Saraswati melalui perantara Bhagawan Wrehaspati terhadap Ganapati untuk menjabarkan ilmu pengetahuan bagi ciptaan Tuhan.
Ganapati juga dimaknai sebagai simbol kecemerlangan dalam mempelajari ilmu pengetahuan. Hal ini terkait dengan mitologi tentang ketekunan, kecekatan, kemahiran, serta kejujuran Ganapati dalam mengemban ilmu pengetahuan.
Pemaknaan Ganapati sebagai manifestasi Tuhan dalam menganugrahkan ilmu pengetahuan dan simbol kecemerlangan dalam mengamalkan ilmu pengetahuan menunjukkan kemuliaan Ganapati terkait hakikat kelahiran dan keberlanjutan ilmu pengetahuan bagi kesejahteraan manusia beserta alam semesta dengan segala ciptaan Tuhan di dalamnya.
Kemuliaan sosok Ganapati sebagai manifestasi Tuhan dan simbol kecemerlangan dalam ilmu pengetahuan tersebut selanjutnya dirujuk sebagai tema dalam kegiatan pameran prasi yang diselenggarakan saat ini.
Tema ini menekankan tentang penguasaan terhadap hakikat ilmu pengetahuan dan kecemerlangan dalam menguasai penjabaran ilmu pengetahuan.
Pada hakikatnya ilmu pengetahuan semestinya memiliki materi yang terstruktur, cara kerja yang terpadu, dan kegunaan yang termanfaatkan. Berkenaan dengan itu, pembelajaran bahasa Bali yang dijabarkan melalui pembuatan prasi selanjutnya diharapkan dapat mengenalkan; sejumlah materi yang terstruktur di dalamnya, bentuk aplikasi yang terpadu dalam mewujudkannya, dan suatu tampilan karya yang termanfaatkan dalam pelestarian serta pengembangan seni budaya Bali.
Penjabaran ilmu pengetahuan memerlukan suatu kecemerlangan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Berkenaan dengan itu, pembelajaran bahasa Bali yang dijabarkan melalui pembuatan prasi selanjutnya diharapkan dapat menunjukkan kecemerlangan dalam menguasai pengetahuan akademik dan nonakademik yang terkait sebagai suatu konsepsi, serta perilaku yang terwujud sebagai kompetensi, lalu keterpaduan yang terbangun sebagai interaksi.
Tema Ganapati dalam pameran prasi ini mengandung suatu harapan untuk mendalami bahasa dan Sastra Bali secara komprehensif serta mengembangkan inovasi dan kreasi secara kontekstual. Pendalaman yang menyeluruh terhadap bahasa dan sastra Bali merupakan suatu media yang strategis untuk menyelami masyarakat dan kebudayaan Bali seutuhnya. Pengembangan aspek-aspek bahasa dan sastra Bali secara inovatif dan kreatif merupakan suatu langkah yang praktis untuk melestarikan tradisi dan kazanah kebudayaan Bali seluruhnya
Menurut I Wayan Gede Wisnu, S.s, M. Si., salah satu pemerhati bahasa Bali dan dosen di Jurusan Pendidikan Bahasa Bali Undiksha, memberikan komentar yang sangat baik akan pameran tugas akhir siswa SMK Pariwisata Putra Bangsa, Ubud yang di selenggarakan tanggal 17 Januari 2017 dari pukul 09:00 - 16:00 wita.
Bagi Pak Wisnu, begitu dia sering disapa, kegiatan pameran karya siswa SMK Pariwisata Putra Bangsa memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan mata pelajaran bahasa Bali dari sudut pandang yang berbeda. Diharapkan perhatian dari pemerintah akan hal ini semakin baik agar lebih banyak lagi peluang untuk mengembangkan bahasa Bali.
Penekanan kegiatan ini adalah perlahan bahasa Bali mulai mendapatkan peluang untuk diapresiasi dan menjadikan bahasa Bali semakain menarik untuk dipelajari di lingkungan sekolah dan digunakan dalam bahasa komunikasi sehari-hari. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga dan melestarikan tradisi nyurat lontar dan upaya pelestarian budaya Bali sebagai akar bahasa dan pariwisata di Bali. (T)
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
TIGA RAMU MENGKUDU Daun; Petiklah aku Tiga kepik muda Ramu padu dengan segenggam garam Dan tiga biji beras genggam Hingga padu resep moyang Hingga...
BAGAIMANA harus melukiskannya, sebagian besar anak kos (mahasiswa) memang dikenal selalu mumet dengan hiruk pikuk perekonomian. Dari media sosial, hingga sosial media, tahu perekon...
Bayangkan sebuah hutan hujan tropis dengan vegetasi yang hanya terdiri dari satu jenis pohon, atau sebuah partitur musik yang notasinya hanya tersusun dari nada ‘do’. Menjemukan se...
Saya salah satu penikmat tari. Saya lahir dari darah seorang ibu, yang dikala mudanya pernah menjadi Penari Zapin Melayu, di salah satu sanggar yang boleh dikata cukup tua di Ponti...
BEBERAPA bulan lagi, tahun akan segera berpindah. Bali punya acara spesial di tahun 2017 & 2018. Suksesi pemegang otoritas pemerintahan provinsi dan beberapa kabupaten di Bali...
MENJADI kota niscaya menjadi modern. Premis ini berlaku pada cara pandang yang menempatkan dua kutub berbeda antara kota dan desa. Desa diasumsikan berbau tradisional, kota identik...
PARA penggiat sastra dan teater di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, bersorak ketika dua penulis dari kota itu, Joko Sucipto (puisi) dan Arung Wardana (drama), lolos untuk tampil dala...
Cerpen: Satia Guna Sebutlah aku wanita, mahluk yang menikmati penderitaan dengan berbagai macam rasa sakit. Sebutlah aku tanah, yang selalu diinjak tanpa menerima r...
KABAR DARI ZWOLLE Kenalkan aku pada wangi musim gugur Di tengah pesta roti dan remah-remahnya Yang terbang mengitari sungai Lalu singgah di beranda penuh cerita &n...